0 888 1 6262 52
Berapa Biaya Iklan di Facebook untuk Branding Online Produk?

Berapa Biaya Iklan di Facebook untuk Branding Online Produk?

Sangat penting untuk mengetahui berapa biaya iklan di Facebook yang dibutuhkan untuk branding online Produk agar dapat menganggarkan secara tepat. Kesalahan dalam penganggaran biaya iklan di Facebook dapat mengurangi efisiensi atau bisa juga mengurangi efektivitas kampanye branding online.

Berapa Biaya Iklan di Facebook untuk Branding Online Produk?

Suatu branding online ditujukan untuk meningkatkan kepedulian orang terhadap produk. Sudah menjadi hal umum, iklan yang berulang sampai pada seseorang merupakan iklan yang efektif. Oleh karena itu, biaya iklan di facebook akan bergantung pada jumlah cakupan target audience dikalikan berapa kali setiap pemirsa akan melihat iklan produk tersebut.

Kita akan bandingkan berapa biaya iklan di facebook untuk video marketing dan berapa biaya iklan di facebook untuk konten grafis.

Disini kita asumsikan bahwa setiap pemirsa harus melihat branding produk anda minimal 3 kali dalam sebulan. Produk merupakan produk elektronik perkantoran. Maka ini akan membutuhkan proses inbound mulai dari menarik pemirsa, menjaring follower / fans, edukasi produk, lead generation dan akhirnya call to action. Namun, saat proses menarik pemirsa, sekaligus kita dapat menjaring semuanya itu, tapi ini akan keluar dari pembahasan branding online.

Penargetan Pemirsa

Pertama kali yang dapat kita lakukan untuk mengetahui berapa biaya iklan di facebook untuk hal tersebut adalah dengan menetapkan target pemirsa. Misal, kita akan menargetkan branding untuk:

  • Wilayah Jabodetabek (wilayah penargetan pertama)
  • Usia 25 – 55 tahun (usia efektif)
  • Pendidikan minimal sarjana (tingkat pemakai personal dan pengambil keputusan di perusahaan)
  • Jenis industri tempat mereka bekerja
  • Pengadopsi awal teknologi
  • Pembelanja yang berinteraksi
  • Dan parameter lainnya, misal minat yang disesuaikan dengan produk anda.

Misal, hasil dari penargetan tersebut akan memberikan cakupan 8 juta pemirsa potensial.

Biaya Iklan di Facebook untuk Target Jangkauan

Rata-rata biaya iklan di facebook untuk konten grafis di fanspage berkisar Rp. 13.500 per 1000 view. Ini artinya untuk mencapai 8 juta views membutuhkan sekitar Rp. 108 juta. Akan tetapi ini baru dari keterlihatan saja, belum keterlibatan. Keterlibatan yang paling efektif adalah dengan berkunjungnya pemirsa ke website yang berisi informasi produk anda. Selain itu, iklan prospek (leads generation) juga bagus untuk produk B2B.

Keterlibatan akan memiliki dampak yang lebih efektif terhadap kampanye iklan di facebook. Oleh karena itu, untuk konten grafis sangat disarankan tidak sekedar upload foto di fanspage facebook. Anda harus membuat konten marketing di website produk anda dengan pertimbangan gambar utama yang akan di tampilkan di facebook. Begitu pemirsa klik gambar, maka akan langsung membuka halaman website anda dan mendapatkan informasi lebih banyak seputar produk anda.

Namun jika anda hanya upload foto atau gambar, begitu seorang pemirsa klik maka yang tampil hanya gambar tersebut yang di perbesar saja. Ini berpotensi membuat pemirsa pergi ke mesin pencari untuk mengetahui produk anda lebih lanjut, dan bisa saja mereka menemukan produk dari pesaing anda karena website mereka menempati posisi diatas website produk anda. Ini sangat penting jika anda tidak ingin hamburkan uang!

Tips Menghemat Biaya Iklan di Facebook

Seperti contoh content facebook disamping, jika di klik gambarnya maka pemirsa tersebut akan langsung beralih ke website yang ada pada konten iklan di facebook tersebut (facebook fanspage time line post).

Ini akan memberikan penghematan lebih besar jika dibanding dengan menempuh cara dengan menggunakan iklan facebook untuk jumlah klik ke website.

Jadi, misalkan kita meyakini bahwa iklan yang efektif adalah dengan pengulangan sebanyak 3 kali per pemirsa, maka iklan konten reguler ini membutuhkan biaya Rp. 324 juta untuk menjangkau 8 juta pemirsa sebanyak 3 kali.

Dengan strategi konten marketing yang tepat, seluruh proses inbound bisa anda dapatkan hingga hasil konversi pada penjualan. Akan tetapi konversi tersebut mungkin tidak akan lebih tinggi dari konversi yang berasal dari konten video marketing dan leads generation.

Biaya Iklan di Facebook untuk Konten Video

65% orang di Facebook menonton tiga detik pertama video Facebook akan menonton setidaknya 10 detik. 45% akan menonton selama 30 detik. Rata-rata orang di facebook melihat video dalam satu ukuran penuh video adalah 32%.

Facebook menghitung 1 view berdasar 3 detik video terlihat oleh pemirsa. Oleh karena itu, sangat penting untuk menempatkan brand produk anda di awal video (0s -1s). Biaya iklan di Facebook juga memakai sistem lelang dengan biaya berkisat Rp. 1500 hingga Rp. 7.500 per tayangan video.

Misalkan dari total jangkauan tersebut kita targetkan ke pemirsa yang lebih spesifik lagi, dan hasilnya menjangkau 1% dari total 8 juta pemirsa potensial di Jabodetabek.  Ini artinya, jika kita ingin video produk kita terlihat oleh 80.000 orang akan membutuhkan biaya antara Rp. 1500 x 80.000 hingga Rp. 7.500 x 80.000. Maka biaya rata-rata iklan facebook untuk menjangkau 80.000 pemirsa video produk adalah Rp. 360 juta.

ROI dari biaya iklan di Facebook perlu diperhatikan, oleh karena itu sebaiknya lakukan pemasangan iklan jenis apapun di facebook secara bertahap. Ini harus diselaraskan dengan konversi penjualan yang dihasilkan. Biasanya, 2 hingga 3 bulan setelah iklan di Facebook baru efeknya mulai terlihat.

Biaya Iklan di Facebook untuk Leads Generation

Daftar prospek calon pembeli dalam bentuk e-mail dan nomor telepon, merupakan data yang sangat berharga. Ini dapat menghemat biaya promosi penjualan produk dalam jangka panjang.

Biaya iklan prospek di Facebook berkisar antara Rp. 5.000 hingga Rp. 15.000 per prospek, rata-rata Rp. 10.000 per prospek. Jadi, jika anda ingin mendapatkan prospek potensial terhadap produk anda sebanyak 100.000 orang maka artinya akan membutuhkan anggaran biaya iklan sebesar Rp. 1 Milyar.

Iklan prospek selain meningkatkan brand produk anda ke pengguna yang tepat, juga menargetkan kepada orang yang akan membeli produk anda. Walaupun mereka tidak langsung membeli, tapi mereka sudah menyatakan minat terhadap informasi produk anda lebih lanjut.

Daftar prospek tersebut harus di followup baik dengan ‘cold sales‘ melalui panggilan telepon, dan bisa juga dengan e-mail marketing. Ini akan menghemat biaya dan waktu bagian pemasaran anda.

Strategi dan Kreativitas Konten Marketing Dapat Menghemat Biaya Iklan

Dengan mengkombinasikan video marketing dan konten marketing untuk branding online di facebook (dan sosial media lainnya), dapat kita simpulkan akan membawa penghematan dan efektivitas dalam branding online.

Konten grafis dan konten video yang menarik cenderung menghemat biaya iklan di Facebook. Terkadang, ada orang yang membagikan ulang iklan tersebut dan terlihat oleh orang-orang yang terhubung di timelinenya. Disinilah kreatifitas konten marketing memainkan perannya.

Sedangkan strategi digital marketing, merupakan peran penting yang utama. Untuk mendapatkan efisiensi dan efektivitas online branding, kita membutuhkan suatu kampanye ter-integrasi. Ini memerlukan perencanaan, terutama untuk produk B2B yang memerlukan proses inbound.

Efektivitas online branding untuk produk apapun, akan membutuhkan pemahaman terhadap bagaimana cara konsumen mengambil keputusan. Oleh karena itu, sebaiknya dalam melakukan online branding, tidak hanya mengandalkan iklan di facebook saja.

Akan tetapi perlu serangkaian set digital marketing terintegrasi sebagai berikut:

  • Website, sebagai basis konversi.
  • Konten website, sebagai basis promosi.
  • Elemen kreatif, video produk, grafis, dan sebagainya, sebagai basis untuk lebih menarik pemirsa.
  • Social branding, ini harus ditujukan sekaligus mendapatkan social signals untuk SEO halaman produk di website.
  • Call to Action, sebagai pembangkit leads dan penjualan.

Untuk lebih mudahnya, proses inbound online branding tersebut dapat terlihat pada grafis dibawah ini.

Our Integrated Digital Marketing Solutions

Kesimpulan

Dengan strategi dan creative content marketing yang dirangkum pada satu set program digital marketing terintegrasi, maka biaya promosi branding produk anda dapat lebih efisien dan efektif. Terintegrasi disini artinya tidak terpisah sendiri-sendiri, dimana konten konten hanya di iklankan di sosial media saja namun tidak ada berbasis dari product page di website anda.

Tanpa strategi dan konten marketing yang berkualitas, biaya kampanye secara keseluruhan dapat lebih besar. Dan sebesar apapun biaya kampanye tersebut, efektivitasnya tetap mengandung spekulasi yang jauh lebih tinggi terhadap tujuan online branding anda, yakni konversi.

Semoga penjelasan ini dapat bermanfaat dalam memberikan gambaran berapa biaya iklan di facebook sebenarnya untuk para praktisi, dan khususnya untuk client dan para calon client 😉

Silahkan isi kolom disamping untuk dapat kami bantu menghitungkan berapa biaya iklan di facebook untuk online branding produk atau bisnis anda.

