0 888 1 6262 52
Sudahkah Anda Melakukan Proses Transformasi Digital?

Sudahkah Anda Melakukan Proses Transformasi Digital?

Beberapa tahun belakangan ini, semkain banyak perusahaan di Indonesia yang melakukan proses transformasi digital. Hal ini cukup beralasan, dimana teknologi internet semakin banyak yang dapat mengakses di Indonesia, cara prilaku konsumen juga mulai berubah.

Namun tidak sedikit perusahaan yang mengalami hambatan di tengah proses transformasi digital yang tengah mereka lakukan. Hal ini disebabkan karena banyak faktor. Pada akhirnya, proses transformasi digital tersebut menjadi bertambah mahal biayanya. Bahkan, ada beberapa perusahaan yang tidak sanggup lagi menghadapi persaingan di era digital menjadi terpukul mundur.

Kita dapat ambil contoh kasus pada Food Panda Indonesia, yang akhirnya gulung tikar. Perusahaan ini bukan tidak melakukan proses tranformasi digital, akan tetapi inovasi dan keberlanjutan dari proses transformasi digital kalah cepat oleh perusahaan lain. Saat ini, kondisi bisnis di era digital memang akan bersaing diseputar inovasi.

Apa lagi perusahaan yang tidak melakukan transformasi digital. Di tahun 2017 ini kita sudah banyak melihat beberapa perusahaan retail besar yang gulung tikar. Mereka kalah bersaing dengan pesaing yang telah lebih dulu melakukan transformasi digital dengan e-commerce.

Proses Transformasi Digital Yang Efektif

 

Transformasi digital merupakan proses berkelanjutan. Hal ini akan melibatkan:

  • Pemahaman
  • Keyakinan dan komitmen tingkat eksekutif
  • Komitmen investasi
  • Perencanaan dan Strategi
  • Keberlanjutan inovasi

Kelima pilar tersebut akan menentukan berhasil atau tidaknya proses transformasi digital di suatu perusahaan.

Cloud Managed Services

A managed services across your choice of the world’s leading technologies and cloud platforms.

Pilihan saat ini semakin mengharuskan perusahaan untuk melakukan transformasi digital, tidak ada jalan lain. Perusahaan yang terlalu lambat melakukan transformasi digital akan semakin sulit bersaing.

Berikut beberapa persyaratan dari transformasi digital:

Budaya Yang Diperlukan Untuk Transformasi Digital

Kemampuan bisnis untuk cepat beradaptasi dengan perubahan merupakan salah satu sayarat dasar dari transformasi digital yang efektif. Hal ini dapat memberikan ketahanan dan keunggulan kompetitif bagi perusahaan.

Pola kerja kolaborasi yang meleburkan urusan birokrasi dengan memberikan suatu ekosistem digital yang memunginkan untuk kolaborasi dapat memberikan kecepatan dalam proses transformasi digital.

Kelancaran infrastruktur IT juga merupakan faktor utama dalam era digital sekarang ini. Kemampuan mengelola infrastruktur IT secara efisien sangat dibutuhkan, sehingga tidak memberatkan anggaran perusahaan. Banyak perusahaan yang tidak memahami transformasi digital lantas melakukan investasi besar-besaran. Padahal, apa yang mereka investasikan belum tepat guna untuk dimasa sekarang ini. Dalam hal ini, perusahaan sebaiknya melibatkan konsultan IT yang berpengalaman dengan transformasi digital di beberapa perusahaan.

Disini perlu kita ingat lagi bahwa transformasi digital merupakan suatu proses yang berkelanjutan. Perusahaan perlu secara terus menerus mengukur dan meningkatkan proses transformasi digital.

Strategi Transformasi Digital

Manajemen puncak perlu memberikan kejelasan pandangan mengenai transformasi digital. Ini akan menentukan perencanaan, strategi dan prioritas yang seimbang dengan kondisi bisnis saat ini hingga untuk kedepannya.

Selain itu, transformasi digital akan membutuhkan pemasaran digital sebagai suatu konsekwensi otomatis. Banyak perusahaan yang terlalu besar investasi di awal, akan tetapi tidak mendapatkan respon atau penghasilan sesuai target. Ini dikarenakan ketidak-seimbangan prioritas akibat kurangnya pemahaman transformasi digital secara menyeluruh.

Disinilah mengapa penting untuk melibatkan konsultan IT yang sudah berpengalaman dalam transformasi digital. Sebuah konsultan IT dapat merancang proses transformasi digital untuk bisnis anda secara holistik dan menyeimbangkan dengan kondisi dan kebutuhan bisnis anda saat ini.

Tanpa strategi digital yang tepat dan sesuai dengan kondisi bisnis anda, maka adopsi digital tidak akan pernah benar-benar terealisasi. Ini akan mengakibatkan pemborosan yang sangat besar. Hal ini sangat penting untuk dipertimbangkan setelah anda menemui tujuan dari transformasi digital.

Kemampuan Teknologi Digital

Dalam melakukan transformasi digital, ada beberapa hal teknis yang menjadi dasar dalam perjalanan proses transformasi digital berkelanjutan.

Perusahaan dapat menggunakan layanan cloud untuk mengembangkan infrastruktur IT yang sudah ada. Dengan mengkombinasikan private cloud dan public cloud, perusahaan akan semakin efisien dalam melakukan proses transformasi digital.

Selain itu, sebuah lingkungan kontainer yang dapat mendukung pola kerja DevOps sangat diperlukan. DevOps akan mempermudah dalam melakukan pengujian, sehingga hasil final sebelum disebar tidak akan menyebabkan downtime.

Untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dari waktu ke waktu, bisnis perlu membuka ruang integrasi dengan aplikasi lain. Dengan cara ini, perluasan pemasaran dan kemudahan pelanggan dapat diraih. Orientasi pada layanan pelanggan dalam berbagai cara merupakan tujuan utama dari transformasi digital yang juga merupakan tujuan dari bisnis.

Efektifitas aplikasi dan modul juga perlu selalu di analisa. Dalam era digital sekarang ini, untuk mendapatkan feedback selain dari yang ada aplikasi, perusahaan perlu mendengar para pengguna melalui sosial media.

Sosial media monitoring dapat menjadi bagian pada digital marketing, yang artinya akan berdedikasi pada bagian bisnis anda. DevOps merupakan penggerak dan pengembang pada transformasi digital, namun bagian operasional bisnis merupakan jantung utama. Sampai disini, metode DevOps pada bisnis anda akan bertransformasi menjadi BizDevOps atau lebih dikenal sebagai DevOps 2.0.

Kesimpulan:

Untuk dapat melakukan transformasi digital dengan mulus, perusahaan anda dapat mengikut 5 pilar utama dari transformasi digital seperti yang dijelaskan diatas. Selain bisnis yang gulung tikar karena tidak melakukan transformasi digital, juga ada bisnis yang gagal dalam proses transformasi digital. Ini dikarenakan kurangnya pemahaman transformasi digital sehingga arah proses transformasi digital menjadi tidak jelas.

