0 888 1 6262 52

Tahun 2017 merupakan era transformasi digital di Indonesia. Kita dapat melihat pergeseran ad placement (penempatan iklan) dari media offline ke media online. Namun menurut pemantauan kami, di Indonesia masih sedikit yang menggunakan taktik strategi digital marketing. Baik untuk perusahaan startup digital sekalipun yang sudah mengandalkan digital marketing untuk promosi, namun strategi digital marketing yang mereka pakai masih berkesan “terlalu instan”.

Untuk mencapai target audience jutaan orang, digital marketing membutuhkan biaya yang tidak sedikit di awal kampanye untuk menarik perhatian netizen. Oleh karen itu, dalam melakukan kampanye digital, baik untuk bisnis B2B maupun B2C, kita harus menggunakan strategi digital marketing yang tepat. Ini akan berguna untuk pencapaian target dan efisiensi biaya iklan online.

Definisi Strategi Digital Marketing

Strategi merupakan sebuah rencana aksi yang akan dilaksanakan dengan menggunakan beberapa taktik. Sedangkan Digital marketing merupakan pemasaran secara digital, atau pemasaran secara online. Jadi, Strategi Digital Marketing adalah: Suatu rencana aksi promosi pemasaran yang akan dijalankan pada saluran online.

Berdasar definisi digital marketing tersebut, dapat kita ketahui juga bahwa strategi digital marketing membutuhkan pemahaman yang kuat mengenai karakteristik saluran digital marketing yang ada saat ini. Ada beberapa saluran digital marketing yang cocok untuk B2B dan ada yang cocok untuk B2C. Setelah kita memahami karakteristik saluran digital marketing tersebut, barulah kita dapat menentukan serangkaian rencana pemasaran digital dengan strategi yang lebih tepat sasaran.

Tanpa pemahaman tersebut, tentunya strategi digital marketing tidak akan berjalan efektif. Misal, produk B2C seperti pakaian, sepatu, dan sebagainya di iklankan di kanal B2B seperti Linkedin. Akan lebih efektif untuk produk B2C di iklankan di kanal seperti Youtube, Facebook/Instagram dan Twitter. Demikian untuk produk atau jasa B2B, akan lebih efektif jika penempatan iklan di media online seperti Linkedin dan beberapa situs portal untuk bisnis.

Manfaat Strategi Digital Marketing

Pemasaran digital memberi bisnis pada berbagai ukuran akses ke pasar massal dengan harga terjangkau. Digital marketing tidak seperti iklan TV atau iklan cetak di media masa. Digital marketing memungkinkan pemasaran yang benar-benar dipersonalisasi.

Berikut beberapa manfaat utama digital marketing yang meliputi:

  • Jangkauan global

    Sebuah situs web memungkinkan Anda menemukan pasar baru dan perdagangan secara global hanya dengan investasi kecil. Biaya digital marketing untuk menjangkau pasar akan lebih besar pada awalnya. Seiring dengan perbaikan kualitas pada website, maka biaya untuk menjangkau konsumen akan semakin efisien.

  • Menurunkan biaya

    Kampanye pemasaran digital yang direncanakan dengan strategi digital marketing yang benar dan ditargetkan secara efektif dapat menjangkau pelanggan yang tepat dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada metode pemasaran tradisional.
    Dengan teknik yang tepat, digital marketing akan memberikan kekuatan pada website dan akun sosial media anda, sehingga biaya dapat semakin menurun di tahun-tahun selanjutnya.

  • Hasil yang dapat dilacak dan terukur

    Mengukur pemasaran online Anda dengan analisis web dan alat metrik online lainnya mempermudah menentukan seberapa efektif kampanye Anda. Anda bisa mendapatkan informasi rinci tentang bagaimana pelanggan menggunakan situs Anda atau menanggapi iklan Anda. Analisis Web dapat disiapkan untuk menunjukkan dengan tepat berapa banyak uang yang Anda hasilkan dari setiap teknik digital marketing yang anda gunakan.

    Tanpa pengukuran, baik untuk digital marketing maupun traditional marketing seperti iklan cetak, TV, dan sebagainya, maka anda sulit untuk dapat mengetahui seberapa efektif biaya yang anda keluarkan. Sehingga, kini para CMO (Chief Marketing Officer) tidak perlu menebak-nebak lagi dalam menentukan anggaran biaya pemasaran.