3 + 12 =

Tips Meningkatkan Kualitas Konten Marketing untuk B2B

Tips Meningkatkan Kualitas Konten Marketing untuk B2B

Ada manfaat untuk memahami pendekatan kuantitas dan kualitas konten marketing. Namun, sebelum memahami kualitas konten marketing, ada baiknya menyegarkan ingatan kita tentang apa itu konten marketing sebenarnya.

Konten marketing adalah pendekatan pemasaran strategis yang berfokus pada penciptaan dan pendistribusian konten yang berharga, relevan, dan konsisten untuk menarik dan mempertahankan pemirsa yang jelas – dan pada akhirnya, mendorong tindakan pelanggan yang menguntungkan bisnis.

Dari penjelasan mengenai definisi konten marketing diatas, sangat jelas tujuannya adalah prospek berkualitas, atau qualified leads. Semakin berkualitas konten marketing perusahaan anda, maka semakin berkualitas leads prospek yang didapatkan.

Secara khusus, ada tiga alasan utama – dan manfaat – untuk perusahaan yang menggunakan pemasaran konten:

  • Meningkatnya penjualan
  • Penghematan biaya
  • Mendapatkan lebih banyak pelanggan yang memiliki loyalitas
Prinsip Dasar Kualitas Konten Marketing

Definisi “kualitas” pada konten marketing tergantung pada niche, industri, jenis, atau target pemirsa. Ada banyak elemen umum yang dapat diandalkan sebagai indikator kualitas yang konsisten. Berikut adalah prinsip dasar kualitas content marketing yang dapat kita gunakan untuk menentukan apakah konten tersebut ‘berkualitas’ atau tidak.

Mengukur Kualitas Konten Marketing

Daftar periksa ini dapat digunakan untuk menentukan bagaimana Google dan pengunjung website dalam merasakan dan mengevaluasi konten, atau untuk menentukan keandalan konten tersebut.

  1. Panjang Konten

    Saat membuat konten, fokus pada sasaran segmentasi pemirsa anda (buyer persona). Jika kita ingin konten tersebut menempati peringkat tinggi pada pencarian di Google buatlah sebuah konten dengan lebih 1000 kata. Jika kita konten tersebut mudah diakses pengguna ponsel, kecualikan elemen yang tidak perlu dan format konten tersebut sehingga pengguna ponsel bisa mendapatkan informasi yang mereka butuhkan dengan cepat.

    Terapkan praktik terbaik cara SEO seperti penerapan Meta, internal linking dengan long tail anchored text, dan sebagainya, untuk tiap konten yang di produksi.

  2. Lengkapi Konten Dengan Elemen Multimedia

    Konten berkualitas tinggi bisa saja tanpa menggunakan gambar atau bentuk media lainnya. Namun, konten visual dapat lebih menarik dan berpotensi lebih banyak mendapatkan inbound link, penyebaran media sosial, waktu yang dihabiskan di halaman, dan interaksi.

    Sebenarnya, kita tahu bahwa 40% orang akan merespons informasi visual lebih baik daripada teks biasa. Selain jumlah tautan masuk, Google mempertimbangkan penggunaan multimedia dalam algoritma rangkingnya. Konten berbasis multimedia telah terbukti disebarkan pemirsa web hingga 12X lebih banyak dari pada konten teks.

    Beberapa pertanyaan yang perlu dipertimbangan tentang penggunaan media meliputi:

    º Apakah foto atau video saya mendukung klaim atau fakta dalam konten?
    º Apakah mereka memenuhi standar kualitas dari segi teknis?
    º Apakah mereka secara estetis menyenangkan?
    º Apakah infografis yang ada akan menarik perhatian orang lain untuk di sebar atau di tautkan ke website mereka ?

  3. Kualitas Tata Bahasa dan Keterbacaan.

    Baik Google ataupun pemirsa web anda, terutama dalam untuk konten B2B, tata bahasa dan ejaan sangat penting. Google dapat menyalah artikan jika ada ejaan yang salah dan tata bahasa yang terlalu pasif. Sedangkan para profesional akan meragukan kredibilitas perusahaan anda jika terlalu banyak konten yang salah eja.

    Keterbacaan memiliki fungsi sendiri dalam hal SEO. Hal ini dapat dilakukan dengan penerapan maksimal 20 kata per kalimat dan maksimal 300 kata per kepala paragraf (heading). Penilaian keterbacaan (readability score) akan menghasilkan konten yang mudah dibaca dan mudah dipahami oleh target pemirsa anda.

  4. Layout Konten

    Saat ini, konten website semakin unik dan menarik. Jika perlu, buatlah tampilan setiap konten di halaman website anda selalu berbeda. Ini dapat dilakukan dengan membuat layout yang menarik pada setiap konten yang diproduksi. Sehingga, selain konten anda semakin berkualitas, juga tidak membosankan. Akhirnya, anda dapat meningkatkan jumlah pengunjung loyal dari waktu ke waktu.

    Seperti dijelaskan pada point ke 1, mengenai panjang konten. Jika konten anda berisi 3000 kata, tanpa layout yang dapat merampingkan panjang halaman, tentu konten anda akan terasa kaku lurus panjang kebawah.

    Dengan menggunakan jasa website kami, konten di website perusahaan anda sepanjang apapun dapat di ringkas dengan modul seperti Toggle, Accordion, dan sebagainya.

  5. Tombol CTA (Call-to-Action)

    Pada akhirnya, konten yang berkualitas anda akan mulai mengajak dan mengarahkan pemirsa untuk mengambil tindakan. Ini membutuhkan tombol CTA yang memiliki background design CTA yang unik, penempatan tombol, warna tombol dan sebagainya untuk optimalkan efektivitas.

  6. Tombol Social Share

    Ini sangat penting. Berdasar survey terakhir dari APJII di tahun 2016 kemarin mengenai perilaku pengguna internet di Indonesia, dari 130 juta pengguna internet di Indonesia 97,4% atau sekitar 129,2 juta orang mengakses konten sosial media, seperti terlihat pada infografis dibawah ini.

    Konten internet yang paling sering diakses

    Survey APJII 2016

    Oleh karena itu, tombol social media share sangat penting untuk berada pada setiap konten. Hal ini sudah berlaku umum. Tomobol social media share akan memudahkan pengguna atau pengunjung website untuk menyebarkan konten anda. Ini juga akan memberi manfaat social signals pada search engine google, konten anda akan lebih memiliki tingkat popularitas pada kata kunci pencarian yang di tartgetkan.

  7. Keaslian Konten dan Nila Manfaat

    Keaslian konten akan menentukan peringkat pencarian konten anda di mesin pencari. Manfaat yang diberikan oleh konten anda akan dinilai oleh para pemirsa.

    Nilai dapat diturunkan dalam sejumlah cara yang berbeda, namun yang paling umum dan terkait untuk bidang B2B adalah:

    º Apakah konten ini memecahkan masalah?
    º Apakah menjawab sebuah pertanyaan?
    º Apakah itu memberikan wawasan yang unik dan ahli?

    Mesin pencari hanya dapat memberi peringkat konten yang memiliki nilai bagi pembaca. Tapi karena mesin pencari tidak memiliki kemampuan untuk memahami konten seperti yang dilakukan manusia, mereka bergantung pada sisa sinyal ini untuk menentukan apakah konten anda memberi nilai.

  8. Selalu Ukur Kualitas Konten Anda

    Pengukuran kualitas konten dapat dilakukan melalui Google Analytics. Dengan melihat laporan GA, anda dapat mengetahui mana konten yang paling banyak mendatangkan pengunjung dan mana konten yang paling efektif dalam menghasilkan konversi.

    Kualitas konten tersebut akan di ukur menurut kebermanfaatannya dalam prosises inbound yang anda lakukan. Hal ini merupakan teknik umum dalam sebuah proses ‘leads generation‘. Seperti terlihat pada tabel GA dibawah ini, ada perbandingan yang jelas mana konten yang mendatangkan banyak pengunjung dan mana konten yang banyak menghasilkan konversi.penilaian kualitas konten marketing

    Setelah anda mengetahui tipikal konten yang bermanfaat bagi bisnis anda atau client anda, maka anda dapat menemukan selah dalam membuat konten yang berkualitas. Lanjutkan!!

Konten Marketing Pada Perusahaan B2B

Saat ini, pemasaran B2B lebih cenderung menggunakan pemasaran digital. Ini berbeda dengan era sebelumnya yang hanya mengandalkan direktori dan rekanan pada suatu institusi untuk mendapatkan kontrak pekerjaan. Perusahaan B2B yang memanfaat konten marketing lebih cepat dan lebih memiliki banyak kesempatan dalam mendapatkan order.

Pemasaran digital untuk perusahaan B2B banyak dilakukan melalui konten marketing. Dengan konten marketing, perusahaan dapat menarik perhatian orang-orang yang berada di industrinya. Setelah itu, mereka akan diarahkan untuk mengambil tindakan, seperti menghubungi team sales dan sebagainya.

Namun satu hal yang perli digaris bawahi disini adalah kualitas konten marketing. Bisa saja sebuah perusahaan B2B mendapatkan ribuan leads, akan tetapi setelah di follow up via telepon (cold sales), hanya puluhan saja yang menanggapi sales anda. Dan ini akan membuang sumber daya biaya, tenaga, serta waktu dalam mendapatkan suatu kontrak

Sebuah Tinjauan Dasar Dari Konten Marketing

Konten Marketing Dari Sisi Kuantitas

Pertama, mari kita lihat kuantitasnya. Jika Anda merupakan perusahaan B2B dengan sumber daya terbatas, berapa banyak konten yang harus Anda targetkan untuk dibuat?.

Mereka yang menyukai pendekatan kuantitas biasanya akan mengutip statistik seperti, “Perusahaan yang menerbitkan 25+ entri blog per bulan mendapat sekitar 4,5X lebih banyak leads prospek daripada perusahaan yang menerbitkan 0-4 entri bulanan.” Kemudian mereka akan menambahkan bagan yang menyenangkan dengan statistik yang mendukung argumen tersebut.

