0 888 1 6262 52
Konsep dan Perancangan Modular Data Center Indonesia

Konsep dan Perancangan Modular Data Center Indonesia

Sebuah solusi modular data center mengambil ide-ide terbaik untuk desain, keandalan dan efisiensi dan paket semuanya ke dalam modul prefabrikasi, berulang dan optimalisasi operasional. Sekarang data center dapat tumbuh dan berkembang saat menggunakan teknologi modular yang semakin efisien. Menjelajahi produk dan penyedia pasar modular, serta manfaat yang pendekatan modular dapat memberikan memungkinkan pada perusahaan untuk lebih menyelaraskan infrastruktur TI mereka dengan kebutuhan lingkungan bisnis yang berkembang. Waktu yang dibutuhkan perancangan modular data center hingga terpasang lebih singkat dari membangun sebuah gedung atau ruangan tambahan untuk fasilitas colocation.

Konsep Modular Data Center

Konsep perancangan modular data center dapat bergeser dari definisinya, jika tidak di pahami secara komprehensif. Melalui sejarah singkat dari solusi data center modular, definisi dan kategorisasi solusi telah muncul. Sebuah data center modular dapat lebih didefinisikan sebagai sebuah pendekatan untuk perancangan data center yang menggabungkan unit-unit atau komponen dalam bentuk modul prefabrikasi.

Pasar modular dimulai dengan pendekatan standar internasional dalam bentuk ISO (International Standard Organization) dalam kontainer pengiriman. Hal ini telah berkembang pada vendor yang memproduksi segala sesuatu dari kontainer ke berbagai modular yang dirancang sebagai produk dan solusi untuk IT,  seperti sebagai sumber listrik dan pendinginan dalam bentuk modular. Konsep modular data center pada awalnya untuk mendukung unit tambahan pada suatu fasilitas data center.

Misal, sebuah fasilitas data center sedang membutuhkan pendinginan secara cepat untuk memenuhi standar suhu yang dipersyaratkan karena faktor cuaca. Maka data center tersebut dapat mengadakan sebuah sistem pendingin modular yang dapat dikirim dan di instal dengan cepat pada data center tersebut. Tentu pengadaan semacam ini dapat mengatasi masalah finansial seperti harus membangun sistem pendingin tambahan dari yang sudah terpasang. Apalagi pada era digital sekarang ini, dimana aliran data semakin banyak setiap detiknya, maka data center pun memerlukan solusi modular.

Selain itu, sebuah modular data center dapat berisi infrastruktur TI yang penuh, atau sebagai mini data center. Ini sangat berguna untuk perusahaan dan organisasi pemerintahan dalam pengadaan data center. Dengan menempatkan modular data center pada suatu wilayah, dimana terdapat lebih dari 75% pelanggan, maka akses ke aplikasi dan sistem operasi bisnis anda akan semakin lancar. Ingat, penurunan kualitas pengalaman pengguna dapat disebabkan karena faktor network latency. Dan network latency tersebut jika terlalu sering maka dapat disamakan kejadiannya dengan downtime. Downtime dapat menimbulkan konsekuensi biaya yang mahal dan kehilangan kepercayaan berbagai pihak.

Perancangan Modular Data Center

Di mana beberapa organisasi membangun lingkungan modular mereka untuk tujuan perencanaan kapasitas; organisasi lain memanfaatkan pusat data modular untuk operasi pemulihan bencana yang sangat efektif. Berikut beberapa faktor perancangan modular data center:

  • Kecepatan Pengadaan: solusi Modular memiliki kerangka waktu yang sangat cepat dari sisi pengadaan. Sebagai solusi standar, modular data center dapat dibuat dan dapat dipesan, disesuaikan dan dikirim ke lokasi data center dalam hitungan bulan (atau kurang). Memiliki modul diproduksi juga berarti bahwa pembangunan situs dapat berkembang secara paralel, bukan linier.
  • Skalabilitas: Dengan berulang, desain standar, mudah untuk mencocokkan permintaan dan infrastruktur secara cepat. Keterbatasan pada skala untuk data center modular adalah infrastruktur pendukung di lokasi data center dan lahan yang tersedia. Karakteristik lain dari skalabilitas adalah fleksibilitas. Dengan memiliki modul yang dapat dengan mudah diganti bila usang atau jika teknologi diperbarui diperlukan. Ini berarti organisasi dapat memperkirakan perubahan teknologi dalam beberapa bulan di muka. Sehingga, perencanaan untuk sebuah cloud data center tidak memerlukan waktu tahunan.
  • Agility: Mampu cepat membangun lingkungan data center tidak hanya berkisar pada kemampuan untuk skala. Menjadi gesit dengan platform data center berarti mampu dengan cepat memenuhi kebutuhan bisnis yang berkembang. Apakah itu berarti menyediakan layanan baru atau mengurangi downtime – perancangan modular data center secara langsung di sekitar bisnis dan infrastruktur dapat memberikan kelincahan operasional.
  • Mobilitas dan Penempatan: Sebuah perancangan modular data center harus dapat ditempatkan di mana pun di lokasi yang diinginkan oleh pengguna akhir. Sebuah kontainer dapat mengklaim mobilitas utama, sebagai metode yang disetujui ISO untuk transportasi internasional. Sebuah solusi modular mobile dalam arti bahwa hal itu dapat diangkut dalam potongan dan kembali berkumpul dengan cepat di tempat. Mobilitas adalah fitur yang menarik bagi mereka yang mencari solusi modular untuk pemulihan bencana. Hal tersebut dapat digunakan sebagai disater recovery center site dan harus dapat dibangun dan berjalan dengan cepat. Hal ini juga sangat memungkinkan dalam rangka penambahan kapasitas data center secara cepat.
  • Kepadatan dan PUE: Kepadatan di data center biasanya 100 watt per kaki persegi. Dalam solusi modular ruang yang digunakan sangat efisien dan fitur kepadatan sebanyak 20 kilowatt per kabinet. PUE dapat ditentukan pada commissioning.konsultan perancangan modular data center di indonesia
  • Efisiensi: Fakta bahwa modul produk rekayasa berarti bahwa subsistem internal terintegrasi menghasilkan efisiensi daya dan pendinginan dalam modul. Generasi pertama dan modul IT murni kemungkinan besar akan tidak memiliki keuntungan efisiensi selain yang dinikmati dari solusi penahanan yang sama dalam sebuah gedung data center. Memiliki pembangkit listrik modular di dekat server IT akan menghemat uang. Ada peluang untuk menggunakan platform manajemen energi menggunakan modular, dengan semua sub sistem yang direkayasa secara keseluruhan.
  • Disaster Recovery: Salah satu hal penting dalam perancangan modular data center adalah untuk ketahanan. Hampir 50% dari organisasi yang di survei melihat solusi pemulihan bencana sebagai bagian dari rencana pembelian mereka selama 12 bulan ke depan. Ini berarti menciptakan perancangan data center modular merupakan hal yang paling masuk akal. Cepat dibangun dan disebarkan, data center modular dapat dibangun sebagai sarana untuk pemulihan bencana yang langsung berjalan. Untuk organisasi-organisasi yang menjaga jumlah maksimum uptime, arsitektur modular dapat menjadi solusi yang tepat.
  • Penyiapan: Solusi modular data center dapat ditugaskan di mana ia dibangun dan memerlukan langkah-langkah yang lebih sedikit dilakukan setelah ditempatkan di lokasi data center.
  • Manajemen Gedung: Modular memungkinkan operator untuk membangun kelistrikan secara bertahap, bukan ruang. Banyak generasi kedua produk modular memiliki sistem pendinginan baru yang memanfaatkan udara luar. Sebuah perubahan radikal dalam perancangan modular data center yang menghilangkan keharusan membangun lokal baru. Modular dapat ditempatkan pada sebuah taman luar ruangan, dihubungkan dengan infrastruktur pendukung dan hanya dilindungi oleh pagar perimeter.