  • Personalisasi

    Jika basis data pelanggan Anda ditautkan ke situs web Anda, maka setiap kali seseorang mengunjungi situs ini, Anda dapat menyapa mereka dengan penawaran yang ditargetkan. Semakin banyak mereka membeli dari Anda, semakin Anda dapat memperbaiki profil pelanggan Anda dan memasarkannya secara efektif kepada mereka.
    Ini merupakan kunci dari re-marketing.

  • Keterbukaan

    Dengan terlibat di media sosial dan mengelolanya dengan hati-hati, Anda dapat membangun loyalitas pelanggan dan menciptakan reputasi karena mudah terlibat. Ini dapat mendukung tujuan “Brand Connect”.

  • Efek Viral

    Pemasaran digital memungkinkan Anda membuat kampanye yang menarik menggunakan beragam jenis konten multimedia. Di internet, kampanye ini dapat memperoleh efek viral, disebarkan dari pengguna ke pengguna dan memiliki penyebaran cepat seperti virus. Tentunya, dengan konten yang kuat maka biaya pemasangan iklan online dapat lebih efisien.

  • Konversi yang dapat ditingkatkan

    Jika Anda memiliki situs web, maka pelanggan Anda hanya berjarak beberapa klik dari menyelesaikan pembelian. Tidak seperti media lain yang mengharuskan orang untuk bangun dan melakukan panggilan telepon, atau pergi ke toko. Pemasaran digital juga bisa mengarahkan pengguna internet untuk datang ke tempat anda, misal untuk sebuah acara atau event musik dan olah raga.

Bersama-sama, semua aspek pemasaran digital ini memiliki potensi untuk menambah penjualan lebih banyak. Oleh karena itu, jika kita bicara “digital marketing” ini adalah sebuah rangkaian proses terintegrasi yang berdasar dan memiliki tujuan. Dan akhirnya, sebuah strategi digital marketing otomatis dibutuhkan.

Konsep Inbound Merupakan Strategi Digital Marketing Secara Keseluruhan

Selanjutnya, strategi digital marketing memerlukan pemahaman bagaimana cara konsumen mengambil keputusan yang di implementasikan pada dunia online. Ini akan berguna untuk membuat rencana aksi pada strategi digital marketing anda. Ini merupakan dasar dalam strategi digital marketing dan dikenal dengan sebutan “Inbound Process” atau proses inbound.

Proses inbound akan berguna untuk pengukuran kinerja digital marketing (KPI, Key Performance Index). Tanpa KPI, tentunya pengukuran ROI atau pengembalian investasi digital marketing hanya dapat dilakukan pada sisi penjualan saja (target akhir). Sedangkan pada digital marketing, sebelum ROI final kita harus mengukur ROI lainnya untuk pengukuran. Ini sangat diperlukan, karena program digital marketing umumnya berjalan minimal 1 tahun.

Kenapa Digital Marketing Memerlukan Waktu Minimal 12 Bulan ?

Sebetulnya tidak ada standar baku untuk itu, namun ini akan mengacu pada proses inbound yang efektif. Proses inbound tersebut memiliki 4 tahap:

Attract

Pada tahap ini, jangkauan pemirsa merupakan target utama. Jadi, pengukuran kinerja digital marketing (KPI) akan berdasar pada jumlah jangkauan pemirsa. Tahap ini juga dikenal sebagai “Brand Activation” atau “Brand Awareness”. Dan umumnya, ini dilakukan paling cepat selama 3 bulan.

Tahap demi tahapan pada proses inbound ini harus mengarah pada tahap selanjutnya. Oleh karena itu, pada tahap ‘attract‘, seluruh konten diarahkan untuk menarik minta pemirsa untuk lebih mengetahui produk yang ditawarkan.

Digital marketing sangat efektif untuk memperluas jangkauan pemasaran untuk seluruh jenis dan skala bisnis.

Interest

Ini merupakan tahap untuk kampanye “product knowledge“. Tanpa pengetahuan produk, tentunya para konsumen yang mulai mengingat brand anda akan kesulitan untuk mengambil keputusan. Kecuali mereka yang tergolong rajin untuk melakukan penelitian mendalam tentang suatu produk, namun jika kita biarkan para pemirsa yang sudah mengetahui brand produk kita tersebut untuk mencari informasi sendiri tanpa kita arahkan, maka ada kemungkinan pada tahap pengambilan keputusan mereka akan memilih produk dari pesaing.