Data ini sangat berguna dan pasti sesuatu yang harus dipertimbangkan saat merencanakan strategi konten marketing. Masalah yang ada pada data tersebut adalah bahwa hal itu hanya mengukur jumlah posting blog dan jumlah lalu lintas. Penilaian kualitas konten marketing seperti lalu lintas dan kualitas leads tidak tercakup.

Jika kita hanya mengambil metrik kuantitas dari konten marketing itu akan dihitung sebagai konten terbaik yang telah kita buat sepanjang tahun. Tapi, sebagai praktisi strategi konten marketing yang bertanggung jawab, tentu saja harus ada pengukuran metrik kualitas konten marketing.

Meningkatkan Kualitas Konten Marketing Untuk Bisnis B2B

Seperti dijelaskan diatas, sebagai suatu rangkaian proses, konten marketing memerlukan sebuah strategi. Pemahaman bagaimana cara konsumen online mengambil keputusan merupakan dasar untuk dapat menerapkan strategi konten marketing yang berkualitas tinggi.

Untuk bisnis B2B, jumlah konten yang dibuat sebagian besar didasarkan pada:

  • Posisi di pasar.
  • Efisiensi saluran penjualan, dengan memahami karakteristik setiap saluran.
  • Ukuran tim penjualan.

Sebagian praktisi konten marketing setuju bahwa strategi konten bergantung pada banyak faktor. Tapi bukannya berhenti di “tergantung,” mari kita lihat secara persis apa yang harus dilakukan pada tahap yang berbeda dalam pertumbuhan perusahaan B2B.

Jika sebelumnya perusahaan anda belum pernah menggunakan konten marketing, maka ini artinya anda harus mengejar ketinggalan. Berapa banyak keyword yang penting untuk bisnis anda akan menentukan berapa banyak konten yang harus anda hasilkan.

Content Marketing Tahap Awal

Berdasar pengalaman kami, dalam posisi ini suatu perusahaan B2B harus mengerahkan setidaknya 30 hingga 50 konten per bulan selama satu tahun penuh. Setelah posisi perusahaan anda sudah dikenal di dunia online, maka selanjutnya kualitas konten marketing akan mengerucut pada kualitas leads yang dihasilkan.

Jika Anda bermain mengejar pesaing yang memiliki banyak konten, sebaiknya anda secepat mungkin memproduksi konten yang berkualitas. Memiliki backlog konten yang baik tidak hanya membantu meningkatkan SEO untuk popularitas pada beberapa kata kunci, tapi juga memulai proses dalam mendapatkan pengunjung tetap.

Ketika Hubspot melakukan studi di 20 blog berkinerja tinggi, mereka mengetahui bahwa sekitar 1 dari 10 entri blog itu bersifat majemuk. Ini berarti pencarian organik meningkatkan lalu lintas mereka dari waktu ke waktu. Jadi, sama seperti berinvestasi, semakin cepat Anda memulai membuat posting blog, semakin besar kesempatan Anda dalam mendapatkan pengunjung website yang berkualitas.

Jika perusahaan anda pernah melakukan konten marketing setidaknya satu atau dua tahun, inilah saatnya untuk mengambil pendekatan yang lebih berkualitas terhadap strategi konten marketing anda. Seberapa berkualitas pendekatan tersebut seharusnya sangat ditentukan oleh seberapa bagus konversi yang dihasilkan.

Pahami Karakteristik Saluran Digital Marketing

Lakukan pengujian A / B, hingga pemformatan halaman, dengan warna tombol Call-to-Action. Dari perspektif pemasaran konten, cara terbaik untuk meningkatkan konversi adalah dengan memperbaiki konten dalam menarik prospek berkualitas yang lebih banyak lagi.

Selain itu, anda harus mengukur efektivitas setiap saluran pemasaran digital yang dipakai. Seharusnya, setiap saluran digital marketing akan memiliki insight tersendiri.

Menurut DemandGenReport, 47% pengambil keputusan dalam dunia B2B melihat 3-5 lembar konten sebelum terlibat dengan bagian penjualan. Itu berarti bahwa jika anda hanya mengaduk-aduk konten, daripada mengurasi konten dengan hati-hati, sebenarnya Anda meningkatkan peluang seseorang meninggalkan situs Anda. Tentu mereka datang untuk posting blog pertama anda yang hebat itu, tapi saat mereka membaca lebih banyak, mereka menyadari bahwa konten itu sebenarnya tidak bagus dan mereka pergi.

Di sisi lain, jika anda memperlambat jumlah konten yang di produksi, pastikan setiap konten sangat bagus. Anda akan mulai melihat peningkatan prospek yang berkualitas, meskipun Anda melihat penurunan lalu lintas. Namun, semakin berkualitas konten anda, tentunya pengunjung website anda juga akan semakin banyak dan semakin berkualitas. Hal ini berkaitan dengan algoritma mesin pencari.

Kenapa meningkatkan konversi jauh lebih efektif daripada meningkatkan pengunjung website?

Meningkatkan rasio konversi biasanya merupakan biaya satu kali. Yang berarti bahwa dengan menghabiskan sedikit waktu dan uang di awal, memberi Anda hasil yang lebih baik di masa depan.

Dari perspektif pemasaran konten, jika anda menghabiskan 30% lebih banyak waktu di posting blog anda berikutnya, tentu anda kehilangan waktu. Tapi kemudian posting blog itu diterbitkan untuk selamanya. Jadi, jika entri blog tersebut menghasilkan 5% konversi lebih banyak, hal itu akan berlangsung lama di masa depan.

Survei Hubspot atas blog dengan kinerja terbaik juga menemukan bahwa satu entri blog gabungan menghasilkan lalu lintas sebanyak enam pos blog yang mirip/majemuk. Anda dapat menggunakan teknik “ever green content” dengan menggabungkan postingan konten yang memiliki keyword yang sama di website anda.

Sebenarnya, 90% prospek blog berasal dari posting lama. Yang berarti jika anda menghabiskan lebih banyak waktu untuk membuat konten berkualitas, anda tidak hanya akan menikmati lebih banyak petunjuk tapi anda tetap mendapatkan jumlah kunjungan website yang meningkat.

Tolok ukur yang baik untuk menilai kualitas konten marketing anda adalah seberapa banyak prospek berkualitas yang dihasilkan. Sebaiknya lihat konten berkinerja tertinggi dan lihat berapa banyak waktu yang anda habiskan untuk membuatnya, topik yang dituju, dan berapa banyak detail yang masuk ke dalamnya.

Penting untuk disadari bahwa kurangnya penjualan tidak selalu merupakan kesalahan tim penjualan. Jika kita pemasar konten telah melakukan pekerjaan untuk tim penjualan dan memberikan leads yang berkualitas, team sales anda dapat menghemat banyak waktu dan menghasilkan lebih banyak konversi.

Ukuran Tim Penjualan

Pendekatan terhadap konten harus ditentukan oleh proses penjualan secara keseluruhan. Jika produk anda memerlukan interaksi langsung antara sales dan pelanggan, maka anda perlu membuat konten yang bertarget dan menarik prospek yang tepat.

Jika penjualan dapat langsung dicapai di situs web tanpa memerlukan tenaga penjualan, anda dapat membuat berbagai konten yang menarik banyak orang di beberapa demografi.

Tolok ukur yang baik untuk menentukan jumlah konten yang dibuat didasarkan pada kapasitas tim penjualan. Tim penjualan, di sisi lain, cenderung diukur dengan jumlah kesepakatan yang ditutup setiap bulan. Mereka terus-menerus harus mencapai target bulanan.

Penting untuk diingat bahwa pemasaran konten adalah sarana untuk mencapai tujuan. Ini tentang menarik orang ke produk atau layanan bisnis anda. Meskipun benar bahwa Anda seharusnya tidak terlalu “berjualan” dalam pemasaran konten, namun anda harus menjadi “sales” dalam strategi konten anda.

Manfaat Konten Marketing Yang Berkualitas

Dengan 130 juta pengguna internet di Indonesia dan terus bertambah, digital marketing merupakan pendekatan pemasaran yang paling efektif untuk segala tingkatan. Pemasaran tradisional sudah tidak relevan untuk sekarang ini dimana Indonesia telah mengalami era transformasi digital. Banyak usaha yang terlempar dari pasar bahkan karena terlalu lambat dalam melakukan transformasi digital.

Sementara itu:

“Pemasaran digital merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari transformasi digital secara keseluruhan„

Saat ini, kita sudah dapat melihat banyak bisnis yang terpukul mundur oleh para startup. Ini disebabkan karena era digital memberikan kecepatan dan pelayanan yang lebih mudah dalam banyak hal. Perubahan perilaku pasar harus segera di adopsi oleh seluruh bisnis.

Anda dapat melihat beberapa alasan kenapa setiap perusahaan harus melakukan promosi melalui saluran digital melalui slide yang kami presentasikan untuk salah satu client korporasi di Indonesia.

Dengan memanfaatkan saluran digital, perusahaan dapat lebih menargetkan pemirsa mereka berdasar demografi, usia, perilaku pembelian dan sebagainya. Disamping itu, seluruh saluran digital marketing memiliki karakteristik pemirsa yang berbeda.

Untuk pasar B2B, kami dapat menyarankan LinkedIn sebagai media promosi, namun tidak tertutup kemungkinan di Facebook, karena Facebook dapat mempromosikan konten marketing anda sekaligus mendapatkan prospek dan keterlibatan. Sehingga, kualitas konten marketing anda dapat mendatangkan konversi yang lebih tinggi.

Manfaat Konten Marketing Secara Khusus untuk Perusahaan B2B

Dengan memproduksi konten marketing yang berkualitas secara terus menerus, perusahaan anda / client anda akan mendapatkan manfaat sebagai berikut:

  • Hemat biaya promosi, terutama jika sebelumnya anda melakukan pemasaran melalui cara tradisional.
  • Konten akan selalu tersedia sepanjang website yang mempublikasikannya masih ada, tidak seperti pasang iklan pada media offline, konten anda hanya terlihat sebentar, walau banyak pemirsanya.
  • Memberikan nilai lebih pada branding usaha anda.
  • Konten marketing dapat memberikan citra positif dan meredam citra negatif bagi bisnis anda, namun ini perlu dilakukan oleh seorang ahli yang berpengalaman, karena akan melibatkan strategi content marketing dan teknik analisa yang lebih rumit.
  • Bisnis anda lebih mudah ditemukan dari pada pesaing anda yang belum memiliki kualitas konten marketing sesuai praktik terbaik.
  • Memudahkan implementasi program digital marketing.
  • Dapat mengarahkan para influencer pengambil keputusan untuk merekomendasikan produk anda.
  • Semakin berkualitas konten marketing yang di produksi, semakin berkualitas juga prospek yang dihasilkan.