Kesimpulan:

Konsep modular data center diawali dengan kebutuhan data center untuk meningkatkan kapasitas secara cepat. Baik itu kebutuhan infrastruktur secara keseluruhan, maupun per modul. Modular data center berbeda dengan kontainer data center. Kontainer data center dapat menjadi bagian dalam satu set perancangan modular data center. Bagi para perusahaan besar, modular data center dibutuhkan sebagai solusi disaster recovery. Bagi sebagian perusahaan, modular data center ditujukan untuk dapat lebih meningkatkan pengalaman pengguna atau pelanggan.

Di Negara Indonesia Data Center Makin Berkembang

Di Negara Indonesia Data Center Makin Berkembang

Negara indonesia data center semakin berkembang lhoIndonesia data center sekarang ini sudah semakin banyak dan berkembang dari hari ke hari, hal ini membuat anda tidak perlu mencari-cari lagi server yang baik dari luar negeri, karena buatan lokal pun tidak kalah dari segi manapun. Data center sendiri berarti sebuah fasilitas yang disediakan dalam penempatan sistem komputer, atau server dan juga sistem penyimpanan data. Fasilitas yang disediakan seperti kondisi daya listrik, pengaturan kelembapan, pendingin udara, pencegah kebakaran, hingga fasilitas security. Hal ini diperlukan agar server komputer dan sistem penyimpanan data yang ada pada ruangan data center aman, serta tidak rusak sedikitpun baik itu disengaja ataupun tidak.

Tentunya data center merupakan hal yang sangat penting, khususnya bagi orang-orang yang pelayanan menggunakan internet dan sejenisnya. Dengan menggunakan data center, dan sedang terjadi bencana yang tidak diinginkan, maka pelayanan tetap bisa diberikan, karena server terus berjalan di bawah naungan data center. Oleh karena pentingnya fungsi data center, maka di Indonesia sendiri mulai banyak mengembangkan pusat data center.

Baca Juga Artikel: Praktik Terbaik Untuk Disaster Recovery Plan

Di Indonesia Data Center Ada Dua Jenis Kategori

Pembagian data center menjadi dua jenis didasarkan dari fungsi yang dimilikinya. Colocation data center adalah data center yang hanya digunakan sebagai pendukung aplikasi terkait yang menggunakan jalur komunikasi data. Jenis data center ini biasanya dibuat dan dioperasikan oleh service provider untuk dapat digunakan perusahan, baik sebagai data center utama maupun sebagai backup (disaster recovery). Kedua, ada yang dinamakan Enterprise data center. Jenis data center ini mendukung semua fungsi yang ada untuk menjalankan bisnis dengan basis layanan internet maupun intranet.

Servis Utama yang diberikan Indonesia Data Center

Layanan yang diberikan oleh data center ada beberapa macam, seperti :

  1. Infastruktur yang menjamin kelangsungan bisnis

    Hal ini didasarkan dari pembuatan ruangan atau data center yang memperhatikan segi keamanan, baik itu dari lokasi, kualifikasi, instalasi data, sistem kelistrikan yang digunakan, hingga pengaturan sistem pendingin ruangan dan keamanan akan kebakaran yang mungkin terjadi.

  2. Pusat Keamanan Data Center

    Pemilihan Indonesia data center sendiri bukan sembarangan memilih, hal ini dikarenakan pusat keamananannya yang berusaha menjaga ketat fasilitas data center ini. Hal ini didukung dengan mengadakan pengamanan fisik dan non fisik pada data center. Keamanan fisik seperti mengadakan kunci keamanan untuk akses masuk ke wilayah data center, seperti kode ataupun pemeriksaan biometrik, belum lagi ditambah dengan pengawasan secara langsung oleh pihak security baik itu di luar data center hingga dalam data center. Hal ini membuat penerobosan seperti tindakan pencurian hampir sulit dilakukan. Belum lagi ditambah dengan pengamanan non fisik, dengan memasang beberapa perangkat lunak atau software untuk pengamanan.