Oleh karena itu, dengan menyediakan konten iklan yang mengarah pada website produk anda, maka strategi digital marketing pada tahap ini dapat lebih terarah. Selanjutnya, tahap ini akan menuju untuk mendorong para pemirsa untuk mengambil keputusan. Buatlah konten yang menarik, seperti betapa menyenangkan menggunakan produk anda, dan betapa beruntungnya memiliki produk tersebut.

Pengukuran strategi digital marketing pada tahap ini akan seputar keterlibatan dengan pemirsa di sosial media (like, follow, reply), dan jumlah pengunjung website.

Decision

Dalam tahap ini, seluruh aktivitas kampanye digital marketing harus diarahkan untuk mendorong tindakan “SEGERA”. Ini biasanya dilakukan pada kuartal ke-tiga dari program pemasaran online. Anda akan membutuhkan potongan harga, gimmick atau memberikan bonus dan hadiah, dan sebagainya. Seluruh konten harus mengarah pada “Strong Call to Action“.

Pengukuran kinerja dalam tahap ini dapat berupa halaman produk mana yang paling banyak dilihat, persentase pentalan balik ke website anda (bounce rate), dan jumlah keterlihatan halaman per pengunjung. Seluruh aktivitas juga harus mengarah pada konversi.

Conversion

Konversi dapat berupa pembelian produk langsung di website anda. Namun, untuk perusahaan B2C yang memiliki distributor atau agen, konversi penjualan tersebut akan terjadi di sisi penjualan para agen dan distributor tersebut. Oleh karena itu, pengukuran kinerja pada tahap ini dapat dilihat pada halaman website yang menyediakan informasi “Where To Buy“.

Pada tahap ini, seluruh aktivitas digital marketing akan dikerahkan agar orang menghubungi anda atau menekan tombol “Buy Now” di situs toko online anda.

Pada gambar disamping, kita dapat melihat konsep inbound pada digital marketing berbentuk seperti corong. Ini di adaptasi berdasar bagaimana cara konsumen mengambil keputusan. Pengguna internet di Indonesia ada ratusan juta orang. Untuk itu, kita perlu targetkan iklan secara spesifik pada paid media.

Digital marketing sangat fleksibel, penempatan iklan dan target pemirsa dapat disesuaikan. Ini akan sangat berguna dalam proses implementasi digital marketing, karena biasanya program digital marketing memerlukan penyesuaian pada praktiknya untuk mendapatkan efektivitas yang lebih tinggi. Tanpa penyesuaian, artinya program digital marketing tidak memiliki strategi.

Masing-masing tahap tersebut, minimal dilakukan selama 3 bulan untuk dapat berjalan efektif. Pengukuran sangat penting, karena pada prosesnya, strategi digital marketing memerlukan penyesuaian. Jika ada yang tidak sesuai pada target kinerja, kita dapat pahami melalui pengukuran tersebut dan selanjutnya melakukan penyesuaian.

Perlu diingat, marketing adalah upaya pemasaran. Sedangkan penjualan akan ditangani oleh pihak penjualan. Oleh karena itu, strategi digital marketing yang efektif harus didukung dengan kesiapan tim penjualan di lapangan. Ini harus dicapai dengan tingkat perhatian dan kepedulian yang tinggi dari tim penjualan. Dan tim penjualan harus dapat memahami unsur “kecepatan” dan “ketepatan” dalam melayani pelanggan yang berasal dari online.

Strategi Digital Marketing untuk B2B dan B2C

Secara keseluruhan, kita dapat memakai istilah RACE (Reach, Act, Convert, Engage) dalam konsep strategi digital marketing. Ini merupakan implementasi dari strategi digital marketing. 

Seperti pada konsep inbound marketing diatas, Reach merupakan strategi digital marketing untuk menjangkau konsumen online agar mulai mengenal merk hingga mengetahui produk anda. Dengan demikian, konten promosi harus mengarah pada Brand dan Produk. Setelah itu lakukan penyebaran pada :

Paid Media

Merupakan saluran berbayar, seperti iklan Facebook, Google Adwords, Youtube Ads, Linkedin Advertising, penempatan banner dan advertorial pada situs-situs yang paling banyak di kunjungi. Dengan kata lain, paid media adalah penempatan iklan online. Dan untuk strategi digital marketing yang efektif, anda harus memahami karakteristik masing-masing tempat iklan online tersebut.