Selain itu, banyak juga perusahaan yang sudah tepat dalam melakukan proses transformasi digital namun melukan hal lainnya seperti digital marketing yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari transformasi digital. Perusahaan yang melakuan digital marketing dapat lebih efisien dan terarah dalam mengeluarkan biaya pemasaran.

Persaingan bisnis sekarang ini akan seputar pada inovasi digital untuk layanan konsumen dan efisiensi operasional perusahaan dan supply chain / omni channel. Efisiensi, kecepatan dan ketepatan merupakan inti dari manfaat transformasi digital pada seluruh jenis bisnis. Yang membedakan hanyalah implementasinya, karena setiap bisnis adalah unik.

Website di Era Digital

Website untuk bisnis sekarang ini membutuhkan beberapa fungsi untuk dapat mendukung strategi digital bisnis anda.

Sekarang ini, perusahaan yang menunda transformasi digital akan menempatkan bisnis mereka pada pertaruhan yang berisiko tinggi. Oleh karena itu, segeralah melakukan transformasi digital dengan baik dan benar.

Mengenal Hambatan Dalam Meningkatkan Pengalaman Digital

Mengenal Hambatan Dalam Meningkatkan Pengalaman Digital

Sebagian besar perusahaan masih memasukkan saluran digital untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Tapi permainan telah berubah secara nyata, karena teknologi baru yang sampai pada konsumen baru sepenuhnya muncul. Perusahaan harus cepat mengadopsi perubahan yang dapat di mulai dari mengenali hambatan untuk meningkatkan pengalaman digital bagi seluruh pihak.

Kenali Hambatan Dalam Meningkatkan Pengalaman Digital

Kembali pada hari-hari awal Internet, banyak perusahaan berjuang pada awalnya dengan keharusan membuat situs Web. Mereka mencoba untuk menemukan motivasi ketika implikasi industri yang lebih lengkap dari media baru namun diprediksi akan menjadi sangat penting. Siklus yang sama juga terjadi dengan evolusi selanjutnya dari apa yang sekarang semakin dikenal sebagai pengalaman digital online. Termasuk periklanan digital, jejaring sosial, komunitas online, dan aplikasi seluler yang memberi beberapa kemajuan lebih signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pola ini tampaknya cukup konsisten: Teknologi Novel muncul, yang memungkinkan kemungkinan baru secara fundamental. Kemudian perusahaan mencoba untuk mencari tahu bagaimana menerapkannya untuk mendapatkan keuntungan terbaik bagi bisnis mereka. Sayangnya, masih banyak perusahaan masih seperti yang mereka lakukan sebelumnya, yakni terlambat dalam mengadopsi perubahan.

Kemudian beberapa contoh menonjol – biasanya dari dunia startup – menunjukkan keuntungan yang melekat pada teknologi baru dengan titik bukti pasar yang menonjol. Mereka biasanya memberikan pengalaman digital yang berhasil menarik dan menciptakan nilai bagi jutaan orang dalam suatu kepentingan. Cara baru itu entah bagaimana lebih baik, lebih murah, dan / atau lebih mudah. Pada industri yang dihasilkan dan penyulingan pelajaran dari contoh-contoh ini kemudian merembes kembali ke arus utama, meski seringkali lebih lambat dari yang di harapkan.

Dengan mengenali hambatan dalam mengadopsi perubahan, perusahaan dapat lebih meningkatkan pengalaman digital bagi keberlangsungan bisnis. Seperti pada sektor jasa keuangan, digitalisasi layanan perbankan dan asuransi dapat meningkatkan pengalaman digital bagi pengguna secara eksponensial.

Perlunya Pengadopsian Teknologi Digital

Situs Web pada awalnya tampak seperti brosur tradisional. Iklan digital meledak luas seperti iklan surat kabar dan bukannya ditargetkan secara sempit dan ditempatkan secara algoritmik. Media sosial digunakan oleh bisnis karena sebagian besar merupakan media penerbitan daripada keterlibatan yang lebih bermakna dan produktif, dan seterusnya.

Kabar baiknya adalah bahwa dalam jumlah besar, keunikan dan kekuatan inheren setiap kemajuan teknologi baru terus dan perlahan dibuka dan kemudian dipelajari secara luas. Hampir selalu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk melakukan ini. Seringkali lima sampai 10 tahun atau lebih, sebelum aspek penting teknologi baru yang penting dipahami dengan baik dan diterapkan secara luas oleh industri digital.

Semua akan tetap relatif baik jika pengadopsian teknologi baru adalah satu-satunya tantangan kita. Namun, seperti yang telah di kemukakan diatas, kita akan segera memasuki dunia perubahan eksponensial yang didorong oleh teknologi, dan khususnya, hukum kekuatan jaringan komputer. Inilah kenyataan yang kita jalani.

Saat ini, kemajuan teknologi dalam meningkatkan pengalaman digital jadi semakin banyak. Produk konsumen, yang paling mudah memanfaatkan gagasan ini, semakin banyak diadopsi dan semakin cepat. Ini adalah hasil dari kurangnya friksi dalam distribusi digital yang hampir lengkap yang ada saat ini. Dengan demikian meningkatkan pengalaman digital bagi para pelanggan akan menjadi sangat penting.

Contoh jenis perubahan cepat dan pertumbuhan cepat yang mungkin terjadi: Tablet menjadi mainstream dalam jumlah waktu terpendek dari teknologi apa pun hingga saat itu di tahun 2012. Baru-baru ini, Pokemon GO dapat memperoleh 50 juta pengguna pertamanya hanya dalam waktu singkat. 19 hari Di sisi bisnis pengalaman digital – ruang yang lebih menantang dengan penghalang tambahan untuk akuisisi pengguna. Kisah pertumbuhan Slack atau Dropbox telah menunjukkan bahwa masih mungkin untuk mencapai pertumbuhan vital yang sangat signifikan.

Saluran Digital untuk Atasi Hambatan Dalam Meningkatkan Pengalaman Pelanggan

Wawasan utama di sini adalah ini: Banyak layanan online baru ini menjadi saluran digital yang substansial dengan hak mereka sendiri dan perusahaan mana yang sering harus merespon, yang telah menyebabkan proliferasi / fragmentasi saluran digital. Fenomena ini dapat diartikan sebagai “Paradoks Keterlibatan” dimana Perusahaan sekarang harus berada di Facebook (dan sebagian besar jaringan sosial utama lainnya), memiliki strategi untuk tablet, Internet of Things, Slack, dan sinkronisasi file dan berbagi file, serta ratusan bahkan ribuan saluran digital lainnya.