  3. Media Penyimpanan

    Data center selain menjadi tempat untuk menjaga server yang ada, juga digunakan untuk menempatkan data-data yang diakses oleh klien yang terhubung. Dengan banyaknya klien yang mengakses, maka dibutuhkan kapasitas penyimpanan yang besar juga.

Merancang sebuah Data Center

Untuk merancang dan membuat sebuah data center, maka diperlukan berbagai perhitungan dan pemikiran ulang tentang berbagai point penting. Seperti :

  1. Availability

    Untuk merancang sebuah data center, maka anda memerlukan perhitungan yang tepat agar data center yang digunakan mampu bertahan dan memberikan operasi yang berkelanjutan bagi penggunanya. Berjalannya sebuah data center terbilang baik, jika dapat beroperasi dengan benar dalam kondisi normal maupun sedang terjadi kondisi yang berbahaya.

  2. Scalability dan Flexibility

    Sebuah data center yang baik, harus mampu cepat beradaptasi dengan pertumbuhan teknologi yang pesat, seperti Indonesia data center yang sedang giat-giatnya berkembang. Dan juga sebuah data center harus mampu memberikan servis baru jika diperlukan tanpa perlu mengganggu kinerja dari keseluruhan data center.

  3. Data Center Security

    Di dalam data center sudah pasti tersimpan aset penting sebuah perusahaan. Komponen pada data center juga bisa dibilang lumayan mahal untuk dijual, hal inilah yang membuat data center harus dilengkapi dengan keamanan untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan, seperti tindak pencurian. Oleh karena itu juga, keamanan yang diadakan pada data center dilengkapi dengan dua macam, fisik dan non fisik, dimana server bisa dilengkapi dengan keamanan dari perangkat lunak tambahan yang banyak tersedia saat ini.

 

Next Generation Data Center

Dalam perkembangannya saat ini, Indonesia data center harus terus mengupdate teknologi dan pembaharuan lain terkait semua informasi data center. Hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan performa data center, selain itu juga digunakan agar tidak kalah saing dengan data center dari pihak luar. Untuk menuju next generation data center, beberapa hal yang perlu dilakukan seperti :

  • konsolidasi,
  • virtualisasi,
  • otomatisasi,
  • business continuance, dan
  • green data center.

Beberapa aspek tersebut perlu dilakukan untuk memajukan Indonesia data center. Data center di Indonesia semakin berkembang pesat karena semakin dibutuhkan dan akan terus meningkat seiring kebutuhan peningkatan data. Apalagi didorong dengan trend keharusan perusahaan melakukan transformasi digital untuk dapat mengatasi persaingan usaha.

Praktik Solusi Disaster Recovery Terbaik Untuk Perusahaan

Praktik Solusi Disaster Recovery Terbaik Untuk Perusahaan

Efektifitas dalam rencana pemulihan bencana dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan bisnis. Solusi disaster recovery memerlukan beberapa pendekatan terbaik untuk dapat diterapkan. Semua orang setuju tentang pentingnya memiliki strategi pemulihan bencana (Disaster Recovery) untuk persiapan menghadapi downtime yang tak terduga.

Definisi Disaster Recovery

Disaster Recovery adalah kemampuan organisasi untuk secara efektif memulihkan urusan penting setelah terjadi kegagalan. Yang termasuk  hal penting disini adalah: data, aplikasi, jaringan dan layanan. Perusahaan memerlukan komponen ini untuk beroperasi, membuat keuntungan dan untuk tetap memiliki nilai kompetitif.

Jika mereka megalami bencana – misalkan : downtime yang disebabkan oleh kesalahan manusia, kegagalan gangguan listrik, atau sistem crash, bencana alam, kebakaran – kemampuan dalam memulihkan operasional perusahaan mungkin menjadi perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan bisnis.

solusi disaster recovery terbaik untuk perusahaanKriteria dan Keuntungan Solusi Disaster Recovery Yang Paling Ideal

Sebagai elemen penting dari kelangsungan bisnis secara keseluruhan, Disaster Recovery adalah cara yang efektif dan tangkas dalam menjaga bisnis anda agar tetap berjalan selama dan setelah bencana.

Saat ini, disaster recovery juga memasuki sistem cloud yang lebih dikenal dengan Disaster Recovery as a Services (DRaaS) dengan kriteria dan manfaat bagi bisnis, termasuk:

  • Pemulihan lebih cepat
  • Fleksibilitas yang lebih baik
  • Data didukung dari situs Disaster Recovery dan selalu tersedia
  • Replikasi data real-time
  • Pengurangan biaya karena tidak ada kebutuhan untuk hardware
  • Anda membayar untuk apa yang Anda butuhkan
  • Penggunaan infrastruktur yang aman.

Praktik Terbaik Untuk Disaster Recovery Plan

Perencanaan Disaster Recovery berbeda pada tiap-tiap organisasi, anggaran dan jenis informasi yang sedang didukung. Ada pendekatan praktik terbaik untuk menempatkan strategi bersama. Ada tiga tahap penting untuk melihat – mendefinisikan persyaratan, mengembangkan rencana dan melakukan pengujian.

Mendefinisikan Kebutuhan / Persyaratan

Implementasi yang dapat dipraktekan sering menghadapi tantangan. Terutama dari masalah anggaran, dukungan dari CIO dan jenis solusi yang akan digunakan. Disaster Recovery berarti hal yang berbeda untuk orang yang berbeda – berdasarkan waktu, dalam hal menit atau minggu, sampai sebatas apa yang dapat dicakup, termasuk sistem kritis ataukah semuanya.

Tahap pertama dalam mendefinisikan persyaratan termasuk melakukan penilaian risiko. Penilaian risiko tersebut biasanya bersamaan dengan analisa dampak bisnis. Ini termasuk mempertimbangkan berapa banyak hilangnya data bisnis yang dapat diterima, dan melihat seluruh infrastruktur IT perusahaan anda.