Owned Media

Merupakan website perusahaan atau website toko online. Jika anda adalah distributor atau product principal maka siapkan sebuah halaman “Where To Buy” agar strategi digital marketing anda dapat berjalan lebih efektif.

Earned Media

Earned media adalah website pihak ketiga yang memiliki ranking tinggi pada mesin pencari google. Anda dapat menyiapkan konten marketing yang berkualitas dan ditayangkan pada website tersebut. Ini akan mendorong konversi dan meningkatkan kualitas SEO website perusahaan anda. Pengunjung website anda akan bertambah banyak dengan cara ini. Namun, harus dilakukan secara konsisten, terus menerus dengan konten yang bermanfaat.

Lebih dari 60% konsumen online akan membeli produk melalui saran atau referensi dari website lain. Ini adalah langkah menarik dalam strategi digital marketing dan merupakan suatu cara yang lebih efektif untuk mendorong konversi.

Untuk pasar B2B, konten marketing merupakan cara efektif untuk mendapatkan prospek. Untuk B2C, konten marketing dapat mendorong penjualan langsung. Ini harus dijalankan dengan taktik yang tepat sesuai praktik dan pengalaman terbaik.

ACT disini maksudnya adalah interaksi atau keterlibatan dengan para pemirsa iklan atau pemirsa website. Mendorong interaksi di situs web dan media sosial untuk menghasilkan prospek merupakan tantangan besar bagi pemasar online.

Meningkatkan dan Mengukur Kinerja Interaksi

Pada proses inbound marketing, merupakan tahapan diantara “Interest” dan “Decision”. Jadi, upaya digital marketing yang perlu dilakukan disini adalah dengan mendorong pemirsa untuk lebih tergerak dalam mengambil keputusan.  Ini tentang membujuk pengunjung situs atau prospek mengambil langkah berikutnya.

Bagi banyak jenis bisnis, terutama Bisnis-ke-Bisnis atau B2B, ini berarti menghasilkan prospek, namun mungkin berarti mencari tahu lebih banyak tentang perusahaan atau produknya, mencari untuk menemukan produk atau membaca posting blog. Anda harus menentukan tindakan ini sebagai sasaran tingkat teratas dari corong di analytics. Google Analytics Goals dapat mencakup “Produk yang Dilihat”, “Ditambahkan ke Keranjang”, “Terdaftar sebagai anggota” atau “Mendaftar untuk mendapatkan e-newsletter.

Tahapan ini juga tentang mendorong partisipasi berbagi konten melalui media sosial atau ulasan pelanggan. Oleh karena itu,  efektivitas strategi digital marketing dalam tahap ini dapat dicapai melalui konten yang relevan dan menarik.

Selain interaksi di sosial media, bounce rate dapat digunakan untuk mengukur kinerja strategi digital marketing dalam tahap ini. Ini juga memerlukan pemantauan pada prilaku pengunjung di website anda (web visitor behaviour).

Ini adalah konversi penjualan. Upaya digital marketing dikerahkan untuk mendorong pemirsa mengambil langkah penting berikutnya yang mengubahnya menjadi pelanggan yang membayar apakah pembayaran dilakukan melalui transaksi E-niaga online, atau saluran offline.

Ini adalah proses jangka panjang yaitu, mengembangkan hubungan jangka panjang dengan pembeli pertama kali untuk membangun loyalitas pelanggan sebagai pembelian berulang menggunakan komunikasi di situs Anda, kehadiran sosial, email dan interaksi langsung untuk meningkatkan ‘nilai umur pelanggan’.

Hal ini dapat diukur dengan tindakan berulang seperti penjualan berulang dan berbagi konten melalui media sosial. Kita juga perlu mengukur persentase pelanggan aktif (atau email pelanggan) dan kepuasan pelanggan dan rekomendasi menggunakan sistem lain.

Teknik digital marketing yang dapat kita gunakan disini adalah re-marketing baik menggunakan e-mail campaign, Google adwords, dan facebook pixels.

Dengan demikian, jelas sudah kenapa digital marketing memerlukan waktu minimal 12 bulan. Dan digital maketing ini bukan merupakan pekerjaan satu kali, tapi harus di lakukan terus menerus, sebab jika tidak dilakukan terus menerus maka pesaing anda bisa saja menyusul anda dengan melakukan aksi digital marketing di tahun selanjutnya.

