0 888 1 6262 52

daftar perbandingan data centerJika anda telah menemukan bahwa colocation merupakan keputusan ke arah yang tepat untuk bisnis anda, selanjutnya adalah memilih operator data center yang tepat. Mengevaluasi mitra colocation potensial lebih mudah bila anda memiliki checklist sebagai alat perbandingan data center yang akan anda pilih.

Pertama yang harus diluruskan terlebih dahulu adalah mengenai kualitas data center tidak ada hubungannya dengan seberapa besar perusahaan operator data center tersebut, karena secara teknis hampir semuanya sama namun yang lebih penting adalah operator data center yang dapat memahami kebutuhan perusahaan anda dan dapat menjadi mitra anda.

Membuat keputusan untuk berpindah ke sebuah fasilitas colocation menjadi lebih muda jika parameter operator data center yang ideal telah diketahui. Daftar ini dapat membantu para profesional IT di perusahaan dalam memlilih outsource data center sesuai kebutuhan dan tidak akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

Daftar Perbandingan Data Center (Data Center Cheklist)

Dengan pertimbangan besarnya investasi dibutuhkan dan kompleksitas dalam rangka memindahkan perangkat IT lebih baik jika anda memiliki proses pemeriksaan ditempat secara menyeluruh sebelum membuat keputusan. Perusahaan colocation Indonesia bervasiasi dalam tingkat layanan yang mereka berikan seperti redundansi, keandalan, dan keahlian monitoring.

Berikut daftar cheklist untuk perbandingan penyedia data center:

  • Gedung Bangunan Data Center

    Anda harus melihat langsung fasilitas data center tersebut, pemeriksaan penyedia colocation memang harus mencakup keahlian, namun pada umumnya anda juga harus melihat skalabilitas yang dapat diusung oleh operator data center tersebut. Dalam hal skalabilitas tidak hanya luas gedung yang mereka miliki akan tetapi keahlian mereka dalam menggunakan perangkat baru yang lebih hemat tempat juga patut diperhitungkan. Disamping itu anda harus mengetahui apakah gedung data center tersebut menggunakan struktur bangunan tahan gempa baik dari material dan fasilitas di dalam ruangan data center, dan lebih mudah lagi jika anda mengetahui lokasi aman data center di Indonesia seperti di Bogor, Jawa Barat yang sebetulnya merupakan titik ideal untuk colocation atau sebagai pusat disaster recovery center. Jangan sampai anda menempatkan perangkat di lokasi yang berdampak sama jika ada bencana ataupun terlalu jauh sehingga sulit diakses dan membutuhkan lebih banyak biaya dan lebih besar kemungkinan loss data pada saat transfer dari situs utama ke colocation center.

  • Keamanan Gedung Data Center

    Peralatan IT perusahaan anda di colocation center merupakan milik perusahaan anda sendiri, dan kebijakan perusahaan umunya menetapkan akses ke perangkat fisik tersebut sangat dibatasi secara ketat. Oleh karena itu, perusahaan colocation center harus dapat memeriksa secara menyeluruh siapa yang dapat memasuki fasilitas data center. Termasuk mendapatkan log dari staff mereka terhadap semua aktivitas di sekitar fasilitas. Dalam hal ini penilaian dapat diberikan terhadap apakah penyedia data center tersebut menerapkan kebijakan dengan ketat atau tidak ? Dan jangan lupa untuk memperhatikan keamanan di sekitar lingkungan bangunan data center tersebut, jangan sampai ada celah yang dapat dibobol maling.

  • Keamanan Informasi Colocation Center

    Dalam hal ini penilaian ditentukan dengan apakah colocation provider tersebut memiliki akreditisasi seperti ISO 27001 atau tidak ? Disini dapat terlihat bagaimana penyedia data center tersebut dalam mengelola keamanan data center mereka. Perhatikan secara menyeluruh terhadap seluruh proses yang berkaitan dengan informasi client dan dapatkan informasi tentang staff profesional di data center tersebut. Misal: siapakah CTO (Chief Technology Office) mereka yang mana akan menangani aset perangkat IT anda secara langsung.

  • Kecukupan Tenaga Listrik Data Center

    Ini merupakan hal kritis pada tidap operasi data center di seluruh dunia. Departemen IT perusahaan anda mungkin membutuhkan listrik yang lebih untuk mentenagai tiap rak server dalam beberapa tahun kedepan. Apakah penyedia colocation center dapat mengakomodir kebutuhan ini atau tidak merupakan hal penting untuk anda ketahui dalam melakukan perbandingan data center yang akan anda gunakan.