Disaster Recovery dapat menjadi latihan yang mahal. Tahap awal dari pengembangan strategi dapat membantu anda mengevaluasi risiko terhadap biaya. Data dapat host secara onsite atau offsite. Untuk solusi penempatan server di pihak external,  ini berarti anda wajib memastikan penyedia hosting tersebut memiliki kredensial yang tepat (misalnya, ISO 27001) dan keahlian untuk mengelola infrastruktur, konektivitas serta memberi dukungan yang diperlukan untuk menjamin uptime dan ketersediaan layanan.

Selama fase ini yang harus anda definisikan adalah waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan. Anda memerlukan solusi disaster recovery untuk memulihkan sistem operasional IT dan kegiatan usaha. Oleh karena itu, anda harus mengembangkan rencana pemulihan ke tahap selanjutnya.

Pengembangan Rencana Pemulihan Bencana

Sebuah strategi pemulihan bencana yang sukses akan meliputi sejumlah komponen, dari data dan teknologi, orang-orang dan fasilitas fisik. Ketika mengembangkan rencana yang sebenarnya, anda perlu ingat bahwa itu dapat berpengaruh terhadap seluruh aktivitas operasional.

Konektivitas memainkan peran penting di sini, khususnya dalam bagaimana staff dapat mengakses lingkungan pemulihan, meskipun dengan link khusus atau VPN. Apakah konektivitas tambahan diperlukan untuk pelaksanaan strategi pemulihan ? Dan jika demikian, berapa banyak biaya yang dibutuhkan ?

Anda dapat lebih mudah mudah mengelola kebutuhan pemulihan bencana dengan pihak penyedia layanan disaster recovery center yang menyediakan jasa managed services. Sehingga anda dapat lebih berfokus pada tujuan utama bisnis anda, yakni pengembangan dan perluasan pasar.

Pengujian dan Penilaian

Tahap akhir adalah salah satu yang sedang berlangsung dan semua tentang pengujian rencana. Dengan cara tradisional, seringkali sulit untuk melakukan pengujian langsung tanpa menyebabkan gangguan sistem. Jika ada pengujian tambahan yang diperlukan, ini dapat memiliki tingkat resiko tersendiri.

Dengan solusi DRaaS, perusahaan dapat terhindar dari resiko gangguan sistem yang berjalan, jika dilakukan dengan benar. Pada titik ini juga penting untuk menilai bagaimana rencana tersebut dapat dilakukan pada keadaan yang sebenarnya. Anda dapat melakukan pengujian tersebut per bagian setelah jam pulang kantor tentunya. Dengan cara ini kelemahan atau kesenjangan dapat diidentifikasi. sehingga anda dapat meningkatkan efektivitas pemulihan bencana ini untuk kedepannya.

Kesimpulan:

Menjamin bisnis anda tetap berjalan secepat mungkin di saat terjadi bencana mungkin sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang anda. Kehilangan data sebagian atau keseluruhan merupakan mimpi buruk yang terus menghantui para pimpinan perusahaan. Sistem pemulihan bencana dapat berdampak pada kelangsungan usaha secara keseluruhan. Oleh karena itu para CIO dan para IT Manager harus lebih banyak memperhatikan wilayah tersebut.

5 Cara Departemen IT Melakukan Otomatisasi Bisnis

5 Cara Departemen IT Melakukan Otomatisasi Bisnis

5 Otomatisasi Bisnis Yang Dapat Dilakukan Departemen ITKetika kita berbicara dengan profesional IT saat ini pertanyaan mengenai otomatisasi sering muncul. Mereka semua ingin menjalankan departemen mereka se-efisien mungkin. Otomatisasi dapat mengurangi waktu yang dihabiskan departemen IT untuk tugas berulang, sehingga mereka dapat lebih fokus merespons untuk mendukung kebutuhan perubahan bisnis perusahaan.

Memperlancar tugas manual dapat memberikan teknisi bekerja untuk aktifitas yang lebih berharga disamping masih dapat diandalkan untuk pekerjaan perawatan dan pemeliharaan yang telah dilakukan secara otomatis. Di ujung lain dari gambarn ini, banyak perusahaan yang tumbuh dengan cepat memerlukan cara untuk merampingkan cara menangani karyawan dan perangkat baru, terutama pada lingkungan Bring Your Own Device (BYOD)

Menghilangkan kegiatan pengguna selama proses orientasi memungkinkan departemen IT mengurangi kerumitan para pengguna dan memberikan pengalaman yang lebih dapat diprediksi. Kebutuhan yang tepat dari masing-masing tim IT akan bervariasi, tetapi ada 5 hal yang paling sukses dilakukan para profesional IT dalam mengotomatisasi departemen mereka hari ini.

5 Otomatisasi Pekerjaan Yang Dapat Dilakukan Departemen IT

Berikut adalah 5 hal yang banyak dilakukan oleh para profesional IT di perkantoran modern saat ini dalam otomatisasi pekerjaan mereka sehari-hari.

1. Kenali Pekerjaan Berulang dan Otomatisasikan

Departemen IT yang baik akan mengotomatisasi tugas pemeliharaan rutin sebanyak mungkin. Pemeliharaan dapat menghabiskan banyak waktu para teknisi. Setiap anggota tim IT harus berfokus untuk mengotomatisasi sebanyak mungkin untuk tugas-tugas pemeliharaan setiap hari. Sebagai aturan umum, jika anda melakukan sesuatu berulang-ulang, dengan satu set langkah yang sama secara berulang, maka hal tersebut adalah sesuatu yang harus di otomatisasikan.