Contoh Digital Marketing untuk B2B dan B2C

Untuk memudahkan anda dalam mendapatkan gambaran strategi digital marketing, berikut kami sampaikan contoh strategi digital marketing untuk B2B dan B2C.

B2B Marketing

Contoh Digital Marketing untuk B2B

Pada pemasaran bisnis-ke-bisnis, umumnya tujuan dari strategi digital marketing adalah mendapatkan prospek. Dengan demikian, seluruh konten diarahkan untuk mendapatkan prospek. Dalam tahap awareness, anda dapat memperkenalkan nama usaha dan jenis usaha anda.

Selanjutnya, buatlah konten yang mengarah pada buyer persona sesuai segmen bisnis anda untuk mendorong minat pada produk atau layanan bisnis anda. Konten tersebut dapat anda buat melalui corporate blog atau pada earned media yang memiliki kekuatan dalam mendorong posisi pencarian di google. Konten yang efektif untuk B2B adalah yang dapat meyakinkan target anda bahwa perusahaan anda memang ahli dan dapat diandalkan dalam bidang tersebut.

Untuk dapat mendorong pengambilan keputusan, anda memerlukan konten seputar paint point dan keuntungan bermitra atau memakai produk anda. Ini seperti menyadarkan pemirsa mengenai masalah yang mereka hadapi dan bagaimana bisnis anda dapat membantu mereka.

Konversi dapat diukur pada berapa banyak orang yang menghubungi anda baik via telepon maupun formulir kontak online.

B2C Marketing

Contoh Digital Marketing untuk B2C

Tujuan strategi digital marketing pada B2C adalah mendapatkan penjualan, pelanggan, pendaftar dan hal semacam itu. Namun, perlu kita pahami juga, bahwa penjualan produk B2C ada yang dilakukan langsung oleh perusahaan dan ada juga yang melalui saluran distribusi, khususnya untuk para principal atau pabrikan.

Dalam tahap awareness, anda bisa mengaktifkan brand perusahaan anda. Kemudian dilanjutkan dengan pengenalan produk yang dapat mengundang ketertarikan konsumen online. Misal, jika anda menjual produk scanner, tampilkan konten yang menarik dengan grafis yang mendukung dan kata-kata yang kuat. Intinya, konten anda harus memiliki tema. Tiap tema memiliki dasar dan tujuan, serta dapat mengarah pada tahapan pengambilan keputusan.

Dalam tahap Decision, anda dapat menggunakan promo “On Sale” dan sejenisnya, untuk mendorong pengambilan keputusan. Untuk principal, anda dapat menggunakan “Tempat Membeli”, “Dimana Bisa Beli”, “Dapatkan Sekarang Juga” dan sebagainya. Selanjutnya, konversi akan dapat dilihat pada berapa banyak order dan penjualan.

Setelah memahami definisi dan konsep strategi digital marketing, maka segera kita dapat menyiapkan strategi digital marketing yang efektif untuk bisnis.

Menyiapkan Strategi Digital Marketing

Awalnya, kita perlu mengetahui target dari aksi digital marketing ini. Misal untuk meningkatkan brand awareness, ketertarikan produk, hingga pada target penjualan. Setelah itu, kita dapat menentukan siapa saja yang terlibat dalam program ini, dan teknik apa saja yang akan kita pakai.

 Siapa saja yang terlibat?

Untuk menjalankan program digital marketing yang efektif, anda akan memerlukan team yang terdedikasi untuk hal ini, seperti sebagai berikut:

  • Perumus Strategi yang dapat menerjemahkan peta bisnis anda dan pesaing dalam strategi digital marketing
  • Konsultan Senior yang memahami industri secara keseluruhan
  • Konsultan yang memahami implementasi digital marketing
  • Ahli SEO yang berpengalaman dan tetap update dengan algoritma mesin pencari
  • Perumus strategi konten, untuk membuat tema konten sesuai rencana aksi pada proses inbound
  • Copywriter yang dapat membuat konten sesuai arahan perumus strategi
  • Graphic designer untuk membuat konten grafis yang menarik
  • Web developer untuk meningkatkan kualitas website, menerapkan dan memantau pengukuran
  • Spesialis Social media yang memahami karakteristik masing-masing sosial media, dan memahami cara berinteraksi baik untuk viral maupun untuk membentuk emotional connection.
  • Photographer dan Videographer untuk mendukung konten grafis dan video marketing

Teknik apa saja yang dapat digunakan?