Terlepas dari manfaatnya, sebagian besar organisasi tidak memiliki sumber daya untuk berpartisipasi dalam saluran baru ini. Namun, mereka harus melakukannya, karena pengalaman pelanggan menjadi faktor pembeda utama yang membedakan para pemimpin dan lambannya kinerja perusahaan.

Silahkan baca juga mengenai: pentingnya mengenali saluran digital marketing untuk bisnis.

Implikasinya adalah jika Anda tidak berpartisipasi dalam saluran digital baru yang populer, maka pengalaman pelanggan Anda hilang sama sekali. Anda tidak memiliki kesempatan untuk terlibat atau menciptakan nilai di sana. Ini juga menyoroti masalah terkait: Bagian keseluruhan pengalaman digital turun seiring saluran digital baru terus muncul dan berkembang secara massal. Ini merupakan risiko nyata bagi banyak organisasi karena mereka tertinggal, kecuali minoritas yang telah mengetahui bagaimana mengatur dan memberi skala lebih baik untuk perubahan digital secara eksponensial.

Untuk menggarisbawahi hal ini, data industri terbaru dari McKinsey menunjukkan bahwa tidak ada kurva lonceng di sini: Hanya ada sedikit perusahaan di garda depan kedewasaan digital saat ini. Sementara sebagian besar berada di belakang, dan bahkan mengalami kemunduran karena seberapa cepat teknologi bergerak melewatinya.

Mempercepat Peningkatan Pengalaman Digital

Sementara kita sekarang memiliki beberapa firasat setidaknya bagaimana kita bisa lebih mengikuti perkembangan digital, keseluruhan teknologi pengalaman digital baru yang masuk dari Internet of Things telah menjadi kenyataan virtual. Hal ini menuntut evaluasi yang cermat. Perusahaan juga memerlukan perencanaan, jika tidak secara langsung melakukan eksperimen awal untuk membangun kompetensi awal dan pengetahuan organisasi di area baru yang vital ini.

Penting untuk ditunjukkan juga bahwa sebagian besar kemajuan pengalaman digital ini bersifat aditif dan sangat sedikit yang benar-benar menggantikan apa yang telah terjadi sebelumnya. Jadi saat e-mail dan situs Web muncul pada awal dan pertengahan 1990an, dan tentu saja e-mail makin lama makin di butuhkan. E-mail masih merupakan saluran yang valid dan banyak digunakan untuk komunikasi dan interaksi. Ini berarti semua kemampuan pengalaman digital lama harus dipelihara dan digunakan selama masih banyak digunakan orang.

Hal ini menyebabkan penanganan saluran digital memerlukan konsultan manajemen IT yang berfokus pada pengalaman pelanggan (CEM). Namun, mengingat fase kematangan awal industri CEM, saya berpendapat bahwa, untuk saat ini, platform ini sebagian besar hanya menangani saluran terbesar dan paling terkenal saat ini. Ini adalah tantangan yang serupa dengan industri komunikasi terpadu. Ini bisa juga tidak berjalan dengan baik dengan kemajuan terkini dalam pengalaman dan keterlibatan digital. Jadi, saya menemukan bahwa CEM menjanjikan, tapi harus dapat di optimalkan.

Beberapa Saluran untuk Meningkatkan Pengalaman Digital

Intinya adalah bahwa organisasi harus memiliki pandangan yang jernih tentang lanskap pengalaman digital dan bagian utama yang ada saat ini. Berikut adalah penilaian singkat dari saluran pengalaman digital terbesar dan paling penting yang kebanyakan organisasi harus atasi dengan baik hari ini atau mempertimbangkan dengan hati-hati untuk masa depan. Berikut tercantum dalam urutan awal kemunculan di pasar:

E-mail

Volume e-mail dan jumlah inbox sebenarnya berkembang dengan mantap dalam digit tunggal rendah sesuai dengan laporan Kelompok Radicati baru-baru ini.

Meskipun relevansinya terus berkurang seiring dengan banyaknya pilihan perpesanan yang lebih kaya dan lebih banyak. Hari-hari ini mungkin penggunaan yang paling penting untuk e-mail dalam pengalaman digital adalah menggunakannya sebagai alat pemberitahuan bila ada sesuatu yang penting. E-mail merupakan saluran digital terbaik saat ini dalam meningkatkan pengalaman digital. Mengapa? Karena satu hal yang bisa dilakukan e-mail lebih baik daripada teknologi komunikasi lainnya adalah karena e-mail bisa diinteroperasikan sepenuhnya dengan setiap inbox e-mail lainnya di dunia. Ini membebaskan hambatan, seperti saluran baru seperti sosial biasanya, dan masih bisa menjangkau kebanyakan orang dimanapun mereka berada

Website

Perusahaan lebih membutuhkan situs Web dari sebelumnya untuk memberikan peningkatan pengalaman digital.

Perusahaan saat ini harus memiliki website yang sepenuhnya responsif dan mencakup cara mudah untuk mengelola konten dan partisipasi baik untuk perusahaan maupun pengunjung. Situs Web korporat juga harus terhubung dengan pengalaman digital terkait lainnya, seperti kehadiran jejaring sosial, aplikasi seluler, dan dapat memuat aset virtual pihak ketiga seperti iklan seluler dan konten sindikasi, jika sesuai. Menariknya, biaya pengembangan situs Web yang mumpuni telah menurun dengan mantap dari tahun-tahun yang lalu. Hingga saat ini, seperti kebanyakan teknologi lainnya, kebutuhan akan website yang responsif sangat penting karena telah terbukti memberikan dorongan dalam meningkatkan pengalaman digital pelanggan.

Periklanan Digital

Perusahaan saat ini akan lebih baik jika melakukan pemasaran melalui saluran digital. 

Meskipun terkadang tidak dianggap sebagai bagian dari pengalaman digital yang tepat, iklan berbasis Web dan mobile sering menjadi “titik tombak” bagi sebuah organisasi dalam hal memicu pengalaman digital di pasar. Jadi biasanya perusahaan besar sekarang telah memasukkannya ke dalam strategi digital perusahaan. Strategi iklan digital dapat mengarahkan orang ke hampir semua jenis pengalaman digital yang diperlukan untuk mendukung penciptaan nilai bersama. Periklanan digital juga semakin banyak digunakan untuk menguangkan lalu lintas pengunjung yang ada. Pada akhirnya, pemasaran digital (digital marketing) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam transformasi digital. Periklanan digital merupakan satu syarat yang harus di penuhi dalam menentukan kesuksesan transformasi digital perusahaan anda.

Komunitas Online

Komunitas online adalah titik fokus interaksi bernilai tinggi dalam skala antara bisnis dan pelanggan dan mitra bisnis.