Mengotomatisasi hal-hal dasar. Salah satu yang pertama dan paling mudah adalah otomatisasi perawatan pencegahan seperti desktop cleanup (file-file sementara, DNS flush, dll). Ini adalah tugas sederhana yang masih banyak dilakukan secara manual oleh departemen IT saat ini; memfokuskan waktu mereka di sini bukan pada isu-isu penting, menghilangkan potensi profesional IT untuk proyek yang lebih tinggi nilainya atau untuk perencanaan strategis.

Mengotomatisasi hal-hal spesifik. Beberapa sistem anda dan pengguna akan memiliki kebutuhan khusus. Jika lingkungan anda memiliki banyak database SQL maka anda dapat mengotomatisasi pemeliharaan basis data (table) dan otomatisasi pembersihan database untuk menjaga server agar tetap berjalan pada kinerja optimal.

Ada ratusan item yang dapat di otomatisasikan dengan tujuan mengurangi kesibukan para team IT untuk lebih berfokus pada tugas-tugas dan perencanaan yang banyak diabaikan oleh departemen IT.

2. Mengotomatisasi Remediasi untuk Masalah Umum

Departemen IT yang efektif banyak menghabiskan waktu mereka pada tugas-tugas berprioritas tinggi dan penggunaan otomatisasi untuk menyelesaikan masalah kecil. Perjanjian Tingkat Layanan (SLA) adalah bagian besar dari hubungan antara pelanggan dan tim support IT. Pelanggan anda perlu infrastruktur yang tersedia setiap saat dan salah satu tujuan utama anda adalah untuk meminimalkan downtime.
Faktanya adalah bahwa banyak masalah yang sebetulnya hanya memerlukan reboot perangkat lunak atau perangkat keras. Tugas-tugas sederhana ini menghabiskan waktu para profesional IT ketimbang menerjakan isu-isu yang lebih mendesak dan membutuhkan keahlian mereka.

Gunakan self-healing otomatis: Software Remote Monitoring Management (RMM) pilihan anda harus menyediakan kemampuan luas dalam otomatisasi perbaikan. Jika perangkat atau perubahan peringatan layanan atau ada status error, sistem akan secara otomatis meluncurkan kebijakan otomatisasi untuk memperbaiki situasi tersebut. Kebijakan otomatisasi umum akan melibatkan restart terhadap layanan utama, pembersihan DNS (DNS-Flush), dan dalam beberapa kasus akan melakukan reboot workstation atau server.

Melebihi SLA anda: Ketika anda mengotomatisasi remediasi, anda memberikan respon yang sangat cepat untuk setiap masalah. Ini merupakan resolusi cepat yang akan membangun niat baik terhadap pengguna dan manajemen. Tidak ada perusahaan yang menyukai downtime. Minimalkan risiko downtime dengan memperbaiki masalah sebelum memberikan dampak yang luas.

3. Sederhanakan Orientiasi Pengguna

Departemen IT yang baik akan memastikan pengguna yang baru masuk pada lingkungan IT merasakan kemudahan dan kecepatan. Otomatisasi adalah tentang sebanyak mungkin praktik terbaik berkaitan dengan teknologi. Setelah anda mendefinisikan pemeliharaan dan perbaikan yang ingin di otomatisasikan, anda telah mulai mendefinisikan praktek terbaik untuk bisnis Anda. Definisikan jadwal pemeliharaan dan waktu respon diatas harapan pengguna dan rencankan strategi untuk selalu memenuhi dan melampaui harapan mereka.

Menyebarkan agen otomatis: Dalam rangka untuk merampingkan orientasi pengguna baru, anda harus memiliki platform yang dapat menemukan perangkat mereka dan menyebarkan agen otomatis. Ini akan sangat menghemat waktu untuk menambahkan perangkat ke perangkat lunak manajemen dan memulai proses setup. Software RMM yang baik juga dapt langsung me-mulai setup.

Jadwalkan pemeliharaan otomatis: Setelah anda mengatur monitoring, anda perlu menjadwalkan semua kebijakan otomatisasi untuk mengurus pemeliharaan rutin. Dengan cara ini, di hari-hari awal orientasi pengguna, anda menghabiskan sedikit waktu untuk melakukan perawatan dan lebih banyak waktu untuk mengurus setiap masalah dukungan yang mungkin muncul.

Jadwalkan remediasi: Dengan mengotomatisasi remediasi, anda dapat lebih efisien memenuhi SLA anda untuk banyak masalah umum dengan sedikit usaha.

4. Siapkan Laporan untuk Manajemen

Departemen IT yang baik selalu menyadari bahwa tidaklah cukup jika hanya melakukan pekerjaan dengan benar. Mereka harus dapat memastikan perusahaan melihat kerja keras yang mereka lakukan. Bukanlah hal yang murah untuk dapat mempertahankan tim IT yang berkualitas. Memudahkan manajemen dengan update penting berkaitan pekerjaan yang dilakukan dapat membuktikan nilai anda. Seperti kata pepatah, “tak terlihat, dari pikiran”.

  • Laporan status adalah cara yang bagus untuk memberikan update mingguan tentang pemeliharaan dan isu-isu lain yang snda selelsaikan dan lakukan terhadap tinjauan rutin dengan manajemen anda untuk lebih dalam mengingatkan mereka tentang nilai yang anda berikan.
  • Sistem RMM Anda harus membuat laporan grafis yang tersedia untuk ditinjau dan memungkinkan anda untuk penjadwalan pelaporan. Laporan grafis memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada spreadsheet atau ringkasan tertulis, sering memberikan wawasan tren tersembunyi dalam organisasi anda.
  • Laporan Eksekutif memberikan status keseluruhan jaringan termasuk perbandingan dengan kinerja periode lalu.
  • Laporan keamanan menunjukkan cara melindungi bisnis dan berapa banyak masalah yang telah dicegah. Hal ini juga bisa membantu dalam menentukan jenis pelatihan atau informasi kerentanan pengguna.
  • Laporan cadangan meyakinkan pemangku kepentingan bisnis bahwa data mereka aman dalam kondisi kegagalan sistem, bencana dan lainnya.
  • Laporan Patch menunjukkan bahwa anda menjaga sistem penting bisnis sepenuhnya secara up to date.