Anda dapat membuat konten yang unik, menarik dan berkualitas untuk dipublikasikan setiap hari. Tidak ada jumlah ideal untuk dipublikasikan, namun selain kualitas konten marketing kita tetap perlu perhatikan frekuensi publikasi di website. Dengan frekuensi yang konstan maka pengunjung yang sudah tertarik dapat lebih tertarik lagi hingga akhirnya mereka mengambil keputusan.

Sebuah Catatan Penting:

Sebaiknya, sebelum anda memproduksi konten marketing yang berkualitas, gunakan sebuah platform website yang dapat mendukung keunikan tampilan, memperingkas panjang halaman content, dan memiliki banyak modul seperti tombol Call To Action. Hal ini sangat perlu diperhatikan di awal proses.

Selain itu, pastikan platform website yang anda gunakan sudah mendukung AMP dan responsive design. Ini untuk mempermudah akses bagi para pengguna mobile. Dalam hal ini, JakartaUrbanHosting dapat memberikan solusi untuk perusahaan anda.

Kami dapat anda andalkan untuk produksi konten website, grafis, video dan musik untuk menambah kualitas pada program pemasaran anda.

 

Solusi Pemasaran Digital

Kami memberikan solusi lengkap mulai dari pembuatan website yang memenuhi syarat terbaik, produksi konten berkualitas, dan pemasaran di saluran digital. Dapatkan efisiensi dan efektivitas yang lebih dari sebelumnya pada program pemasaran anda.

Bagaimana Cara Konsumen Online Mengambil Keputusan ?

Bagaimana Cara Konsumen Online Mengambil Keputusan ?

Dalam dunia digital marketing, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui bersama untuk kesuksesan program. Seperti perencanaan untuk membangun strategi digital marketing dengan dampak yang terukur, merupakan faktor awal yang sangat penting. Selanjutnya, kita dapat melakukan penyesuaian konten untuk tiap segmen konsumen online tergantung dengan apa yang mereka inginkan dan butuhkan.

Konten yang bernilai dan di sebar ke seluruh saluran digital marketing merupakan cara untuk mendatangkan ketertarikan terhadap suatu brand. Kesuksesan untuk mendatangkan daya tarik ini juga akan berkisar pada analisa kata kunci yang tepat.

Cara Konsumen Online Mengambil Keputusan

Perencanaan strategi terhadap sebuah program digital marketing harus dapat mencerminkan tahapan proses yang perlu dilakukan terhadap tahapan cara konsumen online mengambil keputusan.

Selain itu, strategi digital marketing tersebut harus memiliki tolak ukur kinerja melalui beberapa metrik yang dapat mudah dipahami oleh client. Tanpa pengukuran, ini akan menempatkan client pada pertaruhan besar pada biaya pemasaran online dan dapat berimbas pada kredibilitas jasa digital marketing anda.

Para praktisi juga harus memberikan edukasi pada client mengenai tahapan proses pada sebuah program digital marketing agar ekspektasi mereka tidak berlebihan. Infografis disamping dapat menggambarkan tahapan tersebut secara singkat.

Setelah menerapkan strategi pada perencanaan program digital marketing, ada beberapa tahap yang dapat dijadikan parameter mengenai bagaimana cara konsumen online mengambil keputusan.

 

Tahapan Digital Marketing dan Pengambilan Keputusan Konsumen Online

Menarik Pengunjung

Tahap Eksplorasi dan Edukasi

Dalam cara mencari pelanggan online shop dan bisnis online, otomatis sebuah website corporate atau sebuah website toko online harus ada sebagai dasar aktivitas digital marketing. Cara konsumen ambil keputusan dapat berbeda-beda pada tiap bisnis, baik untuk B2B maupun B2C, akan tetapi pola tahapan teknisnya tidak jauh berbeda.

Tahap ini umumnya setelah kita berhasil menarik segmen ke website client melalui penyebaran konten berkualitas ke seluruh saluran digital yang strategis. Dari aktivitas ini, kita akan mendapati metrik kunci seperti: views, visitor, inbounf link, follower, subscriber, dan download. Kita dapat mengerahkan upaya dalam SEO, halaman sosial seperti fan page atau company page di LinkedIn, Blog, Video, dan sebagainya.

Usaha tersebut dapat dilakukan baik dengan cara berbayar maupun gratis. Tergantung seberapa cepat client ingin mendapatkan hasil. Social channel dan blog sangat diperlukan, selain untuk presentasi produk dan layanan juga untuk mendatangkan referensi ke website client. Banyak konsumen online yang mengambil keputusan berdasar referensi dari website lain.

Pada tahap ini, para konsumen online masih melihat-lihat atau mempelajari produk atau service yang ditawarkan oleh client. Ini merupakan usaha yang sangat besar untuk mendapatkan hasil akhir yang lebih banyak.

Interaksi

Tahap Pengambilan Keputusan

Tahap ini akan lebih banyak melibatkan interaksi dengan pengunjung online, baik di website maupun pada social channel. Pada tahap ini, para praktisi digital marketing harus dapat mempertahankan ketertarikan konsumen online dengan memproduksi konten yang semakin spesifik pada segmen yang di targetkan. Konten tersebut harus lebih memberikan nilai dan manfaat bagi segmen tersebut.

Metrik kunci pada tahap ini dapat terlihat pada kualitas keterlibatan dengan konsumen online, like, share, komentar, lamanya waktu pengunjung di website, dan jumlah halaman yang dilihat per pengunjung. Umumnya, kita dapat mengharapkan konversi pengunjung menjadi pelanggan dengan melihat jumlah halaman yang dilihat (page views) per pengunjung (visitor) lebih dari 3. Ini akan menandakan jumlah konsumen online yang siap untuk mengambil keputusan.

Jumlah page views per visitor dapat ditingkatkan melalui produksi konten yang berkualitas. Semakin tepat dan bermanfaat konten tersebut untuk target segmen, maka page views per visitor akan semakin tinggi.

Penjelasan Mengenai Bounce Rate

Selain itu, kita juga dapat melihat pentalan balik (bounce rate) pada google analytics. Bounce rate adalah rasio berapa banyak pengunjung yang baru tertarik dengan berapa banyak pengunjung yang mengunjungi website berkali-kali dari hari ke hari.

Jumlah pengunjung yang kembali melihat website client dapat dijadikan sebagai tolak ukur (parameter) jumlah pengunjung yang siap mengambil keputusan. Dan umumnya, berdasar pengalaman, rasio pentalan ini akan berkisar 70:30. Artinya dari 10.000 pengunjung, hanya akan ada 3000 pengunjung yang selalu kembali melihat website client.

penjelasan mengenai rasio pentalan atau bounce rate

Dan ini belum tentu dari 30% pengunjung tersebut melakukan aksi membeli atau menggunakan layanan client. Bisa saja mereka masih kurang yakin dan akan bertanya-tanya. Disini gunanya sebuah call to action dan formulir kontak online di sebuah website perusahaan.

Para praktisi akan membutuhkan sebuah landing page, webinar, call to action dan e-mail campaign untuk melangkah pada tahap berikutnya.

Konversi

Tahap Pembelian

Pada tahap ini, para konsumen online sudah semakin tersaring. Ini merupakan tahapan kritis pada sebuah ‘marketing funel’. Setelah serangkaian proses seperti mendatangkan pengunjung website, menyaring leads dengan opt-in email atau subscribing form, dan formulir kontak online, yang kemudian diberikan penawaran khusus melalui e-mail (campaign). Dan setelah melihat metrik di google analytics mengenai bounce rate, kita dapat mulai mengarahkan pada tahap konversi.

Website harus lebih di dekatkan pada sisi staff perusahaan yang menjadi client. Ini akan melibatkan sebuah landing page yang memiliki call-to-action untuk mengarahkan pengunjung menjadi pelanggan (driving conversion). Dalam hal ini, para praktisi harus memiliki sebuah otomasi untuk dapat menghasilkan konversi. Ini akan menggunakan tools CRM seperti sales force atau bisa juga dilakukan manual namun dalam kuantitas yang banyak akan lebih sulit dilakukan.

Call to action (CTA) dapat berbeda-beda artinya pada setiap bisnis. Untuk bisnis retail, CTA dapat berupa sebagai tombol beli. Untuk bisnis B2B, sebuah CTA dapat berupa tombol yang langsung memanggil nomor telepon client anda. Selain konten yang berkualitas, landing page yang berisi kata-kata menarik pelanggan online harus dipersiapkan untuk mengarah pada tahap konversi.

Khusus untuk B2B, akan lebih memerlukan keterlibatan pihak sales perusahaan untuk mendapatkan konversi. Hal ini disebut sebagai cold sales atau offline sales. Tugas digital marketing hanya sampai disini untuk perusahaan B2B. Oleh karena itu, client harus diberikan pemahaman mengenai hal ini agar para sales perusahaan siap ketika prospek sudah sampai pada mereka. Ini sangat dibutuhkan untuk optimalisasi konversi digital marketing. Jangan sampai client anda tidak memahami ini, lantas jasa digital marketing anda yang dikatakan kurang efektif.

Manajemen Reputasi

Tahapan Selanjutnya

Setelah mendapatkan konversi, sebetulnya masih diperlukan tahap selanjutnya untuk membina loyalitas pelanggan. Pada perushaan B2B, hal ini dapat meningkatkan pendapatan perusahaan client, seperti sebuah diversifikasi penghasilan. Untuk perusahaan retail, hal ini dapat berupa promo khusus untuk membina loyalitas pelanggan dan mendapatkan referensi positif dari publik.