Sementara komunitas pelanggan merupakan pengalaman digital yang penting untuk mendapatkan hak sejak dini dan berkembang sebagai landasan untuk keterlibatan digital di semua saluran, namun juga penting bagi organisasi untuk menjaga pemangku kepentingan mereka lebih dekat daripada di masa lalu. Ini dikarenakan setiap orang mencoba untuk menarik mereka ke lingkup pengaruh digital mereka sendiri. Perlu dicatat bahwa ukuran ROI dari komunitas online mungkin merupakan saluran digital tertinggi, menurut penelitian terbaru. Dan sekarang ini, anda dapat memanfaatkan sosial media sebagai sarana mengumpulkan pelanggan anda di satu tempat untuk memberikan pengalaman digital yang lebih baik.

Media Sosial

Saluran sosial merupakan kombinasi paling strategis dari semua saluran digital dan dapat menjadi pusat berkumpulnya para pelanggan anda.

Miliaran potongan konten dari setiap jenis yang bisa dibayangkan diciptakan bersama setiap hari oleh orang-orang dan organisasi tempat mereka berinteraksi secara online. Sekarang hampir wajib untuk memiliki kehadiran di semua jaringan sosial utama. Saat ini, bagaimanapun, saluran sosial yang paling banyak terlibat seringkali merupakan layanan khusus yang ditujukan untuk kepentingan atau tujuan tertentu. Sebagai contoh, perusahaan penerbitan harus terhubung dengan Google Goodreads. Pengalaman digital organisasi lainnya harus dikoordinasikan dan dihubungkan dengan saluran sosial mereka. Kegiatan di medsos dapat di analisis untuk mengukur peluang / krisis secara teratur. Media sosial yang lebih tua seperti blog korporat masih merupakan saluran penting dan sangat berguna, namun memerlukan teknik inboud marketing yang perlu di kombinasikan termasuk dengan saluran media sosial.

Aplikasi Mobile

Aplikasi mobile dapat membantu perusahaan anda dalam memberikan layanan digital yang semakin baik.

Aplikasi mobile merupakan cara yang menarik untuk menyediakan berbagai jenis pengalaman digital saat ini. Meskipun tidak sebagus website dalam hal seperti lokasi, video, suara, atau pengalaman yang sangat mendalam, kenyataanya semakin banyak orang menggunakan perangkat mobile untuk berinteraksi. Strategi digital yang baik dapat memetakan mana yang paling masuk akal untuk diinvestasikan di dalamnya. Aplikasi mobile memungkinan layanan anda terhubung dengan layanan lainnya dan semakin memperkuat legitimasi layanan bisnis anda di masa depan.

API dan Aplikasi pihak ke-3

Dapat memperluas cakupan layanan digital bisnis anda, dengan semakin banyak terhubung pada aplikasi dan bisnis lainnya.

Model ini merupakan strategi digital yang sangat berbeda dan kuat. Perusahaan dapat mengembangkan pengalaman digital yang dibutuhkan bagi pelanggan mereka dengan cara ini. Seperti yang telah lama saya ikuti di tempat ini, membuka API kepada para mitra bisnis yang memiliki motivasi dan akan menginvestasikan waktu dan sumber daya mereka sendiri dalam menciptakan pengalaman digital pihak ke-3 bisa menjadi strategi yang sangat sukses. Saat ini di dunia dan di Indonesia, semakin banyak Perusahaan tradisional yang sudah sadar bahwa model ini merupakan hal yang menantang dan wajib dilakukan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan bisns.

IoT

Internet of Things merupakan salah satu kemajuan teknologi yang akan terus berkembang dan lebih mengarah pada komunikasi antar konsumen dan produsen / vendor.

Hampir setiap benda dalam hidup kita akan terhubung. Masing-masing akan membutuhkan pengalaman digital yang efisien dan efektif. Para pimpinan perusahaan harus selalu mengeksplorasi keterlibatan IoT dalam dunia digital secara maksimal. Poin utamanya adalah bahwa pengalaman digital berinteraksi dengan begitu banyak perangkat yang terhubung. IoT juga merupakan evolusi dalam paradigma interaksi antar konsumen dan manajemen. Hal ini mendatangkan tantangan agar IoT dapat membuat efektifitas yang lebih di masa mendatang. Perusahaan harus berpikir sangat holistik dan dengan cara yang sangat interoperabel. Jika perusahaan mengharapkan pengalaman pelanggan dalam hal IoT, maka itu harus berjalan lancar dan berguna.

Bot Cerdas

Internet of Things merupakan salah satu kemajuan teknologi yang akan terus berkembang dan lebih mengarah pada komunikasi antar konsumen dan produsen / vendor.

Banyak hype yang telah disebar tentang layanan obrolan cerdas seperti Facebook Messenger atau chatbots cerdas lainnya. Tren ini patu di pertimbangkan oleh para C-Level secara mendalam. Para pengendali perusahaan wajib mendukung mereka untuk menjadi model terdepan untuk meningkatkna pengalaman digital di generasi mendatang, terutama bila dikombinasikan dengan antarmuka menggunakan suara.

Perusahaan dapat mengharapkan peningkatan pengalaman digital sembari menekan biaya dengan menggunakan bot cerdas. Ini merupakan salah satu teknik otomatisasi dalam meningkatkan pengalaman digital. Saat ini, banyak pihak sedang terlibat dalam pengembangan bot cerdas yang dapat mengukur efektivitas pengalaman digital.

Kesimpulan:

Jelas, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan di sini, dan saling memberi manfaat satu sama lain. Yang merupakan salah satu poin penting disini adalah: Sebagian besar organisasi harus menghabiskan banyak waktu untuk mempertimbangkan dalam bagaimana mengatur pengalaman digital terpadu yang modern.

Perlu diketahui juga bahwa saluran pengalaman digital merupakan hal utama yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan. Sebagian besar organisasi memiliki pekerjaan rumah tambahan yang serius yang harus dilakukan agar tetap terhubung dengan baik dengan pemangku kepentingan utama mereka di saluran digital.

Untuk ini, kami merekomendasikan agar organisasi secara proaktif mengembangkan peta jalan yang menghasilkan jaringan yang luas untuk mencakup semua teknologi yang relevan. Kemudian melakukan eksperimen kecil untuk memvalidasi teknologi pengalaman digital yang muncul, membangun solusi digital yang efektif yang secara aktif mendorong penciptaan bersama yang berkelanjutan dan berkembang dengan para pemangku kepentingan.

Jadwal Penerbangan Batal Akibat Kelumpuhan Data Center

Jadwal Penerbangan Batal Akibat Kelumpuhan Data Center

Sebanyak 280 jadwal penerbangan batal di Delta Airlines sebagai akibat dari terhentinya sistem TI utama, perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan. Ini merupakan pemadaman seluruh sistem yang kedua kalinya bagi Delta Airlines dalam enam bulan terakhir. Pada tanggal 29 Januari 2017 yang lalu, United Airlines juga mengalami kelumpuhan pada infrastruktur data center yang mengakibatkan lebih dari 200 jadwal penerbangan dibatalkan.