    Cadangan tenaga listrik merupakan pertimbangan lain, dan anda akan perlu spesifikasi power redundancy yang disediakan oleh fasilitas data center yang akan anda pilih. Panel modular dalam mengelola sumber daya listrik cadangan seperti genset merupakan hal strategis jangka panjang untuk memastikan data center tersebut tetap dapat memberikan redundansi pada kebutuhan listrik dan selalu siap digunakan secara otomatis saat sumber listrik utama terhenti. Pada awal maret 2017 yang lalu, situs marketplace terbesar di Indonesia tumbang selama enam jam lantaran data center yang mereka gunakan gagal membangkitkan daya cadangan / genset.

  • Sistem Pendingin Ruangan Data Center

    Terlepas dari seberapa besar listrik yang digunakan untuk pendinginan ruangan data center, yang patut di kritisi adalah spesifikasi dan alur sistem pendingan (HVAC) pada ruangan data center tersebut.

  • Pemantauan Lingkungan

    Mayoritas penyedia layanan colocation menawarkan pemantauan kebakaran yang secara otomatis melalui sistem modular panel menjalankan alat-alat pemadam kebakaran yang menggunakan gas dan material kimia tertentu. Namun penilaian harus di ukur terhadap sistem peringatan dini sebelum terjadi kebakaran seperti sensor asap dan sensor titik panas (hot spot sensor), pemantauan kelembaban dan pemantauan getaran. Sistem pemantauan tersebut dapat mengidentifikasi masalah sebelum berdampak pada kinerja faslitas data center.

  • Manajemen Monitoring Infrastruktur Data Center (DCIM)

    Penyedia colocation yang mampu menggunakan Data-center-infrastructure-monitoring (DCIM) dengan baik dapat mengawasi lingkungan infrastruktur data center secara detail dan menyeluruh, seperti mengenali adanya kerusakan hardware dan kabel bahkan jika ada kabel yang terlalu dekat jaraknya dengan jenis kabel lain yang dapat menyebabkan penurunan kecepatan komunikasi data. Ini merupakan salah satu keahlian teknis yang patut di kritisi dalam perbandingan data center Indonesia.

  • Akses Jaringan Data Center

    Pastikan fasilitas data center tersebut menyediakan multi provider telkom/ISP yang di terminasi secara terpisah satu sama lainnya. Memilki lebih dari 1 provider jaringan tidak akan menjadi masalah sepanjang dapat di kelompokan pada satu jalur kabel yang disediakan, dan aksesibilitas ke server di outsource data center lebih terjamin jika menggunakan beberapa provider telkom/ISP.

  • Ketahanan Data Center

    Sebagaimana seluruh persyaratan sekitar perangkat cadangan listrik, perlu diperhatikan juga apakah penyedia fasilitas data center itu memiliki daya tahan yang baik. Hal ini dapat dilihat apakah data center tersebut memiliki kemampuan operasional sebagai disaster recovery center atau tidak, sehingga rencana colocation perusahaan anda dapat sekaligus mendukung program rencana mitigasi bencana.

Memang keseluruhan checklist tersebut secara sederhana dapat dilihat pada sertifikasi tier data center yang mereka miliki, akan tetapi anda perlu memeriksa sendiri kecocokan data center tersebut agar sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh perusahaan anda.

Anda mungkin mampu untuk mencentang seluruh persyaratan dalam daftar perbandingan data center tersebut diatas. Akan tetapi jika anda tidak dapat berkomunikasi dengan baik pada staff di penyedia colocation center tersebut maka anda tidak akan pernah merasa lebih tenang. Dalam hal ini anda harus melakukan improvisasi dalam mengetahui seperti staff tersebut sudah bekerja berapa lama di fasilitas data center tersebut sehingga anda harus bertatap muka langsung dengan mereka.

Jangan sampai anda terjebak memakai data center yang berkesan “high-end” namun pada kenyataaan masalah komunikasi masih menjadi kendala bagi staff IT perusahaan anda dengan seperti memakai data center di luar negeri yang menggunakan bahasa Inggris apalagi dengan logat Asia seperti pada data center di Sungapura, tentunya jika ada salah komunikasi sedikit saja maka konfigurasi infrastruktur dapat mengakibatkan sistem anda mati total. Hal ini termasuk menjadi hal kritis dalam perbandingan data center mana yang akan digunakan terutama untuk colcoation center bagi instansi pemerintahan di Indonesia.

Sebagai saran, para penyedia fasilitas data center Indonesia sudah memiliki kemampuan setara dengan data center di negara manapun. Pilihlah data center yang memiliki staff orang Indonesia yang juga memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang fasih sehingga tidak ada kendala komunikasi dalam urusan penanganan sistem IT anda.

Pin It on Pinterest

Share This