Sebuah sentimen negatif akan mempengaruhi brand suatu produk atau layanan perusahaan. Pada tahap ini, social monitoring diperlukan dan respon cepat terhadap keluhan atau ketidakpuasan dapat menurunkan risiko sentimen negatif. Ini merupakan hal seputar manajemen reputasi. Para praktisi dapat menggunakan survey, kontes atau kuis pada media sosial dan sebagainya.

Manajemen reputasi yang tepat dapat menurunkan biaya selanjutnya dalam meningkatkan penjualan atau pendapatan via online.

Seperti terlihat diatas, aktivitas digital marketing membutuhkan penyelarasan dengan cara konsumen ambil keputusan. Tahapan demi tahapan harus dilakukan, oleh karena itu hal ini akan membutuhkan waktu dan biaya. Umumnya, sebuah konsultan digital marketing akan menyampaikan proposal biaya, ada beberapa komponen yang jika dikurangi malah akan mengakibatkan terhambatnya efektivitas digital marketing tersebut.

Sekilas Mengenai Jasa Online Branding

Jakartaurbanhosting.com memberikan jasa online branding untuk perusahaan dan agency periklanan. Dengan pengalaman selama lebih dari 15 tahun di dunia online marketing dan selalu update, kami dapat memberikan rencana dan strategi terstruktur untuk memperoleh dampak dari aktivitas digital marketing.

Seluruh aktivitas digital marketing dapat diukur kinerja dan biayanya. Oleh karena itu, jasa ini sangat tepat untuk mendukung proses transformasi digital bisnis anda.

Jasa Pemasaran Digital

Untuk Perusahaan dan Agen Periklanan. Terstruktur dan Terukur.
13 Faktor Penting Pemasaran Digital Untuk Para Praktisi

13 Faktor Penting Pemasaran Digital Untuk Para Praktisi

Setiap perusahaan yang melakukan transformasi digital akan memerlukan pemasaran digital. Indonesia memiliki pengguna internet yang terus tumbuh hingga ratusan juta pengguna. Sebagian besar dari pengguna internet di Indonesia menggunakan smartphone, sebagian yang lain mengakses internet di tempat kerja dengan menggunakan notebook.

Dari fenomena tersebut, kita dapat bayangkan segmen yang ada. Sasaran utama pemasaran digital adalah menggunakan e-mail. Ini seperti kembali ke 10 tahun yang lalu, akan tetapi ini memiliki dasar. Setiap pengguna smartphone akan membutuhkan e-mail dan akun google untuk dapat mengakses google play, mendaftar sosial media, dan sebagainya.

13 Faktor Penting Dalam Pemasaran Digital

Para praktisi wajib memahami 13 faktor penting dalam pemasaran digital ini. Setelah calon client memiliki website untuk UKM, mereka akan memerlukan pemasaran untuk produk atau jasa yang ditawarkan di website tersebut. Tanpa memahami peta sukses dalam pemasaran digital, tentu akan sulit untuk mendapatkan hasil atau efektivitas dari pemasaran digital.

Berikut 13 faktor penting digital marketing tersebut:

1. Desain Web

Desain website berfungsi untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik di situs Anda. Desain web merupakan kunci sukses dalam pemasaran digital. Situs web Anda adalah merek secara online dan seharusnya tidak hanya memberikan informasi, namun harus menjadi saran untuk kemudahan dalam menjual produk atau mengarahkan pelanggan ke produk Anda.

Anda dapat membuat toko di Facebook atau menjual melalui marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak, namun Anda tetap MEMBUTUHKAN situs web agar eksistensi bisnis anda lebih mudah berkembang.

Sebuah situs web tidak harus menghabiskan banyak biaya. Anda bisa mendapatkan domain dan hosting kurang dari Rp. 1 juta per tahun. Perlu kami tegaskan disini bahwa, tidak semua hosting dapat mendukung SEO dan mendukung stabilitas terutama pada platform website toko online.

Pastikan desain situs web Anda mobile-friendly atau responsive. Ada sejumlah besar desainer yang bisa membuat situs web untuk Anda atau Anda dapat membangunnya sendiri tanpa harus berjuang dengan HTML / CSS menggunakan platform WordPress dan Divi Framework.

2. Halaman Landas (Landing Page)

Beberapa studi menemukan bahwa website bisnis dengan banyak halaman landas akan mendapat lebih banyak pengunjung. Praktisi harus fokus untuk mengembangkan halaman landas yang bisa dikonversi, yang berarti harus mencakup:

  • Mudah dan cepat diakses
  • Mobile-friendly
  • Berikan alasan untuk membeli
  • Buat kedekatan
  • Mengajak dengan tombol Call-to-Action
3. Analisis Web

Web analytics berfungsi untuk pengukuran. Efektivitas kinerja pemasaran digital dapat diketahui arahnya dengan memanfaatkan analisis web. Berdasar pengalaman kami, sebuah website yang memiliki jumlah page views per user diatas 3 akan lebih memiliki banyak konversi. Ini dapat kita bandingkan pada website portal berita, yang hanya mendapat page views dibawah 3 halaman per pengunjung, namun jumlah pengunjung sangat tinggi.

Jika website client anda memiliki jumlah pengunjung yang tinggi, katakanlah 2000 pengunjung per hari, namun jumlah halaman yang dilihat per pengunjung dibawah 3 halaman, maka konversi akan lebih kecil. Lain hal nya dengan website yang memiliki page views diatas 3 halaman per pengunjung, ini akan menghasilkan konversi yang lebih banyak.

Salah satu client kami yang menjual baju korea, mendapat jumlah pengunjung di atas 2000 pengunjung per hari dan page views diatas 3 halaman per user, setiap hari website tersebut mendapat puluhan order dengan omset per bulan hampir Rp. 1 milyar.

4. Iklan mobile

Semakin banyak, pelanggan menggunakan perangkat mobile dalam melakukan belanja dan pengambilan keputusan mereka. Pemasaran digital memerlukan iklan mobile atau seputar membuat periklanan digital Anda menjadi mobile friendly. Tapi, yang tidak perlu diperdebatkan adalah bahwa situs web perlu memperhitungkan pembeli dari pengguna perangkat seluler.

Pastikan perancangan beranda website agar tidak hanya beradaptasi dengan mudah ke berbagai ukuran layar ponsel. Pertimbangkan informasi tentang apa yang dicari saat mereka mengakses situs Anda seperti nomor telepon, alamat dan sebagainya.

5. Iklan bergambar

Iklan bergambar dapat lebih cepat menarik minat konsumen dan lebih efektif untuk menanamkan merk atau produk anda di benak pengguna internet. Contohnya seperti iklan timeline Facebook atau Twitter Feed Anda. Iklan jenis ini lumayan efektif karena dapat di targetkan. Pemasaran digital seperti ini lebih tepat untuk dilakukan secara jangka panjang.

Baca Juga: Saluran Digital Marketing Yang Penting Untuk Anda Ketahui

6. Email Marketing

Seperti yang dijelaskan di awal artikel ini, pemasaran melalui e-mail lebih efektif dari sebelumnya. Dan ini kembali seperti 10 tahun yang lalu, namun dengan dasar yang berbeda. E-mail melibatkan 2 strategi terkait; membangun daftar prospek dan menyusun pesan email yang lebih mendatangkan konversi.

Oleh karena itu, untuk kebutuhan pemasaran digital, sebuah website harus memiliki fungsi opt-in e-mail untuk menjaring subscriber. Ini akan membutuhkan sebuah pemasaran konten (content marketing). Dengan sebuah formulir berlangganan, bisnis anda akan mendapatkan list e-mail dari prospek yang berkualitas.

7. Iklan per Klik

Iklan per klik seperti adwords, dapat cocok untuk beberapa bisnis dan tidak bekerja dengan baik untuk orang lain. Terkadang, persaingan di adwords untuk layanan perbankan digital, asuransi atau jasa tertentu sangat tinggi.

Kunci kampanye adwords yang baik adalah:

  • Skor kualitas, yang merupakan fungsi SEO di situs Anda dan fitur iklan yang Anda buat
  • Kata kunci, termasuk jumlah persaingan untuk kata kunci dan jumlah pencarian
8. Optimasi Search Engine (SEO)

Optimalisasi mesin pencari dulu adalah bidang aloritma. Hari ini, SEO lebih merupakan fungsi pemasaran konten, yang akan kita bahas pada point ke-9.

70% klik ke situs web bersifat organik. Itu berarti link situs web muncul di dekat bagian atas dalam pencarian kata kunci pengguna. Setelah Anda melampaui halaman pertama, hanya sedikit pengguna yang akan mengeklik tautan.

Itu berarti Anda perlu meluangkan waktu dan uang untuk memastikan konten Anda muncul di bagian paling atas saat konsumen mencari sesuatu secara online. Ini juga berarti ada beberapa hal yang harus dilakukan dengan benar, termasuk:

  • Memproduksi konten berkualitas secara konsisten
  • Buat judul utama yang menarik perhatian
  • Mengetahui cara menggunakan kata kunci secara efektif
  • Situs Jejaring Sosial 10%
  • Situs Pembanding Harga 22%
  • Situs Review Produk 24%
  • Promosi E-Mail 28%
  • Web Kupon 35%
  • Mesin Pencari 61%

Pencarian online masih menjadi alat utama yang digunakan konsumen saat berbelanja sesuatu secara online.

 

9. Pemasaran Konten (Content Marketing)

Konten merupakan Raja! Begitulah istilah para praktisi di dunia pemasaran digital semenjak Matt Cutts dari Google menjelaskan segudang algoritma baru pada mesin pencari mereka. Oleh karena itu, para praktisi di dunia pemarasan digital harus dapat memproduksi konten baru, original, dan berkualitas secara konsisten bagi para clientnya.

Konten dapat berguna untuk menyebarkan informasi dan menargetkan sesuai ‘buyer persona’. Konten dapat disebar ke beberapa blog atau website pendukung lainnya. Selain itu, konten dapat memberikan backlink ke website client anda.

Dalam hal ini, kami menggunakan puluhan website berkualitas sebagai “content-buzzer” untuk mendukung pekerjaan digital marketing bagi client kami. Ini sangat efektif, 80% pembeli atau pengguna jasa client akan lebih nyaman jika mendapatkan informasi atau rekomendasi dari website lain. Sepanjang penilaian terhadap produk atau jasa client tidak berlebihan, kepercayaan dapat diraih.