Perangkat Usang Sebabkan Jadwal Penerbangan Batal

Orang yang terlibat dalam industri ini telah mengetahui peringatan tentang infrastruktur IT usang warisan yang diandalkan oleh perusahaan maskapai penerbangan raksasa ini. Mereka memprediksi insiden yang berhubungan dengan teknologi akan lebih sering terjadi. Akan tetapi perusahaan enggan untuk melakukan upgrade besar, yang mahal dan sulit diterapkan karena sistem harus tetap online selama 24 jam. Inilah mengapa Request Time Objective (RTO) memerlukan disaster recovery pada saat pergantian perangkat data center.

Akibatnya, ratusan jadwal penerbangan batal berangkat. Jenis gangguan ini tidak dapat diterima di belahan dunia manapun. Bahwa sangat penting sebuah perusahaan besar untuk memiliki sistem operasional cadangan, terutama bagi yang melayani publik selama 24 jam nonstop. Pada kejadian ini, sistem data center maskapai penerbangan Delta kembali pulih setelah beberapa jam (tengah malam waktu setempat).

Pemadaman maskapai penerbangan akan berdampak sangat mahal. Selain biaya perbaikan dan kerusakan juga reputasi perusahaan menurun drastis. Mereka harus mengeluarkan pengembalian dana dan menjadwal ulang penerbangan bagi pelanggan yang terkena dampak. Delta memperkirakan bahwa kelumpuhan sistem IT Agustus (2016) yang lalu menelan biaya perusahaan sekitar US$ 150 juta atau sekitar Rp. 2 Triliun.

Peringatan Bagi Perusahaan Penerbangan Lainnya

Terutama bagi perusahaan penerbangan di Indonesia dan operator landasan seperti Angkasapura. Kejadian di Maskapai Delta dan maskapai penerbangan lainnya (United Airlines, Jet Blue, South West Airline dan sebagainya) merupakan peringatan serius terhadap industri penerbangan di tanah air.

Downtime pada maskapai penerbangan dapat berakibat delay penerbangan, maupun jadwal penerbangan batal total. Delay penerbangan maskapai akan sebabkan turunnya kualitas pelayanan dan biaya ‘entertain’ untuk penumpang pesawat. Sedangkan jadwal penerbangan batal maka perusahaan harus memberikan kompensasi dan juga hilangnya potensi omset. Biaya tetap berjalan, overhead bertambah untuk memperbaiki infrastruktur data center.

Dari data yang kami temukan, sebuah kejadian delay dapat mengakibatkan tambahan biaya dalam kisaran belasan triliun. Tentunya, yang kita bicarakan disini bukan delay atau jadwal penerbangan yang batal karena alasan teknis pesawat, akan tetapi karena gangguan sistem IT maskapai tersebut.

Bagaimana Cara Mencegah dan Mengatasi Downtime ?

Terlalu sering downtime terjadi di perusahaan besar. Tidak hanya pada maskapai penerbangan saja, sektor keuangan dan layanan finansial juga lebih mengerikan sebab downtimenya. Serangan cyber semakin beragam dalam era ekonomi digital sekarang ini. Seluruh penerapan intelejen dikerahkan oleh grup perusahaan besar di dunia yang menelan puluhan triliun untuk teknologi pengamanan.

Sebetulnya, ada hal menarik yang dapat kita pahami dari situasi ini yakni sarana disaster recovery center (DRC). Sebuah data center fisik di khususkan untuk pusat mitigasi bencana atau sebagai cadangan keseluruhan sistem operasional perusahaan. Maupun Disaster Recovery as a Service (DRaaS), Cloud Backup, Cloud Disaster Recovery, tetap di balik layanan cloud tersebut sebuah data center fisik berdiri di belakangnya.

Dengan menggunakan sistem DRC yang dalam hitungan detik atau menit dapat mengalihkan operasional  ke sistem cadangan di DRC tersebut, maka jumlah RTO downtime yang tadinya beberapa jam dapat semakin singkat. Hal ini secara langsung menurunkan biaya tambahan yang perlu di keluarkan dan dapat menjadi solusi mempertahankan kepercayaan konsumen pada saat sistem operasional mengalami gangguan.

Perbandingan Biaya Downtime dengan Biaya Disaster Recovery

Peningkatan pelayanan publik perlu di dukung oleh sebuah situs disaster recovery center yang layak. Gangguan sistem mungkin menjadi tidak terasa (seamless) oleh para pengguna, sementara team ahli IT anda berusaha perbaiki gangguan tersebut. Operasional dapat berjalan nonstop selama 24 x 7.

Jika kita bandingkan biaya downtime yang mencapai triliunan rupiah  dalam beberapa hari saja (kasus downtime Delta danJet Blue di tahun 2016), tentunya biaya untuk disaster recovery center yang berkisar belasan milyar per tahun pun akan sangat kecil. Alih-alih menekan biaya disaster recovery center, downtime terus menghantui pikiran para pemangku kepentingan dan orang-orang yang terlibat. Hal tersebut menghambat kelincahan dan kemampuan untuk bisnis perusahaan.

Tidak Sembarang Data Center yang Dapat Menjadi Situs DRC

Ibarat akan menempatkan seluruh sistem pada wadah di luar lokasi anda, tentunya wadah tersebut harus lebih kuat dari data center di perusahaan anda. Definisi situs DRC yang tepat dapat mencapai cost-effective. Berikut beberapa kriteria penting dalam menentukan sebuah situs Disaster Recovery Data Center.

  • Lokasi harus berbeda secara seismik, dan kondisi lingkungan dari data center induk di perusahaan anda. Untuk menjaga network latency, situs DRC disasrankan sekitar radius 50 km dari lokasi data center utama milik perusahaan anda.
  • Sertifikasi Tier dan Sertifikasi Keamanan. Sertifikasi tier yang berlaku di internasional adalah Uptime Institute dan CompTia (walau belum sepopuler The Uptime Institute). Dengan seleksi yang ketat, sebuah data center yang mendapat sertifikasi Tier III dari Uptime Institute akan sanggup memberikan SLA 99.999% hampir tanpa downtime dalam setahun operasional. Sedangkan sertifikasi lainnya seperti sertifikasi Tier TIA946 tidak seketat The Uptime Institute. Ini akan erat hubungannya dalam faktor keamanan. Data center yang telah mendapat sertifikasi TIER III dari The Uptime Institute biasanya tidak kesulitan mendapat sertifikasi ISO 27001 (tentang manajemen keamanan data center). Pemenuhan kedua sertifikasi ini dapat dikatakan wajib pada sebuah data center yang memang khusus untuk Disaster Recovery Center. Jika tidak, maka nama data center tersebut adalah colocation server data center.
  • Memiliki karyawan berpengalaman secara internasional (US dan Europe) dan memiliki sertifikasi profesional di beberapa bidang yang di butuhkan.