Membantu manajemen dan staf non-teknis memahami kompleksitas dan kinerja departemen IT lebih mudah melalui laporan.

5. Gunakan Sistem Tiket untuk Manajemen Dukungan

Departemen IT yang baik akan memastikan bahwa mereka mendedikasikan waktu untuk otomatisasi dan menghitung hasilnya sebagai keberhasilan. Hanya karena sistem melakukan pekerjaan untuk anda bukan berart anda tidak boleh dapat penghargaan.

Setiap departemen IT memiliki pilihan melakukan tugas secara manual atau berinvestasi di alat yang tepat untuk mengotomatisasi bisnis mereka. Dengan mengotomatisasi tugas pemeliharaan dan perbaikan, anda dapat meningkatkan waktu respon bagi pengguna dan memberikan layanan yang lebih baik.

Mengotomatisasi ticketing: kebijakan otomatisasi harus mampu memperbarui sistem tiket, sehingga ketika mereka selesai akan ada log waktu dan rincian. Anda dapat menetapkan 15 menit untuk tugas-tugas kecil dan lebih banyak waktu untuk tugas-tugas yang lebih besar. Dengan cara ini, anda akan menunjukkan usaha yang luar biasa pada departemen IT anda.

Kesimpulan:

Hal-hal tersebut diatas dapat anda lakukan sendiri atau dengan bantuan jasa konsultan teknologi informasi yang berpengalaman dalam hal otomatisasi pekerjaan IT mulai dari monitoring infrastruktur IT, backup dan disaster recovery, hingga pelaporan.

Dengan melakukan otomatisasi pekerjan IT di perusahaan, departemen IT dapat melakukan hal penting lainnya yang lebih bernilai bagi perusahaan seperti merumuskan perencanaan strategis yang dapat meningkatkan performa bisnis perusahaan.

Colocation Server Indonesia Cocoknya untuk Siapa Saja?

Colocation Server Indonesia Cocoknya untuk Siapa Saja?

Colocation server merupakan sebuah layanan penyimpanan atau hosting server milik klien di data center. Saat ini ada cukup banyak penyedia jasa penyimpanan server yang mudah dijumpai secara online (bisa dikatakan colocation server kini menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan). Layanan dan fasilitas yang ditawarkan beragam, mulai dari tempat hingga listrik dan koneksi internet yang cepat dan stabil. Para klien pun hanya perlu membawa server untuk kemudian disimpan di colocation server pilihan. Umumnya penyedia colocation server Indonesia juga menawarkan dedicated server atau layanan sewa server dengan kualifikasi server yang sesuai dengan keinginan klien. Adapun server yang ditawarkan beragam, sesuai dengan kebutuhan para klien. Misalnya saja dari ukuran server; terdapat beberapa pilihan ukuran server yang dapat dipilih, seperti 1U, 2U, 3U, 4U, dst. Kemudian dari PSU server juga beragam, misalnya 400 Watt. Belum lagi soal harga sewa yang biasanya dihitung per bulan dengan biaya sewa minimal kurang dari satu juta per bulan (biaya sewa minimal).

Manfaat Colocation Server

colocation server indonesia

Lantas, apa sebenarnya manfaat menyimpan server dengan menggunakan colocation server? Tujuannya yaitu agar server plus data-data yang tersimpan di dalamnya (seperti program, website, dll) dapat dengan mudah dan cepat diakses oleh para pengguna internet di seluruh dunia. Banyak pengguna layanan penyimpanan server ini terbantu dengan adanya layanan ini. Klien yang sebelumnya sering mengalami masalah pada servernya hanya karena koneksi internet yang kurang mumpuni sangat direkomendasikan untuk memanfaatkan layanan colocation server Indonesia semacam ini. Selain terjamin bebas dari masalah koneksi internet, dengan menggunakan colocation server yang ada di Indonesia, calon klien juga berkesempatan untuk menerima layanan maintenance server dengan tawaran harga terjangkau. Soal maintenance, tentunya nanti akan dikerjakan oleh para profesional yang sudah berpengalaman di bidang web hosting, bahasa programing, dan sejenisnya.

Jenis Colocation Server (Server yang Didukung Tower dan Rackmount)

Berbicara soal jasa atau layanan colocation server Indonesia, secara umum terdapat dua jenis colocation server yang dapat dipilih salah satunya, yaitu colocation server yang didukung dengan tower dan colocation server yang didukung dengan rackmount. Colocation yang didukung dengan tower terbagi lagi menjadi 3 pilihan, yaitu colocation server dengan slim tower, colocation server dengan middle tower, dan colocation server dengan full tower. Masing-masing pilihan tentunya ditawarkan dengan biaya yang tak murah. Rata-rata layanan colocation server yang didukung dengan unit tower ditawarkan dengan biaya di atas 1 juta rupiah (antara Rp. 1.100.000 hingga Rp. 1.650.000). Sementara itu, untuk layanan colocation server biasa alias rackmount, hanya terdapat dua pilihan saja, yaitu server 1U dan 2U  dengan 2IP (untuk kedua jenis server tersebut). Kemudian untuk jenis INT Bandwidth-nya, baik server 1U dan 2U, keduanya dibekali unlimited INT Bandwidth. Bagaimana soal biaya layanan? Pastinya lebih terjangkau bila dibandingkan dengan layanan colocation server berbekal tower. Rata-rata biaya layanannya hanya sekitar Rp. 900.000 hingga Rp. 1.400.000.