Update: Silahkan baca artikel mengenai pemasaran kontan yang sudah kami publikasikan.

10. Video Marketing

12% pemirsa mungkin lebih akan membeli produk setelah menonton video yang menjelaskan. Video ini juga mengurangi panggilan ke layanan pelanggan, mengurangi frustrasi pengguna, mendorong rekomendasi, dan memberikan sejumlah manfaat lainnya.

Anda dapat melihat sebuah website toko permata online yang dilengkapi video pada tiap produk. Ini sangat penting untuk sebuah toko online yang menjual produk. Karena beberapa tahun terakhir semenjak munculnya marketplace, makin banyak pembeli online yang mengeluhkan perbedaan barang ketika diterima.  Website marketplace di Indonesia jarang yang memberikan fasilitas video untuk produk, dan ini akan menjadi ‘tsunami-masalah’ suatu waktu.

Contoh Video Produk untuk Pemasaran Digital:

 

11. Infografis

Jika memang benar bahwa sebuah gambar melukis 1000 kata, maka infografis adalah bintang dunia digital. Mereka tidak hanya berharga bagi pengunjung Anda, namun mereka mendorong lalu lintas 12% lebih banyak ke situs Anda dan menghasilkan tautan balik yang hebat yang dapat membantu SEO Anda.

Terutama untuk bisnis yang menawarkan jasa, infografis sangat diperlukan jika berkaitan dengan teknis dan alur kerja untuk menjelaskan sesuatu.

12. Blogging

Blogging menjadi penting karena merupakan bagian integral dari strategi pemasaran konten Anda. Blogging membuat Anda semakin ahli, membantu pelanggan membuat keputusan dan mempermudah penggunaan produk Anda, dan merupakan elemen utama dalam merek perusahaan Anda.

Terutama untuk para manajer dan C-Level di setiap perusahaan. Dengan blogging, para calon pengguna produk atau jasa anda dapat lebih yakin dengan kemampuan dan keunggulan anda.

13. Pemasaran di Media Sosial

Menciptakan keterlibatan di media sosial merupakan elemen penting dalam menciptakan kesuksesan. Sebagian, itu karena pengguna lebih cenderung mengambil rekomendasi dari teman mengenai suatu produk. Bagian dari itu adalah karena media sosial mengenal merek dengan kepribadian dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh sebuah situs web. Media sosial dapat menguatkan pesan Anda saat orang berbagi, menyukai, dan berkomentar.

Dini sangat penting untuk dipahami oleh para praktisi pemasaran digital bahwa, keterlibatan di media sosial merupakan faktor kunci keberhasilan pemasaran digital melalui media sosial. Anda dapat membuat hal yang memancing interaksi dengan konsumen, dan ini membutuhkan kreativitas serta pemahaman peta influencing. Layanan jasa sosial media kami dapat diandalkan untuk bisnis UKM dan perusahaan.

Oleh karena itu, untuk mendukung pemasaran digital, sebuah website untuk bisnis / perusahaan harus dapat mendukung hal tersebut. Ini dikenal dengan istilah WebDevOps yang artinya sebuah website yang dapat beradaptasi dengan cepat untuk segala kebutuhan. Baik untuk perubahan lay out, penambahan konten berkualitas yang kreatif, e-mail mining, dan sebagainya, merupakan kebutuhan website saat ini.

Selain itu, faktor kestabilan hosting akan menentukan kecepatan loading landing page anda dan ini juga merupakan faktor penilaian SEO oleh Google. Dengan JakartaUrbanHosting, seluruh kebutuhan tersebut dapat terpenuhi. Kami dapat anda andalkan untuk seluruh kebutuhan pemasaran digital perusahaan anda.

Solusi Digital Marketing Lengkap

Kami mengerjakan pembuatan website yang modern, Online dan Offline SEO, pembuatan konten berkualitas, periklanan di sosial media dan mesin pencari.

Mengukur Biaya Per Install Pada Bisnis Aplikasi Mobile

Mengukur Biaya Per Install Pada Bisnis Aplikasi Mobile

Salah satu parameter terpenting para marketing aplikasi seluler yang perlu diukur adalah biaya per Install (CPI). Hal ini memberikan informasi berapa biayanya untuk menghasilkan satu pemasangan aplikasi di “ponsel cerdas” atau tablet. Pada tahap ini, semua platform aplikasi seluler periklanan yang utama, yang memperbolehkan aplikasi para marketing di pasang untuk aplikasi mereka, yang memiliki kemampuan menghitung parameter ini dan memberikannya sebagai bagian dari kumpulan data tersajikan.

Nilai CPI (biaya per install) secara alami berfluktuasi sesuai waktu dan bergantung pada platform iklan tertentu. Sistem operasi seluler, ruang penyimpanan dari sebuah ponsel untuk jaringan aplikasi iklan gabungan dan juga memiliki ketergantungan musiman. Secara historis selama musim liburan di bulan Desember, begitu banyak orang sibuk dengan berbelanja gadget, “ponsel-ponsel pintar” dan tablet pada khususnya, ada dalam daftar belanja. Lonjakan aktivitas belanja ini menyebabkan unduhan aplikasi seluler meningkat dan ini mempengaruhi nilai CPI secara signifikan.

Jadi, di balik keraguan, penting bagi semua usaha untuk mengetahui CPI untuk aplikasi seluler dan mengukur ROI dari perjalanan akuisisi penggunaan aplikasi seluler tertentu.

Rata-rata Biaya per Install

Sangat penting untuk mengetahui nilai rata-rata industri agar CPI dapat mengalokasikan anggaran promosi dengan benar. Pada artikel ini, kami telah mengumpulkan informasi dari berbagai sumber untuk menarik gambaran menyeluruh tentang Biaya Per Install untuk iOS dan Android, di berbagai wilayah dan kategori-kategori aplikasi.

Statistik Rata-rata Biaya Per Install:

  • CPI aplikasi iOS secara global : Rp. 16.500
  • CPI aplikasi iOS di AS : Rp. 21.750
  • Biaya aplikasi iOS per pengguna setia di AS : Rp. 37.000
  • CPI aplikasi iOS di Eropa : Rp. 18.600
  • CPI aplikasi iOS di Asia : Rp. 12.000
  • CPI aplikasi Android di AS (pasar Google Play) : Rp. 25.375
  • CPI aplikasi Android di AS (pasar Google Play) : Rp. 25.375
  • CPI aplikasi Android di AS (pasar Amazon) : Rp. 23.115
  • CPI aplikasi Android di Eropa (pasar Google Play) : Rp. 13.150
  • Aplikasi Android CPI di Eropa (pasar Amazon) : Rp. 5.450
  • CPI aplikasi Android di Asia (pasar Google Play) : Rp. 9.830
  • Aplikasi Android CPI di Asia (pasar Amazon) : Rp. 3.450

Mari kita lihat berbagai faktor yang mempengaruhi biaya per pemasangan untuk aplikasi seluler, seperti sistem operasi, lokasi geografis, dan kategori aplikasi tertentu.

Silahkan Baca Juga : Mengukur Biaya Akuisisi Pelanggan

Biaya per instal secara Global,bulan Maret 2016

Menurut data dari platform aplikasi promosi “Geenapp “, saat ini biaya pemasangan aplikasi iOS pada angka Rp. 16. 475 dan jumlahnya sama untuk aplikasi iPhone dan iPad. Sementara itu, biaya pemasangan aplikasi Android kurang signifikan, hanya Rp. 7.000 per pemasangan. Ini adalah angka rata-rata dan berfluktuasi setiap hari. Fluktuasi tersebut bergantung pada jumlah iklan promosi yang dianalisis di seluruh dunia.

Perbedaan biaya pemasangan antara iOS dan aplikasi Android dapat dijelaskan oleh fakta bahwa platform Android memiliki lebih banyak aplikasi daripada iOS. Tingkat adopsi yang lebih tinggi, terutama di negara-negara seperti India dan China juga mempengaruhi perbedaan tersebut.

geenapps_cpi_globally

Pada grafik diatas, Anda dapat melihat gambar fluktuasi biaya per instal pada iOS dan Android selama bulan Februari tahun 2017. Ini didasarkan pada hampir 13.000 iklan promosi yang telah dianalisa.

Biaya per pemasangan (CPI) Januari 2016 di Amerika

Biaya per pemasangan data aplikasi untuk iOS dan aplikasi android dari Fiksu, platform pemakai seluler di Amerika, menunjukkan bahwa Januari 2016 adalah Rp. 21.800 untuk aplikasi iOS dan Rp. 25.375 untuk aplikasi Android. Disini kita dapat melihat lonjakan signifikan untuk biaya per install pada aplikasi Android selama musim liburan di bulan Desember. Kemudian biaya per install ini telah turun dari dari USD 3,5 per pemasangan menjadi kurang dari USD 2.

Dinamika ini dapat dijelaskan oleh situasi antara penawaran dan permintaan aplikasi Android. Bahwa peningkatan yang signifikan terjadi sebelum Natal dan Tahun Baru dan menurun setelahnya.

fiksu_average_cpi_jan_2016

Situasi dengan biaya per install iOS memiliki dinamika terbalik. Di “App Store” sebuah “lalulintas insentif” berperan signifikan sebagai alat untuk mencapai peringkat yang lebih tinggi dan karenanya banyak digunakan oleh para marketing aplikasi selama musim liburan untuk meningkatkan visibilitas aplikasi mereka. Ini sebenarnya dapat menurunkan biaya per instal dan memaksanya meningkat kembali, begitu liburan usai.

Ada parameter lain lagi yang lebih penting, yang telah dilacak oleh Fiksu selama beberapa tahun, yakni biaya per aplikasi pengguna setia iOS. Perusahaan mendefinisikan pengguna setia aplikasi berdasar frekuensi membuka aplikasi tiga kali atau lebih sejak terakhir kali diunduh. Arti penting parameter ini terletak pada kenyataan bahwa para marketing aplikasi seluler terus-menerus berjuang untuk mempertahankan basis pengguna mereka.