Cukup dengan 3 faktor tersebut, untuk mendapatkan cost-effective dalam hal keberlangsungan operasional bisnis perusahaan anda selama 24 x 7 non-stop. Dan akhirnya, seluruh orang yang terlibat di perusahaan dapat bebas dari kekhawatiran downtime yang dapat menyebabkan delay maupun pembatalan penerbangan.

elitery indonesia disaster recovery data center

Kami sangat senang jika ada rekan-rekan praktisi di perusahaan penerbangan maupun DR Provider yang mau berdiskusi dengan hal ini. Silahkan comment reply dibawah ini. Terimakasih!

Memilih Layanan Disaster Recovery Terbaik Sesuai Kebutuhan

Memilih Layanan Disaster Recovery Terbaik Sesuai Kebutuhan

Memiliki strategi pemulihan bencana data merupakan hal terpenting dalam menjamin kelangsungan bisnis dalam mengantisipasi gangguan tak terduga. Terutama untuk perusahaan besar yang banyak menggunakan perangkat TI, menemukan layanan disaster recovery terbaik bukanlah sebuah hal yang mudah. Tapi menerapkan strategi seperti itu sering ditunda oleh perusahaan karena dua alasan. Pertama: rumit untuk mengevaluasi operasional bisnis dalam mencari data penting yang perlu tersedia segera setelah bencana. Kedua: banyak yang percaya bahwa pemulihan bencana adalah terlalu mahal, terutama untuk usaha kecil dan menengah.

Memilih Layanan Disaster Recovery Terbaik Sesuai KebutuhanKedua masalah ini membuat gesekan yang memperlambat adopsi teknologi dan strategi pemulihan bencana. Sedangkan untuk bisa segera pulih dari bencana semakin menjadi penting dalam era ekonomi digital ini daripada sebelumnya. Rata-rata biaya tahunan downtime adalah USD 880.000 atau sekitar Rp. 11.7 Milyar untuk bisnis menengah (berdasar laporan dari Grup Konsultan Aberdeen).

Terutama untuk perusahaan di Indonesia, seperti perbankan. Mereka sangat membutuhkan layanan disaster recovery. Dalam hal ini, seberapa cepat failover dapat dilakukan merupakan faktor utama. Oleh karena itu, ada baiknya perusahaan di Indonesia memiliki solusi disastere recovery terbaik yang berlokasi di Indonesia. Hal ini akan meminimalkan loss data pada saat failover dan pemulihan sistem.

Memilih Layanan Disaster Recovery Terbaik untuk Perusahaan Anda

Ada tingkat tertentu dari layanan disaster recover terbaik yang pelanggan dapat andalkan. Beberapa akan bisa berjalan pelanggan melalui proses pengembangan rencana pemulihan bencana. Itu memang tugas yang sulit bagi pelanggan untuk anda yang baru pertama kali berurusan dengan rencana DR (Disaster Recovery).

Sebagai langkah awal, strategi keberlanjutan usaha (BCP) dan metrik analisa dampak kelangsungan bisnis (Business Impact Analysis atau sering disingkat dengan BIA) harus disusun dan di sebar ke seluruh organisasi.

Jika manajemen telah mengetahui apa saja yang perlu di lindungi dengan layanan disaster recovery, maka selanjutnya menentukan kriteria layanan disaster recovery terbaik.

  • Lihatlah ke BIA Anda untuk Mendapatkan Petunjuk

    Memvalidasi kebutuhan bisnis Anda untuk pemulihan bencana adlaah dengan meninjau hasil analisis dampak bisnis (BIA). BIA harus mengidentifikasi aset TI dan data yang paling memiliki misi kritis.

    Hasil dari BIA juga harus menentukan target waktu pemulihan (RTO) dan titik vital objek pemulihan (RPO) untuk aset misi kritis IT. Pastikan vendor dapat mengakomodasi kebutuhan RTO dan RPO Anda.

  • Pastikan Teknologi Penyedia DRaaS Dapat Di Andalkan untuk Kebutuhan Anda

    Setelah Anda telah menganalisis data di atas, tentukan apa yang Anda inginkan dengan layanan cloud. Kemudian verifikasi bahwa vendor dapat mendukung kebutuhan Anda. Cari tahu apa yang vendor dapat lakukan jika data Anda hilang atau rusak dengan mengajukan pertanyaan seperti:

    • Berapa banyak cadangan salinan data Anda tersedia dan di mana mereka berada?
    • Dapatkah vendor merekonstruksi image data Anda (serta mesin virtual yang digunakan) pada titik tertentu di masa lalu dari backup yang tersedia?
    • Seberapa jauh backup yang tersedia dapat di kembalikan berdasar kalender tanggalan?
    • Apa yang akan vendor lakukan ketika Anda melakukan failover ke DRaaS dan kemudian siap untuk kembali ke lingkungan normal Anda?

    Anda juga harus menentukan apakah server dan perangkat lain yang akan digunakan untuk infrastruktur Anda berdedikasi untuk organisasi Anda. Anda harus waspada jika vendor “merumahkan” data dengan pengguna lain pada setiap server. Juga, pastikan untuk mendapatkan rincian tentang bagaimana penyedia DRaaS berencana untuk menangani keamanan infrastruktur (firewall, anti-virus, sistem pencegahan intrusi dan penggunaan enkripsi). Pahami kemampuan vendor untuk keamanan.

    Setelah Anda yakin vendor dapat memberikan apa yang Anda butuhkan, pertimbangkan mengatur migrasi bertahap untuk pengaturan DRaaS. Ini seperti dengan : bermigrasi aplikasi tertentu, database dan data untuk layanan selama enam bulan, sehingga ada cukup waktu untuk memeriksa bagaimana vendor dapat mendukung kebutuhan Anda. Jika semua berjalan dengan baik, Anda dapat dapat menambahkan elemen infrastruktur lainnya dari waktu ke waktu.

    Kebanyakan vendor menawarkan dukungan untuk pengembangan rencana DR dan pengujian. Manfaatkan semua sumber daya pengembangan dan pengujian yang tersedia, karena mereka akan membantu untuk memastikan bahwa rencana DRaaS Anda sesuai untuk kebutuhan Anda dan akan bekerja bila diperlukan.

    Akhirnya, selain untuk membangun perjanjian tingkat layanan (SLA), pertimbangkan untuk menetapkan proses remediasi darurat dalam kasus penyedia layanan tidak dapat memenuhi kewajibannya SLA-nya. Swaktu-waktu bisa saja salah, jadi pastikan Anda memiliki “pintu belakang” jika integritas SLA memang perlu dikompromikan. Selidiki proses untuk beralih ke penyedia DRaaS jika Anda tidak puas dengan layanan; Namun, untuk memilih layanan disaster recovery terbaik memang membutuhkan waktu.