Pengguna Colocation Server Indonesia

Lantas, siapa sebenarnya memerlukan layanan colocation server? Tentu bagi kalangan awam seperti kita, kita tidak tahu pasti layanan colocation server Indonesia dan pengelolaan data secara online semacam ini disediakan untuk siapa. Klien dari bisnis layanan colocation server ini biasanya datang dari perusahaan, pengelola web, programer, dan kalangan lainnya yang memerlukan layanan atau pengelolaan data dalam jumlah besar. Sebut saja contoh riil-nya adalah bank yang tentunya didukung dengan aplikasi teknologi canggih untuk menjalankan segala jenis operasionalnya. Bank merupakan salah satu perusahaan raksasa yang difasilitasi dengan TI canggih untuk melancarkan bisnisnya. Tanpa didukung dengan TI, pastinya akan sulit untuk melayani para nasabahnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Data Center sebuah bank memiliki peran yang sangat penting karena diimplementasikan untuk mendukung kinerja cabang bank yang jumlahnya bisa ratusan. Melalui Data Center, bank pusat bisa dengan mudah mengakses data-data yang lengkap dari kantor-kantor cabangnya.

Pengelola bank, katakanlah pihak yang paling berwenang (pimpinan bank), tentunya harus memiliki langkah antisipasif untuk menyelamatkan seluruh aset perusahaan, termasuk semua data-data dari kantor cabang, dengan memanfaatkan layanan colocation server (data center colocation). Data Center bisa diibaratkan wadah besar sebagai pusat penyimpanan data dan juga sistem komputer. Sebuah perusahaan sebaiknya memiliki perancangan data center dengan tujuan dapat mempermudah semua jenis kegiatan operasional perusahaan. Penggunaan Data Center di sebuah perusahaan juga sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Selain perusahaan, programmer, dan pengelola web, klien lain yang juga sering memanfaatkan layanan colocation server adalah instansi pemerinahan. Sebenarnya tidak sebatas instansi pemerintah dan swasta saja yang kerap menggunakan data center colocation, melainkan hampir semua pemilik/ pengelola di luar itu karena kini penggunaan teknologi dapat dijumpai di semua bidang. Bahkan pelaku bisnis biasa juga dapat menggunakan layanan yang lengkapi dengan server data center seperti contoh bank di atas.

Colocation server dapat digunakan untuk menempatkan sejumlah server milik pelaku bisnis sehingga lebih mudah diakses dan diawasi selama 24 jam. Layanan penyedia data center colocation yang dilengkapi dengan layanan maintenance bisa dijadikan pilihan terbaik untuk Anda yang tak ingin pusing bagaimana memaintenance server dengan baik dan benar.

Cukup banyak penyedia jasa data center colocation berkualitas yang siap membantu para klien yang memerlukan maintenance server profesional. Layanan maintenance diberikan karena perusahaan penyedia colocation server memahami benar bahwa data center menjadi komponen yang sangat penting dalam sebuah bisnis, baik bisnis online maupun bisnis biasa. Tanpa maintenance data center yang benar, risiko terhambatnya perkembangan bisnis yang dijalankan masih saja besar. Sebaliknya, maintenance data center yang benar tentunya dapat membantu berkurangnya risiko timbulnya ‘bencana’ yang tidak diinginkan  terkait dengan data-data penting perusahaan.

Semakin besar perusahaan yang memanfaatkan layanan data center colocation, semakin besar pula biaya maintenance dan penyimpanan server yang dibutuhkan. Hal ini sangat wajar karena suatu perusahaan besar pastinya memerlukan data center colocation yang berkualitas dan berfitur unggulan. Data-data yang disimpan dan dimaintain juga bukanlah data dengan jumlah sedikit. Bandingkan dengan perusahaan biasa yang hanya dijalankan secara perorangan. Sudah tentu data yang disimpan dan dimaintain juga tak sebesar data-data milik perusahaan besar, sehingga jenis layanan data center colocation yang digunakan juga layanan yang standard dan berbiaya standard.

Dengan layanan penyimpanan dan maintenance server yang baik, tentu soal biaya bukan menjadi masalah bagi pemilik perusahaan. Mengapa harus sayang untuk mengeluarkan biaya mahal jika tujuannya sangat baik untuk perusahaan, yaitu melindungi aset perusahaan yang sudah seperti ‘nyawa’ perusahaan itu sendiri.

Saat ini layanan colocation server di Indonesia semakin berkualitas. Hal ini disebabkan oleh banyaknya vendor yang bersaing untuk memberikan layanan yang sama. Dengan kata lain, para vendor ini berlomba-lomba untuk menyediakan layanan colocation server terbaik untuk menarik klien sebanyak-banyaknya. Disamping itu telah banyak di Indonesia penyedia fasilitas data center Tier III yang mana juga merupakan data center paling aman untuk colocation server misi penting suatu perusahaan.

Memperluas Data Center dengan Infrastruktur Cloud

Memperluas Data Center dengan Infrastruktur Cloud

Memperluas Data Center dengan Infrastruktur CloudSebagai inti dari perubahan, cloud computing telah merambah ke infrastruktur data center yang dikenal dengan infrastruktur cloud data center. Data center sudah sejak lama menjadi tenaga utama pada dunia cloud dengan menyediakan bandwidth, konektivitas, dan tentunya segala sumberdaya untuk mewujudkan lingkungan IT yang dapat diandalkan secara terus menerus tanpa hambatan.

Pada awal era cloud computing, masih banyak terjadi kasus disconnect antara sumberdaya cloud dengan lingkungan IT internal di perusahaan. Untuk mengakses beban kerja atau sumber daya dari cloud para administrator harus mampu melalui rintangan-rintangan untuk menghubungkan lingkungan mereka dengan komponen eksternal. Diluar hosting data center internal terdapat beberapa pilihan seperti SaaS, PaaS, dan layanan IaaS yang membutuhkan konektivitas ke data center internal.

Sehingga tantangannya menjadi bertambah jelas bagi para administrator data center “bagaimana caranya menambah sumberdaya data center perusahaan dengan beberapa komponen di cloud”.