Berikut teknik yang dapat digunakan dalam menjalankan strategi digital marketing:

  • Search Engine Optimization (SEO). Dengan meningkatkan popularitas website anda pada mesin pencari, ini dapat menghemat biaya promosi online anda dari waktu ke waktu.
  • Konten Marketing. Blogging dan penulisan konten baik pada owned media maupun pada earned media, kemudian di sebar pada paid media. Konten dapat berupa multimedia, dan artinya termasuk pada pembuatan video.
  • Social Media Marketing. Menyebarkan konten untuk menjangkau pemirsa, mendorong ketertarikan, mendorong pengambilan keputusan dan meningkatkan loyalitas.
  • Strategi Landing Page. Berguna untuk konversi dan segala macam pengukuran kinerja.
  • Strategi Call-To-Action. Untuk mendorong pengambilan keputusan.
  • Otomasi Marketing. Untuk menghemat waktu, misal dengan otomasi e-mail marketing, atau otomasi publikasi konten pada sosial media. Setiap ada konten baru, akan terpublikasi di seluruh akun sosial media perusahaan anda.
  • Lead Nurture Strategy dan Public Relations (PR). Untuk meningkatkan loyalitas, posisi brand, mencegah / meredam aksi “black campaign“.

Setelah mengetahui siapa saja yang terlibat dan teknik apa saja yang akan digunakan. Selanjutnya, mulailah menyusun konsep untuk program digital marketing untuk 1 tahun. Buatlah rincian per tahap inbound marketing diatas, tema apa saja yang akan di usung, dan pastikan tiap tahap tersebut memiliki tema yang semakin mengarah pada tahap-tahap selanjutnya.

Tentukan bagaimana anda dapat mengukur kinerja digital marketing. Tanpa ini, efektivitas digital marketing akan tetap menjadi misteri atau menjadi pertanyaan besar. Terutama jika program digital marketing anda tidak berjalan sesuai harapan. Dengan pengukuran kinerja, kita dapat memantau kinerja dan melakukan perbaikan atau penyesuaian dari waktu ke waktu.

Sebetulnya, teknik digital marketing diatas telah kamu ulas sebelumnya secara lebih jelas pada artikel mengenai Faktor Penting Dalam Pemasaran Digital.

Selalu pantau pesaing anda, baik melalui akun sosial media mereka, melalui popularitas di mesin pencari dan sebagainya. Ini akan berguna untuk pengambilan keputusan anda, akan memperbesar anggaran digital marketing, atau memperkecil untuk sementara waktu.

Kesimpulan:

Strategi digital marketing merupakan rangkaian rencana dan aksi yang ditujukan untuk meningkatkan popularitas merk hingga meningkatkan penjualan. Masing-masing bisnis bersifat unik, oleh karena itu implementasi strategi digital marketing dapat berbeda-beda, terutama pada konten dan pemilihan saluran penyebaran. 

Pengukuran sangat diperlukan untuk menyesuaikan atau memperbaiki kinerja digital marketing. Tanpa pengukuran, program digital marketing anda akan menjadi sebuah misteri atau hanya sekedar menghamburkan uang perusahaan.

Digital marketing selalu transparan dalam pengukuran, sehingga pengeluaran biaya dapat lebih efektif dan upaya dapat dilakukan untuk efisiensi biaya promosi. ini merupakan alasan utama kenapa 2018 banyak perusahaan besar di Indonesia akan mulai berpindah dari iklan offline ke iklan online.

Konsultan Digital Marketing

Dengan kemampuan memahami bisnis client dan dengan pengalaman strategi digital yang terbukti, kami dapat anda andalkan sebagai mitra pemasaran online anda.

Jadi, jika anda tidak mengubah bentuk promosi marketing anda dari iklan offline ke digital marketing, mungkin pesaing anda akan melakukannya terlebih dahulu dan mendapatkan keunggulan kompetitif. Dan perlu diingat, bahwa digital marketing tanpa strategi akan menjadi sarana pemborosan.

Memang tidaklah mudah untuk mengedepankan pandangan transformasi digital di perusahaan anda. Oleh karena itu, anda memerlukan agen perubahan, yakni sebuah konsultan digital marketing untuk dapat membantu para manajer pemasaran dalam menularkan virus transformasi digital. Segera lakukan sekarang juga, atau pesaing anda akan melakukan lebih dulu.

Pin It on Pinterest

Share This