  • Periksa Referensi Penyedia Layanan Disaster Recovery

    Dapatkan referensi dari penyedia solusi DRaaS dan mintalah pendapat mereka tentang layanan, tutorial dan sebagainya. Periksalah penyedia data center yang mereka gunakan untuk kebutuhan Anda. Periksa apakah sudah sesuai dengan berbagai standar dan peraturan, seperti ISO 27001, ISO 22301, dan lain-lain. Selain itu, cari tahu apakah vendor dapat memberikan jaminan salinan data. Tinjaulah secara hati-hati. Seharusnya para penyedia layanan disaster recovery terbaik akan memberikan data tersebut kepada pelanggan mereka.

Anda juga harus meminta rincian pada vendor staf, terutama orang-orang yang akan mengelola infrastruktur Anda. Pastikan untuk mendapatkan riwayat dan informasi terkait lainnya pada semua teknisi di penyedia disaster recovery terbaik tersebut. Memeriksa kredensial dan referensi yang diperlukan. Dengan kata lain, pastikan Anda tahu siapa yang akan mengawasi infrastruktur.

Sementara manfaat dari penawaran layanan dikelola (managed services) – terutama untuk pemulihan bencana – banyak mengandung risiko yang juga harus diselidiki.

Program Transformasi Digital di Tiap Perusahaan Berbeda-beda

Program Transformasi Digital di Tiap Perusahaan Berbeda-beda

Transformasi digital sudah bukan merupakan wacana. Saat ini, transformasi digital merupakan kebutuhan yang harus di penuhi oleh seluruh jenis usaha. Oleh karena itu, program transformasi digital di tiap perusahaan mungkin akan berbeda-beda. Untuk lebih mengetahui hal ini, kami mengemukakan topik yang mendasari hal tersebut.

Pada dasarnya, transformasi digital merupakan rangkaian proses yang bertujuan untuk lebih memberikan peningkatan pelayanan pada pelanggan, dan lebih melancarkan layanan operasional IT secara internal. Pada skala perusahaan besar, hal in akan membawa dampak perubahan yang sangat besar. Baik dari sisi teknis, maupun dari sisi biaya, program transformasi digital akan melibatkan banyak hal.

Keuntungan dari suksesnya transformasi digital ini telah dinikmati oleh beberapa perusahaan di Indonesia, termasuk Unilever, Petrogas, dan Bakmi GM. Melalui sebuah konsultan IT yang memiliki pengalaman di tingkat internasional, perusahaan tersebut berhasil melakukan transformasi digital.

Beberapa Program Transformasi Digital di Perusahaan Indonesia

Beberapa perusahaan lainnya yang telah mengadopsi transformasi digital. Hanya saja sayangnya program transformasi digital tersebut masih dianggap sebagai sebuah akhir tujuan. Seyogyanya, transformasi digital itu merupakan proses jangka panjang untuk mengatasi perubahan dengan melakukan inovasi dan integrasi secara terus menerus.

Program Transformasi Digital di Perusahaan Taxi BlueBird

Setelah munculnya jasa transportasi onlne seperti GrabBike, Uber dan Go-Jek, BlueBird mulai melakukan transformasi digital. Dengan layanan aplikasi order Taxi BlueBird via Android, BlueBird memasuki era digitalisasi bisnis. Program transformasi digital di BlueBird ini sebetulnya belum maksimal menurut pandangan kami, karena tidak cukup hanya sampai pada pembuatan aplikasi pemesanan saja. BlueBird dapat menambahkan inovasi lainnya, seperti bekerjasama dengan Traveloka dan aplikasi sejenis untuk pemesanan taxi online. Disamping itu, BlueBird juga dapat bekerjasama dengan marketplace seperti Tokopedia dan situs berita untuk menempatkan pemesanan taxi online.

Tentunya kami tidak dapat menelaah pada proses transformasi digital di perusahaan taxi BlueBird. Mungkin jika pihak BlueBird ingin berikan kesempatan untuk dapat kami ulas, silahkan hubungi kami.

Perusahaan Yang Gagal Dalam Transformasi Digital Hengkang Dari Persaingan

Pada akhir kuartal 2016, FoodPanda Indonesia, sebuah perusahaan pesan antar makanan berbasis web dan android, hengkang dari Indonesia. Ada beberapa ulasan yang sependapat dengan pantauan kami, yakni GrabFood dan GoFood sebagai penyebab utama mereka hengkang dari Indonesia.

Dengan kemudahan dan kecepatan pengiriman serta terkurnya waktu antar, tentunya hal ini memberikan nilai tersendiri bagi para pemesan makanan. Mereka tidak peduli Brand, para konsumen pesan antar makanan hanya peduli kemudahan dalam memesan makanan, kecepatan dan terukurnya segala hal.

Hal ini dapat terjadi pada sleuruh jenis usaha. Kita dapat bayangkan jika distributor makanan dan minuman mulai membuat aplikasi pesan antar untuk belanja bulanan. Maka hypermart dan minimarket akan mulai menyadari bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan.

Transformasi digital juga harus mencakup tujuan akhir, yakni mendapatkan nilai pembeda di pasar. Dengan inovasi terus-menerus, maka perusahaan bisa mendapatkan keunggulan kompetitif. Kita dapat melihat transformasi digital yang dilakukan oleh Domino Pizza.

Kesimpulan yang dapat di ambil.

Pada intinya, transformasi digital ini harus berhasil dalam meningkatkan loyalitas pelanggan. Seperti memberikan reward atas orderan dengan frekuensi atau jumlah tertentu. Untuk mencapai hal tersebut, para pimpunan perusahaan sebetulnya harus mengemukakan lingkungan DevOps sebagai pondasi paling dasar.

Transformasi digital merupakan proses jangka panjang, inovasi tanpa henti untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dari waktu ke waktu. Hal ini memerlukan pengujian rilis / versi baru dan jika tidak dalam wadah DevOps yang terisolasi maka akan sering terjadi kegagalan sistem. Perusahaan dapat mengatasi hal tersebut dengan memanfaatkan layanan disaster recovery center yang dapat memindahkan operasional dalam sekejap ke sistem cadangan di penyedia fasilitas data center.

Transformasi digital hanya akan berhasil dilakukan jika pimpinan perusahaan berasal dari praktisi IT, seperti para CIO. Sebagaimana contoh transformasi digital yang sukses oleh Unilever, kita dapat menarik kesimpulan bahwa transformasi digital memerlukan kepemimpinan yang kuat untuk mengadopsi hal ini. Dengan para CIO yang memiliki wawasan yang update, maka perusahaan dapat merespon perubahan dengan cepat. Ini sangat penting dilakukan baik untuk bertahan maupun untuk menjadi pemimpin pasar. Jika anda tidak lakukan, maka para pesaing dan perusahaan startup yang akan melakukannya.