Menurut data tahun 2015 dari penelitian Neilson, sebagian besar waktu yang dihabiskan orang dengan aplikasi seluler hanya dengan 5 aplikasi non-asli. Bulan Januari 2016 biaya per pengguna setia aplikasi iOS mencapai Rp. 37.000 per pengguna setia. Ini memperlihatkan penurunan 34% dari bulan Desember 2015 yang mencapai lebih dari Rp. 53.000.

Biaya Per Pengguna setia aplikasi iOS dalam bulan Januari 2016 di Amerika

 

fiksu_cost_per_loyal_user

source: fiksu

Sekarang, mari kita lihat bagaimana variasi biaya per instal secara geografis. Menurut yang disediakan oleh Charthoost, perusahaan yang membantu pengembang game dalam menghasilkan uang melalui aplikasi mereka. Di antara beberapa negara, ia melacak nilai biaya per instal. Biaya tertinggi per pemasangan aplikasi iOS ditemui untuk wilaya hAustralia yang setara dengan Rp. 43.000 per pemasangan aplikasi.

Negara-negara lain, yang secara kolektif menyajikan 10 negara teratas dengan biaya per instal tertinggi, adalah :   

  • Selandia Baru USD 2,99 / pemasangan
  • Kanada USD 2,93 / pemasangan
  • Hong Kong USD 2,85 / pemasangan
  • Amerika USD 2,78 / pemasangan
  • Swedia USD 2.77 / pemasangan
  • Korea Selatan USD 2.71 / pemasangan
  • Singapura USD 2,68 / pemasangan
  • Norwegia USD 2,63 / pemasangan
  • Taiwan USD 2,59 / pemasangan

App Store atau kategori aplikasi Google Play adalah faktor lain yang mempengaruhi biaya per instal aplikasi ponsel.

Biaya Per Instal rata-rata untuk Non-game secara global, bulan Maret 2016

Sekarang jumlah biaya per pemasangan game di toko aplikasi Android dan iOS melukiskan gambaran yang menarik. Di sisi Android, kami melihat bahwa biaya per install untuk game lebih tinggi daripada non-game. Perbandingan biaya tersebut berkisar USD 0.56 / install terhadap USD 0.35 / install, tapi untuk iOS justru sebaliknya.

Pemasangan aplikasi non-game di App Store lebih mahal daripada game, USD 0,63  v.s USD 0,58 untuk aplikasi iPhone. Ini sama menariknya untuk dicatat bahwa iPad terus menjadi platform terbaik untuk game seluler dan karenanya merupakan kompetisi tingkat tertinggi. Sebagai konsekuensinya biaya per install untuk aplikasi iPad sama dengan USD 0,81, merupakan biaya per instal yang lebih tinggi daripada aplikasi iPhone dan Android.

geenapps_cpi_only_games

Biaya per instal rata-rata hanya untuk aplikasi anak-anak secara global, bulan Maret 2016

Ada sebuah kategori aplikasi tertentu yang dapat kita analisa, tentunya mengenai biaya per install aplikasi juga, yaitu aplikasi untuk Anak-anak. Seringkali, aplikasi yang dibuat untuk kategori ini dipahami dan dikembangkan oleh organisasi nirlaba (perusahaan nonprofit) dan oleh karena itu pertanyaan untuk menentukan anggaran pemasaran dan mengetahui biaya per pemasangan aplikasi sangat penting.

geenapps_cpi_children_apps

Pengambilan data lebih sedikit dalam bidang tersebut dibanding untuk game dan non-game, namun kategori Aplikasi untuk Anak-anak juga lebih kecil secara proporsional. Pada hari ini, biaya per instal rata-rata untuk kategori ini sama dengan USD 0,98 / pasang untuk basis Android, USD 0,60 / pasang untuk iPhone dan USD 0,59 untuk basis iPad.

Kesimpulan:

Biaya Per Install tetap menjadi salah satu parameter terpenting untuk di ukur oleh para pemilik aplikasi seluler. Biaya untuk memperoleh pengguna setia pada sebuah aplikasi merupakan parameter yang lebih penting lagi. Ini dapat memberikan gambaran nyata tentang berapa biaya untuk membangun basis penggemar setia pada sebuah aplikasi dan karenanya akan  dapat menjadikan sebuah dasar pada usaha yang berkelanjutan.

Untuk perusahaan yang mengembangkan usaha di bidang seluler, biaya per instal adalah indikator investasi yang sebenarnya harus dimasukkan ke dalam gabungan jaringan yang mereka gunakan untuk menjangkau pelanggan mereka. Lokasi geografis, sistem operasi seluler dan kategori aplikasi tertentu merupakan faktor penting yang mempengaruhi biaya per install untuk aplikasi tertentu. Para pemilik aplikasi memerlukan analisis data untuk biaya per pemasangan berdasar segmen pasar aplikasi seluler yang mereka operasikan.

 

Mengukur Biaya Perolehan Pelanggan Dalam Dunia Digital

Mengukur Biaya Perolehan Pelanggan Dalam Dunia Digital

Biaya perolehan pelanggan (CAC – Customer Acquisition Cost) adalah tolak ukur yang telah berkembang penggunaannya, seiring dengan kemunculan perusahaan startup digital dan kampanye periklanan berbasis web yang bisa dilacak. Secara tradisional, sebuah perusahaan harus terlibat dalam periklanan dengan gaya memaksa dan menemukan metode untuk melacak konsumen dalam hal proses pengambilan keputusan.

Saat ini, banyak perusahaan startup digital yang terlibat dalam pemasaran digital. Usaha ini sering memiliki target yang sangat tinggi dan melacak konsumen saat mereka berkembang dari minat mengarah pada loyalitas pelanggan yang dapat bertahan lama. Dalam lingkungan ini, tolak ukur CAC digunakan baik oleh perusahaan maupun investor.

Sudahkah Anda Mengukur Biaya Perolehan Pelanggan ?

CAC, seperti yang mungkin Anda ketahui, adalah biaya yang masuk akal dari calon pelanggan potensial untuk membeli produk atau layanan. Pada artikel ini, kami akan menjelaskan tolak ukur CAC secara lebih rinci, bagaimana Anda dapat mengukurnya, dan langkah apa yang dapat Anda lakukan untuk memperbaikinya.

Seperti disebutkan di atas, tolak ukur CAC penting bagi dua pihak: perusahaan dan investor. Pihak pertama mencakup pihak luar, investor tahap awal yang menggunakannya untuk menganalisis skalabilitas perusahaan startup digital. Mereka dapat menentukan tingkat keuntungan perusahaan dengan melihat perbedaan antara berapa banyak penghasilan yang dapat diperoleh dari pelanggan dan berapa biaya perolehan pelanggan yang dibutuhkan untuk upaya tersebut.

Sebagai contoh, dalam hal pasar minyak di bagian hulu, jika pasokan minyak berada di daerah yang membutuhkan investasi infrastruktur alat berat, jumlah yang diaplikasikan untuk mengekstrak minyak mungkin lebih besar dari harga pasar per barelnya.

Cara pandang investor melihat perusahaan berbasis internet juga melalui lensa yang sama. Mereka fokus dengan kondisi saat ini, bukan prospek masa depan untuk meningkatkan hasil melalui tolak ukur, kecuali jika bisa dibenarkan.

Pihak lain yang tertarik dengan tolak ukur ini adalah bagian internal operasional atau bagian pemasaran. Mereka menggunakannya untuk mengoptimalkan laba atas investasi periklanan mereka. Dengan kata lain, jika biaya untuk mendapatkan hasil dari pelanggan dapat dikurangi, margin keuntungan perusahaan akan meningkat dan itu membuat keuntungan lebih besar.

Kemudian, investor lebih tertarik untuk menyediakan sumber daya yang dibutuhkan perusahaan, mitra lebih berkomitmen terhadap pertumbuhan, dan perusahaan dapat menggunakan margin keuntungan yang lebih baik untuk memberi nilai kepada pelanggannya agar memiliki nilai kompetitif yang lebih baik di pasar.

Lantas Bagaimana Cara Mengukur Biaya Perolehan Pelanggan ?

Pada dasarnya, CAC dapat dihitung dengan hanya membagi semua biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh lebih banyak pelanggan (biaya pemasaran digital) dengan jumlah pelanggan yang diperoleh pada periode uang itu dikeluarkan.

Misalnya, jika perusahaan menghabiskan Rp. 100 juta untuk pemasaran dalam setahun dan mengakuisisi 100 pelanggan di tahun yang sama, berarti biaya CAC adalah Rp. 1 juta.

Ada kekhawatiran tentang penggunaan tolak ukur ini yang harus Anda ketahui saat menerapkannya. Misalnya, perusahaan mungkin telah melakukan investasi pada pemasaran di wilayah baru atau tahap awal SEO sehingga tidak dapat diharapkan untuk melihat hasilnya sampai periode berikutnya. Kasus ini merupakan hal umum dan bisa jadi memiliki hubungan saat menghitung CAC. Ini seperti kebijakan akuntansi yang menerapkan sesuatu sebelum mendatangkan manfaat nyata sebagai biaya pra-operasional.

Kami sarankan agar Anda melakukan beberapa variasi untuk memperhitungkan situasi ini. Namun, kami akan memberikan beberapa contoh penghitungan tolak  ukur CAC dalam bentuknya yang paling pragmatis dan sederhana dengan dua contoh:

  • Perusahaan pertama (Contoh ke-1) memiliki tolak ukur yang buruk.
  • Yang kedua (Contoh ke-2) memiliki yang bagus.

Contoh ke-1: Sebuah  Perusahaan berbasis internet

Dalam contoh ini, kami mengambil perusahaan berbasis internet yang menjual produk makanan organik. Perusahaan tersebut menghabiskan Rp. 1 milyar untuk iklan bulan lalu, dan tim pemasaran mengatakan ada 10.000 pesanan baru ditempatkan. Ini seakan memilki biaya perolehan pelanggan sebesar Rp. 100.000, angka ini kurang tepat untuk mengartikan biaya CAC tersebut.

Jika dealer Mercedes-Benz memiliki CAC sebesar Rp. 100.000, maka tim manajemen akan senang saat melihat laporan keuangan dalam satu tahun tersebut.