Meskipun ada beberapa cara untuk menjapai tujuan tersebut, teknologi Defined-Software, Virtualisasi, dan Advance Networking telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam hal menghubungkan data center ke sistem cloud. Karena pada kenyataanya, sering seorang pengguna yang berada pada data center perusahaan membutuhkan untuk akses ke dunia luar atau ke aplikasi host eksternal, disinilah infrastruktur cloud data center dapat mengatasi tantangan tersebut.

Menambah Fleksibilitas Data Center untuk Terhubung ke Infrastruktur Cloud

Infrastruktur Cloud untuk Hybrid Data CenterSalah satu hal terbesar mengenai infrastruktur cloud adalah fleksibilitas untuk para pengguna dan para administrator. Disinilah otentikasi identitas secara elektronik dapat membantu. Untuk dapat menerapkan hal tersebut dan bagaimana untuk dapat berinteraksi antara perusahaan dengan data center, dapat dilakukan 3 macam pendekatan sebagai berikut:

Menghubungkan Pengguna

Pengguna merupakan salah satu bagian penting dari lingkungan apapun, dengan mempertimbangkan pengguna akhit dapat ditemukan perbedaan antara penyebaran yang berhasil dengan yang tidak atau harus kembali melihat ke tujuan rencana awal. Banyak sekali organisasi yang menyebarkan aplikasi atau sumber daya pada cloud hosting. Dalam banyak situasi, pengguna harus kembali mengotentikasi dari lingkungan internal mereka ke sumber data cloud.

Disnilah sistem identifikasi federasi (single sign on identity) dapat membantu para pengguna seperti siapa yang dapat mengakses data center lokal akan menjadi jauh lebih mudah dan secara transparan dalam keseharian. Dengan menerbitkan sebuah portal khusus seperti cloud gateway, para pengguna akan melihat pengatusan mereka serta aplikasi yang dapat mencakup Word, Excel, Outlook dan sumber daya lainnya secara lokal. Namun di portal yang sama, para administrator dapat menyajikan aplikasi eksternal seperti Salesforce, Bornevia, Linkgein, Ceridian dan lain-lain yang disisi pengguna akan terlihat seakan aplikasi tersebut diinstal secara lokal. Selain itu, mereka hanya perlu mengotentikasi sekali saja dengan kredensial Acitve Directory mereka.

Menghubungkan Aplikasi

Salah satu tujuan utama dalam menciptakan mekanisme identitas federasi yang baik untuk pengguna akhir adalah untuk membuat hal aktifitas sign on tersebut menjadi lebih transparan. Salah satu tujuan lainnya adalah untuk menyederhanakan administrasi.

Aplikasi yang di hosting diluar data center internal mungkin harus terhubung dengan melihat bagaimana hal tersebut dapat dilakukan. Administrator menyapkan server internet atau layanan yang akan memberikan antarmuka dengan aplikasi eksternal. Dari sana, banyak solusi identitas federasi akan benar-benar memiliki konektor pra bangun untuk banyak antar muka aplikasi cloud. Mereka akan mengetahui pengarahan halaman dan mampu mengidentifikasi mdetode otentikasi dan bagaimana untuk mengikat mereka kembali ke lingkungan internal.

Setelah itu, barulah administrator dapat mengatur : metrik reset password, bagaimana akses pengguna aplikasi eksternal, dan menciptakan sebuah data center lokal yang mampu memperluas ke infrastruktur cloud. Fleksibilitas menggunakan teknologi identitas federasi untuk mengubungkan data center ke infrastruktur cloud tidak hanya mencakup persetujuan awal terhadap daftar aplikasi. Untuk aplikasi kustom, administrator dapat membuat custom HTTP atau konektor SAML (Security Assertion Markup Language, untuk pertukaran otentikasi dan otorisasi) terhadap sumber daya yang dibutuhkan. Jenis penyebaran ini membentuk fleksibilitas khusus untuk aplikasi yang pernah dianggap sulit sebelumnya dalam hal penghubungan data center internal ke infrastruktur cloud diluar.

Menghubungkan Data Center

Sebagai salah satu bagian akhir, namun ini sangat penting, dalam proses koneksi yang menghubungkan data center berjalan sedikit diluar identitas federasi dan dalam hubungannya dengan teknologi “software-defined” untuk menghubungkan data center dengan infrastruktur cloud dapat menjadi lebih mudah.

Dari perspektif otentikasi, federasi identitas bertindak sebagai mesin untuk memudahkan akses pengguna baik untuk internal, data center hosted, serta aplikasi eksternal. Sekarang para administrator dapat secara logis menghubungkan data center internal mereka dengan lingkungan berbasi cloud untuk memperbesar dan memperluas infrastruktur IT mereka. Pada titik ini, tidak hanya lingkungan internal terhubung ke sumber daya cloud yang menhadap ke data center, namun otentikasi pengguna dapat lebih mulus dan mudah dilakukan di kedua lingkungan tersebut. Sebuah link yang aman dapat dibuat pada data center yang terdapat aplikasi khusus (critical application).

Lebih dari itu, solusi identitas tersebut dapat membantu menangani otentikasi pengguna untuk mengakses sumber daya pada infrastruktur cloud, sehingga pengguna selain dapat mengakses infrastruktur cloud data center juga masih dapat mengakses sumber daya di seluruh platform yang ada.

Memperluas data center ke infrastuktur cloud tidak harus rumit sebetulnya, bahkan keamanan lanjutan serta metodelogi konektivitas membuat proses jauh lebih aman dari sebelumnya. Teknologi Software-Defined Data Center dan Cloud API (program antar muka cloud) terus membuat data center modern menjadi lebih lincah dam mampu memperbesar kapasitas sesuai kebutuhan organisasi. Banyak perusahaan yang memanfaatkan sumber daya berbasis cloud dan memerlukan cara untuk menghubungkan kedalam berbagai kenis lingkungn sistem. Disinilah penggunan identitas federasi menjadi solusi yang dapat membantu menghubungkan data center lokal ke sistem cloud.

Pin It on Pinterest