Dengan transformasi digital, perusahaan dapat lebih tajam dalam melakukan pemasaran. Digital marketing merupakan pasangan sejati dari transformasi digital. Website perusahaan pun juga harus mulai memberikan fungsi dan keterlibatan langsung dengan konsumen. Website seperti itu dikenal sebagai website yang mendukung lingkungan DevOps. Silahkan hubungi kami di 087880044000 untuk jasa Web Managed Services. Terimakasih

Perbedaan Virtualisasi Jaringan dengan Virtualisasi Server

Perbedaan Virtualisasi Jaringan dengan Virtualisasi Server

Dalam dunia teknologi informasi, virtualisasi jaringan atau jaringan virtual adalah serangkaian proses yang menggabungkan beberapa sumber daya hardware dan software ke sebuah kesatuan pengelolaan yang berbentuk software. Virtualisasi jaringan melibatkan sebuah platform virtual seperti VMware ataupun Docker, yang sering di gabungkan pada sumber daya virtual.

Virtualisasi jaringan yang menggabungkan beberapa jaringan atau perangkat jaringan kedalam sebuah unit virtual dinamakan Virtualisasi Eksternal. Sedangkan Virtualisasi Internal menyediakan fungsi jaringan yang sejenis kedalam sebuah wadah perangkat lunak pada sebuah server jaringan.

Dalam dunia DevOps, dikenal istilah software testing. Para pengembang menggunakan jaringan virtual untuk menguji software pada sebuah lingkungan jaringan virtual yang sedang berjalan. Jika dulu mereka mencoba pada simulasi, sekarang mereka dapat mencoba langsung (live testing). Sehingga kejadian saling menyalahkan antara tim developer dan tim operasional sudah menghilang.

Komponen Jaringan Virtual

Beberapa perangkat dan software yang digunakan untuk virtualisasi jaringan antara lain :

  • Perangkat jaringan, seperti switch, network adapter atu NIC.
  • Elemen jaringan, seperti firewall dan load balancer.
  • Aplikasi, seperti Virtual LAn (VLAN) dan kontainer seperti VM dan Docker.
  • Penyimpanan, seperti Network Attached Storage (NAS), SAN, dan sebagaiya.
  • Media jaringan, seperti ethernet, kabel serat optik.
  • Mesin ke mesin, seperti perangkat telekomunikasi.

Perbedaan Virtualisasi Jaringan dengan Virtualisasi Server

Untuk satu hal mereka sangat mirip secara konsep. Pada server virtual, lapisan lunak abstraksi (server hypervisor) mereproduksi atribut server fisik dalam perangkat lunak. Hal ini memungkinkan atribut untuk merakit pemrograman dalam kombinasi yang lebih bebas untuk menghasilkan mesin virtual yang unik (VM) dalam hitungan detik. Dengan virtualisasi jaringan, fungsi yang dimiliki jaringan hypervisor dapat mereproduksi layanan seperti switching, routing, kontrol akses, firewall, kualitas layanan (QoS), dan perangkat lunak load balancing. Hal tersebut memungkinkan mereka menghasilkan jaringan virtual yang unik dalam hitungan detik.

Virtualisasi jaringan juga memberikan manfaat yang mirip dengan virtualisasi server. Contohnya, mesin virtual beroperasi secara independen dari hardware dan memungkinkan TI untuk memperlakukan host fisik sebagai kolam kapasitas komputasi. Jaringan virtual beroperasi secara independen dari perangkat keras IP jaringan yang menjadi dasar. Sehingga TI dapat memperlakukan jaringan fisik sebagai kolam kapasitas transportasi yang dapat dikonsumsi dan kembali bertujuan pada pelayanan permintaan.

Ketika Anda berpikir tentang hal itu, apa yang terjadi di jaringan saat ini adalah hal yang sama yang telah terjadi di komputasi dan penyimpanan selama bertahun-tahun. Sama seperti virtualisasi server yang membuka peluang baru bagi organisasi untuk menyimpan dan mengakses informasi dengan jangkauan yang lebih besar dan kecepatan lebih tinggi dari sebelumnya. virtualisasi jaringan menyelesaikan tantangan jaringan yang telah menjadi masalah organisasi saat ini dengan mewujudkan data center menjadi semakin berkualitas.

Perhatikan diagram berikut dibawah ini (sumber dari website VMware).

diagram perbedaan antara virtual server dengan jaringan virtual

Lebih penting lagi, virtualisasi jaringan memberikan pondasi yang kuat untuk menyelesaikan tantangan jaringan yang dapat menjaga kebutuhan bisnis saat ini dan berpotensi untuk mengadopsi sistem Software-Defined Data center (SDDC) secara penuh.

Kinerja Jaringan Virtual

Hal yang perlu diwaspadai adalah, ketika bandwidth mencapai 10 Gbit/s atau lebih, tingkat paket akan melebihi kemampuan pengolahan pada serangkai jaringan. Agar pengolahan throughput tetap tinggi, beberapa kombinasi perangkat lunak dan perangkat keras pembantu dikerahkan. Ini yang disebut sebagai “jaringan dalam kotak”. Pendekatan ini menggunakan hardware dependent kontroler interface jaringan (NIC) menggunakan ekstensi SRIOV dari hypervisor atau menggunakan teknologi jalur cepat antara NIC dan muatan (mesin virtual atau kontainer).

Software Defined Networking

SDN menggunakan proses perekaman untuk penyediaan jaringan. Misalnya, alih-alih membangun jalur jaringan dengan menggunakan alat, pengguna harus dapat memprogram jaringan ketika mereka ingin membangun jalur jaringan.

SDN membuat jaringan dapat diprogram dengan memisahkan ‘control plane‘ (yang berfungsi untuk memberi informasi kejadian jaringan apa dan terjadi di mana) dari ‘data plane‘ (mengirim paket ke tujuan tertentu). Hal ini bergantung pada switch yang dapat diprogram melalui kontroler SDN dengan menggunakan industri kontrol protokol standar, seperti OpenFlow.

Baca juga mengenai: Bagaimana departemen IT melakukan Otomatisasi Bisnis.

Kesimpulan:

Virtualisasi jaringan berbeda dengan virtualisasi server walaupun memiliki konsep yang mirip. Namun jaringan virtual memberikan beberapa manfaat pada server virtual, seperti untuk pengujian aplikasi. Hal ini semakin dimungkinkan dengan platform container docker yang menggunakan sistem isolasi per bagian / cluster.

Jaringan virtual perlu di modifikasi agar tetap memiliki kinerja throughput yang tinggi, sehingga kualitas jaringan di data center semakin optimal. Disini dapat kita pahami bahwa Docker dapat digunakan untuk mengoptimalkan infrastruktur teknologi informasi, baik untuk jaringan virtual maupun server virtual.

Pin It on Pinterest

Share This