Namun, dalam kasus perusahaan ini, pesanan rata-rata yang ditempatkan oleh pelanggan adalah Rp. 250.000, dan memiliki markup 100% untuk semua produk. Ini berarti rata-rata, perusahaan menghasilkan Rp. 125.000 per penjualan dan menghasilkan Rp. 25.000 dari setiap pelanggan untuk membayar gaji, biaya web hosting, sewa ruang kantor, dan biaya umum lainnya.

Meskipun ini adalah perhitungan cepat secara kasar, apa jadinya jika pelanggan melakukan lebih dari satu pembelian pada satu periode? Bagaimana jika mereka benar-benar berhenti berbelanja di toko kelontong dan supermarket dan hanya membeli dari perusahaan ini?

Tujuan dari nilai loyalitas customer (CLV – Customer Loyalty Value) secara khusus dirancang untuk mengatasi hal ini.

Anda bisa menemukan kalkulator CLV dengan mencari di mesin pencari google. Secara umum, tolak ukur ini membantu Anda membentuk pemahaman yang lebih akurat tentang biaya perolehan pelanggan yang berarti bagi perusahaan Anda.

Jumlah Rp. 100.000 dari biaya akuisisi pelanggan mungkin cukup rendah jika pelanggan melakukan pembelian Rp. 250.000 setiap minggu selama 20 tahun! Namun, di perusahaan berbasis  internet ini, mereka berjuang untuk mempertahankan pelanggan dan sebagian besar konsumen hanya melakukan satu pembelian.

Contoh ke-2: Perusahaan perangkat lunak CRM online (SaaS)

Perusahaan dalam contoh ini menyediakan sistem online untuk mengelola kontak penjualan untuk manajemen hubungan pelanggan. Biaya untuk mendistribusikan perangkat lunak menggunakan aplikasi berbasis cloud, dan pelanggan memerlukan sedikit dukungan. Selain itu, hal ini dapat lebih mudah dalam mempertahankan pelanggan karena kegagalan yang dialami pelanggan akan menjadi pengalaman yang di unggah ke semua kontak, tugas, dan bahkan  mereka dapat melacaknya ke sebuah perangkat lunak CRM.

Perusahaan telah berhasil mengembangkan mesin pencari dan memiliki sebuah tim bagian penjualan yang bekerja dengan upah minimum. Perusahaan juga memiliki banyak kemitraan strategis yang memberikan pasokan pelanggan. Sebenarnya, mereka hanya menghabiskan Rp. 20.000 untuk memperoleh pelanggan baru dengan nilai sebesar Rp. 20.000 per siklus hidup pelanggan. Inilah perhitungannya:

  1. Total biaya penjualan pelanggan baru mendukung pusat komunikasi: Rp. 10 Milyar / tahun
  2. Total biaya yang dibayarkan kepada mitra aliansi potensial per pelanggan: Rp. 10.000
  3. Total pengeluaran bulanan untuk kinerja mesin pencari: Rp. 250 juta / tahun

Total pelanggan baru dihasilkan pada tahun ini: 1.000.000 pelanggan. 

Biaya akuisisi pelanggan: (Rp. 10 Milyar /  1.000.000 pelanggan) + Rp. 10.000 per pelanggan =  Rp. 20.000.

Seperti contoh sebelumnya, jumlah tersebut hanya bernilai uang yang di ekstraksi dari pelanggan. Perusahaan ini telah menggunakan perhitungan retensi pelanggan untuk menentukan bahwa nilai masa pakai pelanggan (CLV) yaitu Rp. 20 juta. Itu berarti perusahaan seperti ini mampu mengubah investasi Rp. 20.000 menjadi Rp. 20 juta dari pendapatan! Ini menarik bagi investor dan memberi sinyal kepada tim pemasaran bahwa sistem yang efektif telah tersedia di perusahaan ini.

Silahkan baca juga : Cara Mendapatkan Prospek Online.

Bagaimana Mengukur CAC Per Saluran Pemasaran?

Mengetahui CAC untuk setiap bagian pemasaran Anda adalah apa yang kebanyakan tenaga pemasaran ingin ketahui. Jika Anda tahu bagian mana yang memiliki biaya perolehan pelanggan terendah, maka anda tahu ke mana harus melipat gandakan pengeluaran pemasaran Anda.

Semakin Anda dapat mengalokasikan anggaran pemasaran ke saluran CAC yang lebih rendah, semakin banyak pelanggan yang dapat Anda peroleh dengan jumlah anggaran tetap.

Pendekatan sederhananya adalah dengan membagi spreadsheet (perhitungan dalam format  xls) anda dan mengumpulkan semua kuota pemasaran Anda dalam setahun, kuartal atau bulan dan menambahkan jumlah tersebut per saluran pemasaran digital.

Misalnya:

  • berapa banyak yang Anda habiskan untuk iklan Google Adwords dan Facebook? Dalam hal ini Anda bisa memasukkan ini ke dalam kolom yang disebut “PPC” atau “Bayar Per Klik”.
  • Berapa banyak yang Anda habiskan untuk SEO dan blogging? Ini mungkin masuk ke kolom yang disebut “Biaya promosi pemasaran “.

Setelah mengetahui berapa banyak yang Anda habiskan untuk setiap saluran pemasaran, Anda dapat menerapkan rumus sederhana dan menganggap setiap bagian “bekerja” untuk mendapatkan jumlah pelanggan yang sama seperti bagian berikutnya. Ini akan menjadi metode rata-rata.

Anda dapat dengan mudah melihat di mana pendekatan ini menjadi sia-sia. Katakanlah Anda hanya menjalankan satu iklan Bayar Per Klik pada satu hari – seperti sebuah ujian. Anda menghabiskan  total Rp. 100.000. Saat melihat spreadsheet Anda, maka akan muncul pay-per-click akan menjadi bagian pemasaran terbaik karena CAC yang sangat rendah. Tidak bijaksana untuk melipat gandakan pay-per-click, karena Anda tahu Anda benar-benar tidak dapat memanfaatkan semuanya untuk jangka waktu tersebut.

Bagi perusahaan berbasis internet yang menjual produk fisik, mudah untuk mengetahui iklan bayar-per-klik apa yang menyebabkan penjualan langsung karena pelacakan konversi yang disediakan oleh platform periklanan. Dalam hal ini Anda dapat menentukan nilai tersebut dan mencatatnya di spreadsheet Anda. Ini akan memberi Anda gagasan yang lebih baik tentang bagaimana kampanye bayar per klik Anda berkaitan dengan sisa belanja pemasaran Anda.

Anda harus dapat melihat bagian terakhir yang dikunjungi pelanggan sebelum melakukan penjualan pertama dengan bisnis online Anda. Misalnya, jika pelanggan berasal dari hasil penelusuran organik, Anda akan tahu bahwa perolehan tersebut dihasilkan dari upaya SEO (inbound marketing).

Bagaimana Cara Meningkatkan CAC?

Mari kita menghadapi ini, kita semua berharap agar perusahaan kita seperti pada Contoh ke-2 diatas. Kenyataannya adalah bahwa kampanye iklan kita selalu bisa lebih efektif, loyalitas pelanggan selalu dapat ditingkatkan, dan nilai lebih dapat selalu diekstraksi dari konsumen. Ada beberapa metode yang dapat digunakan bisnis Anda untuk memperbaiki CAC di industri ini:

  • Meningkatkan konversi tolak ukur di tempatnya: Seseorang dapat menetapkan sasaran di Google Analytics dan melakukan pengujian terpisah A / B dengan sistem checkout baru untuk mengurangi tingkat pengabaian keranjang belanja dan memperbaiki halaman website, kecepatan situs, pengoptimalan seluler, dan faktor lainnya. Untuk meningkatkan kinerja situs secara keseluruhan.
  • Meningkatkan nilai pengguna: Dengan gagasan konseptual tentang “nilai pengguna“, maksud kami kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang menyenangkan bagi pengguna. Ini mungkin merupakan peningkatan fitur tambahan / kualitas yang diminati konsumen. Mungkin ada sesuatu untuk memperbaiki produk yang ada untuk posisi yang lebih besar, atau mengembangkan cara baru untuk menghasilkan uang dari pelanggan lama. Misalnya, Anda mungkin menyadari bahwa peringkat kepuasan pelanggan memiliki korelasi positif dengan tingkat retensi.
  • Menerapkan manajemen hubungan pelanggan (CRM): Hampir semua perusahaan sukses yang memiliki pembeli berulang menerapkan beberapa bentuk CRM. Ini mungkin cara penjualan yang kompleks menggunakan sistem pelacakan penjualan berbasis cloud, daftar email otomatis, blog, program loyalitas, dan / atau teknik lain yang menangkap loyalitas pelanggan.
Kesimpulan:

Satu pemikiran yang sama bahwa setiap bagian pemasaran mendukung bagian berikutnya – ini adalah upaya gabungan. Posting blog Anda memperkuat iklan bayar per klik Anda, dan semua bagian bekerja sama untuk mendatangkan pelanggan. Ini adalah gagasan umum dalam iklan luar ruang (diluar produk inti). Billboard memperkuat kampanye T.V., yang memperkuat iklan spot radio dan sebagainya.

Ini akan turun ke filosofi perusahaan Anda sendiri tentang bagaimana menghubungkan akuisisi pelanggan. Jika Anda merasa sentuhan terakhir “cukup baik”, Anda bisa menggunakan model perhitungan biaya perolehan pelanggan tersebut.

Namun, Anda mungkin dapat menggunakan video viral yang sangat populer atau blog yang mendorong banyak rujukan dari mulut ke mulut. Ini jelas mendukung keseluruhan upaya pemasaran Anda dan cenderung lebih sulit dilacak dan dikaitkan dengan perolehan pelanggan.

Pada akhirnya, untuk meningkatkan loyalitas pelanggan, perusahaan perlu meningkatkan pengalaman digital para pelanggan. Kami memberikan layanan pemasaran digital yang dapat anda andalkan untuk efektivitas biaya perolehan per pelanggan. Silahkan hubungi kami melalui contact form dibawah ini.

Formulir Kontak Jasa Digital Marketing

3 + 3 =

Pin It on Pinterest

Share This